
Area halaman yang begitu luas dengan di tambah nya gerbang pagar yang menjulang tinggi menutupi Mansion mewah milik perusahaan Duo Holding Company Group itu..
Di dalam Mansion mewah itu.. Tampak di dalam ruangan tersebut beberapa lelaki paruh baya sedang duduk bersama dengan seorang pemuda berusia dua puluh tahunan dengan di temani dua wanita cantik tiada Tara yang duduk di samping nya seorang bocah berusia 12 tahun.
Siapa sangka dan duga pemuda berusia dua puluh tahunan itu dengan postur tubuh tinggi berkulit putih hidung mancung dia adalah sang Tuan Muda di perusahaan Holding Company Group.
"Tuan Muda Jabar ijin berbicara.." Ucap Lelaki paruh baya dengan pakaian layaknya seorang biksu dari negri Tiongkok..
"Silahkan pendeta.. Apa yang ingin kau bicarakan.." Ujar Jabar.. kepada lelaki paruh baya itu..
"Tuan Muda... Di antara kita berempat siapa yang ingin menjadi ketua dalam ritual pengiriman sihir kepada target musuh anda...?" Tanya Pendeta tua itu.
"Apakah Haiso... Dari negeri Afrika... Atau Cenayang dari Negri Thailand... Atau kah.. Nona Nina Zatulini dari Negri ini..?" Tanya lagi Pendeta Tua.
"Semua boleh menjadi ketua sesuai kesepakatan kalian bersama.. Kalian berempat atur saja.. Aku tak mau ambil pusing yang penting target yang di tugaskan oleh ku bisa mati..
"Baiklah.... Kalau anda Tuan Muda sudah berkata begitu... Saya menunjuk Tuan Haiso dari Negri Afrika saja yang memulai ritual di malam ini dengan target Nyonya Azzahra Masika Fatharani.. " Titah Pendeta Tua.. Lelaki berkulit hitam itu berdiri dan membungkuk hormat.
"Ayumi dan Sulastri.... Ayo kita keluar.. Biarkan mereka berempat memulai ritual nya tepat pukul 23:00.." Titah Jabar kepada dua wanita cantik yang menjadi selir Moch Ismail Ayah nya Jabar.
"Siap Tuan Muda.." Jawab Ayumi.. Lalu beranjak pergi mengikuti Jabar.
"Nina...... Kau bersama mereka ya, jangan dulu memanggil semua pengikut mu, sebelum ketiga paranormal itu bekerja.." Bisik Sulastri kepada gadis berusia 12 tahun itu.. Nina membalas nya hanya dengan mengangguk saja.
#### Sementara di luar Mansion itu, orang orang dari Singa Putih sudah bersiap untuk memulai penyerangan kepada orang orang yang berada di dalam itu..
__ADS_1
Kang Usep dan Sule serta anak dari Aden Haruman yang di bantu dengan beberapa anggota nya Singa Putih sudah bersiap untuk membumi hanguskan orang orang dari perusahaan Duo Holding Company Group..
"Ketua... Bagaimana... Apakah kita langsung menerobos atau menunggu instruksi dari Tuan Robi yang sudah berada di kota kecil daerah taman wisata Cibodas..?" Tanya Sule..
"Tunggu saja tepat pukul 23:00 dan setelah sepuluh menit tak ada kabar dari Tuan Robi.. Baru kita langsung bergerak... Kau Sule dan lima belas orang untuk melumpuhkan posisi di depan Mansion lalu Opan bersama sepuluh orang terus bergerak menyerang siapa saja yang ada di dalam Mansion... Untuk urusan Tuan Jabar dan yang lain nya menjadi urusan saya dan orang yang di bawa.." Kata Kang Usep memberi perintah.
"Siap Ketua.." Jawab mereka serentak..
"Ingat keberhasilan misi kali ini.. Tergantung kalian berdua.." Kata Ketua singa putih..!
"Siap Ketua, yakin misi ini kita semua pasti berhasil.." Ucap Sule mewakili mereka semua.
Masih tersisa sepuluh menit menuju pukul 23:00 wib masih ada waktu bagi organisasi Singa Putih untuk mengatur posisi nya dan ketika waktu itu sudah terlewat.. Perintah dari Tuan Robi belum terucap, maka mereka pun langsung bergerak untuk melumpuhkan orang orang dari Duo Holding Company Group.
Dalam mobil mewah paling depan Marcedez Benz C-Class tampak pengemudi itu seorang pemuda yang sangat tampan nan rupawan dengan di samping kemudi nya sosok gadis berhidung mancung dan putih mulus..
"Sayang..... Coba kau kirim pesan Wasttap kepada Kang Hendra atau Hendri untuk menanyakan posisi Kiara dan Kak Friska.. Berada di mana di sekap nya, kirim pesan nya melalui ponsel Kakak." Kata Awan kepada kekasihnya yang baru saja jadian.
"Baik kak....! Nabil pun langsung mengirim pesan kepada salah satu yang di titahkan oleh kekasihnya..!
"Sudah kak.. Ceklis dua belum di baca." Kata Nabil..! Awan hanya mengangguk..
Sementara di belakang mobil Marcedez Benz C-Class.. Mobil Mewah Lamborghini Sian yang di bawa oleh Excel dan di samping nya seorang lelaki yang menjadi kekasih nya Kiara Agusta Indriani.. Ia ikut bersama Sandi untuk menghadapi pihak Orang Orang Duo Holding Company Group walaupun sebelumnya di larang oleh Muhammad Awan Pratama, karna tidak mau melibatkan orang yang bukan dari perusahaan Anugrah Awan Sentosa.
Akan tetapi setelah Bu Dewi menjelaskan panjang lebar serta ikut andil dalam penyelamatan Kiara yang menjadi kekasih nya.. Fikri pun di ikut sertakan dalam perkelahian malam ini... Sedangkan Sandi sendiri secara sukarela ikut membantu dan walau bagaimana pun Ia murid pencak silat paguron yang dimana Awan pun dulu pernah belajar silat di padepokan itu.
__ADS_1
"Dreet..........................
"Dreet..........................
Ponsel Nabil bergetar tanda pesan masuk di ponselnya.!
"Tuan muda mohon maaf membalasnya telat.. Posisi korban belum terlihat di Vila mewah yang menjadi markas besar Duo Holding Company Group... Kemungkinan besar Nona Kiara dan Nona Friska masih dalam perjalanan menuju Vila ini.." Balasan dari Kang Hendra yang di tugaskan oleh Awan bagian penyelamatan saja.
"Kak bagaimana ini balas nya.. Kak Kiara dan Kak Friska kata nya belum di sekap di vila itu.. Kemungkinan masih dalam perjalanan.
"Hmmmmm sebaik nya telepon Tuan Asisten... Yang berjaga di sekitaran Vila itu untuk mencegat posisi para preman yang membawa Nona Friska atau pun Kiara.." Titah Awan..
"Baik Kak............. Ehk.... Kang Hendra mengirim pesan lagi Kak.." Kata Nabil..
"Coba buka dulu pesan dari Hendra.." Titah Awan.. Mobil Mewah yang di kemudikan pun membelok kearah jalan taman wisata Cibodas..
"Tuan Muda lima ratus meter sebelum sampai ke lokasi Vila mewah itu.. Dua Mobil Xenia warna hitam sedang berjibaku bersama orang orang dari Murid Mama Sepuh, kemungkinan terbesar dalam mobil itu ada di sandera yang akan kita berdua selamatkan.." Pesan dari Hendra.
"Nabil langsung balas pesan dari kang Hendra segera selamat kan Kiara dan Friska.. Aku sepuluh menit juga sampai di lokasi.." Kata Awan kepada Nabil untuk mengirim balasan pesan wasttap.
"Baik Kak.............." Ucap Nabil lalu mengetik pesan untuk di kirimkan kepada Hendra..
Awan sendiri langsung menginjak pedal gas nya untuk melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi, mobil mewah Lamborghini Sian dan lima motor cross yang di belakang pun ikut memecut laju kendaraan nya ketika mobil di depan menambah kecepatan nya itu.
Bersambung.
__ADS_1