Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Amukan Raga Sosok Yang merasuki Lara


__ADS_3

Malam itu suasana sangat hening dan mencekam. Lara yang niat awalnya hanya untuk memberi pelajaran kepada Kobra dan Cungkring dengan membaca mantra pemanggil Sukma Nyi Dewi Sekar Arum, tanpa Ia sadari terjerat oleh api dendam yang sangat memburu.


Hatinya berontak. Ingin menyudahi pertarungan yang jelas jelas sudah di menangkan oleh nya. Tapi Sukma yang masuk kedalam tubuh nya, seketika ingin membunuh lelaki yang sedang dalam ikatan tali selendang miliknya.


"Akang satu bersila di ikuti oleh Cecep dan Bahar. Mereka bertiga bersila membaca sholawat dan bacaan dzikir yang di ajarkan oleh Mama Sepuh gurunya. Baru saja bacaan sholawat setengah jumlah bacaan yang harus di selesaikan nya. Tiba tiba suara dentuman keras dan kilatan cahaya putih. Yang meluncur deras menghempaskan mereka bertiga hingga terpental sekaligus memporak porandakan motor motor yang ada di sana hingga berserakan berbagai arah.


Akang satu. Syarif dan Cecep serta Bahar terpental tersudut di pojok mobil yang sudah bonyok mereka merintih sambil memegangi dada nya. Ada darah keluar dari sudut kanan bibir nya. Pandangan terlihat kosong dan kebingungan.


"Anak Jin Kuya gunakan darah perawan untuk menyadarkan wanita itu dari amukan Nyi Dewi Sekar Arum. Terdengar suara Abah Aden Haruman ke telinga Awan dalam keheningan malam itu.


Pemuda itu segera mengambil pisau belati yang sedang menempel di paha Cungkring akibat lemparan dari para pengawal bayangan pemuda itu.


"Ia. Mencabutnya.


"Ahkh.............. Teriak Cungkring kesakitan.!! Darah nya mengalir dari paha nya. Tapi pemuda itu acuhkan. Ia buru buru untuk meminta darah perawan dari Nabil atau pun Alicia. Walaupun terbilang aneh permintaan nya.


"Nabil dan Alicia. Kalau boleh di antara kalian berdua. Aku minta darah kalian untuk di berikan kepada Teh Lara.


Kedua gadis itu tersentak kaget. Permintaan yang tak masuk akal. Mereka berdua hanya bisa menatap dengan kebingungan tanpa menjawab.


"Ayo. Dong. Kenapa kalian berdua lambat dalam berpikir.! Bila kita tidak bergerak cepat. Siluman yang ada di tubuh Teh Lara bisa membunuh kita berdua." Kata Awan penuh dengan kecemasan.


"Iya..... Iya...... Kata mereka berdua lalu menyodorkan telapak tangan nya.!!


Pemuda itu jadi bingung sendiri siapa yang akan di minta darah nya dari mereka berdua.!!


"Siapa di antara kalian berdua yang masih perawan.?" Tanya Awan.!


"Pletak............!!

__ADS_1


Jitakan tangan mereka berdua kearah kepala Awan. Karna kesal dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh pemuda itu.


"Adaww...........!! Pekik Awan.


"Cepat buruan Kak. Bukan bertanya dengan pertanyaan yang tak bermutu." Kesal Nabil. Bisa bisa nya di saat situasi genting ini Kak Awan bertanya begitu.


"Hehehehe. Maap.! Kata pemuda itu. Lalu mengiris tangan Nabil dan Alicia dan darah yang menetes dari dua gadis itu. Ia tadahkan tangan nya.


Setelah lima tetesan darah perawan Nabil dan Alicia. Awan pun langsung menghampiri Teh Lara yang masih mencekik leher Kobra dengan selendang kain nya itu.


"Asep Sunandar dan Tarmin. Bantu aku untuk memberikan darah ini kepada Teh Lara." Pinta Awan.


Semua murid murid Mama Sepuh. Segera meditasi dan membaca dzikir yang di ajarkan oleh Kiayi Mangku Bumi. Sutisna kau berjaga jangan ada yang kabur anak buah Engkos Kosasih." Perintah Dari Awan.


"Hahahaha. Manusia bodoh. Mau mengusirku dari tubuh ini." Teriak Lara.


"Kalian jangan mengusikku kesenangan ku atau kalian semua akan saya bawa ke alam ku." Teriak Lara.


Sekarang. Asep dan Tarmin. Sergap wanita itu.!!


"Hiaath.................!!


Asep dan Tarmin melompat untuk menangkap wanita itu bersamaan.!!


"Bughh...............!!


"Wadawh............ Aduh.......... Emak.......... Nyeri." Pekik mereka berdua bertubrukan.


Lolos dari tangkapan Tarmin dan Asep. Lara lalu menyerang dengan sodokan kaki nya, tepat mengenai sasaran dada Awan. Awan pun terpelanting tubuhnya terdorong keras membentur bagian mobil, terlihat ada darah di sela sela bibirnya.

__ADS_1


Sesaat kemudian dengan susah payah. Awan bangkit dan berniat menyerang, darah yang ada di tangan nya sudah habis hanya ada sisa noda darah saja yang menempel di kedua telapak tangan nya.


Deru angin tenaga dalam dari telapak tangan Awan meluncur keras. Akan tetapi Lara lebih gesit melompat menghindari hantaman itu sehingga pukulan Awan hanya mengenai sasaran kosong.


Tarmin dan Asep juga berusaha bangkit dengan susah payah sembari menahan sakit akibat bertubrukan di kedua nya, namun belum sepenuhnya berdiri, berkelebat Sambaran cakaran dari sisi kiri dan kanan menerpa wajah kedua nya.


"Ughk......... Teriak Asep dan Tarmin bersamaan.


Nampak tiga garis merah membekas mengucurkan darah di pipi Asep dan Tarmin yang terbanting di sisi kanan dan kiri.


Lara yang dirasuki oleh Nyi Dewi Sekar Arum dan menggunakan jurus siluman monyet semakin liar dan menjadi tat kala melihat dua gadis yang berdiri di depan mobil dengan telapak tangan keluar darah segar kesukaan nya. Sedetik kemudian, Lara melompat menerjang dua gadis yang berdiri di depan mobil yang sudah rusak.


Hanya tinggal sepuluh centian cakaran Lara merobek kedua jantung gadis cantik itu, tetapi cakaran Lara yang mengembang siap mengoyak itu tiba tiba terpental.


Selarik kilatan cahaya putih menderu menghantam tubuh Lara sekaligus menyelamatkan kedua gadis dari koyakan tangan Lara.


"Aku sudah muak dengan tingkah mu siluman monyet hah. Akan ku bakar saat ini juga kau menjadi abu." Teriak pemuda itu berdiri setelah menghantamkan tendangan nya.


Tendangan kaki nya itu baru saja menangkis menggagalkan serangan cakar Lara yang akan merobek jantung dua gadis tersebut.


Sosok itu tak lain adalah Pemuda Hebat Seperti Dewa. Sesaat dirinya terpelanting dan berusaha bangkit, Ia lalu membaca mantra yang pernah di ajarkan oleh gurunya yaitu Abah Aden Haruman, bila keaadaan sedang tersedak dan yang di hadapi nya adalah para mahluk ghaib.


Lara yang dirasuki oleh Nyi Dewi Sekar Arum, terkesiap kaget melihat pemuda itu, Ia melihat sorot mata pemuda yang telah menendangnya hingga terpental jauh. Sorot mata dari pemuda itu memancarkan aura sang penguasa alam Ghaib yaitu Ki Aden Haruman.


Muhammad Awan Pratama, memegang botol berukuran sedang bekas farfum Refill yang sudah di persiapkan. Disorongkan botol itu kearah Lara. Mulutnya komat kamit membaca amalan.


Melihat itu Lara bereaksi sangat ketakutan, Ia melompat lompat balik balik ke tempat, Asep dan Tarmin sigap langsung menangkap nya dengan sekuat tenaga, jelas terpancar kepanikan dan ketakutan di mimik mukanya Lara.


"Ku masukan kamu dalam botol, ini......!! " Seru pemuda itu.

__ADS_1


"Nyiiit.........!! Nyiiit.........!! Suara monyet memekik keras dengan tingkahnya berusaha menolak keras sembari berontak dan ingin melepaskan diri dari kedua orang yang telah menahan nya.


Bersambung.


__ADS_2