
Di kampung yang tidak jauh dari kantor kecamatan tepat nya di salah satu rumah yang halamannya terdapat sebuah balong yang biasa di pakai oleh ibu ibu kampung tersebut untuk mencuci pakaian atau pun mencuci piring berkas yang sudah di pakai makan.
Di Balong itu beberapa ibu ibu paruh baya dengan asyik nya bergosip sambil tangannya memegang sikat cuci pakaian di sore hari.
"Omah......! Maneh tadi lihat di televisi pagi hari ada mobil masuk jurang kedalam hutan jati itu.? Tanya Didah kepada Wanita yang sedang menggosok pakaian nya.
"Heeh.....! Didah..... " Urang nempo tadi....! lainya karunya ETa lalaki na meni benget na ancur. " Jawab Didah memakai bahasa Sunda.
( Iya....! Didah....." Saya lihat tadi....! Lainya kasihan itu lelaki nya Itu muka nya hancur " Penerjemah bahasa Indonesia )
"Iya.......! Itu murni pembunuhan." Timpal salah seorang wanita yang sedang mengucek ngucek pakaian di samping Omah.
Mereka Bertiga asyik dengan obrolan di sore hari sambil mencuci pakaian di Balong milik Pak Engkos.
Sementara tidak jauh dari Balong tersebut dua wanita berbeda usia itu sedang bertamu di rumah pasangan suami istri berusia 40 tahun itu.
"Bu Lisnawati dan Bu Romlah silahkan di minum air nya." Kata Titin kharisma setelah pembantu nya menyajikan minuman tersebut.
"Terima Kasih Bu Titin. " Balas Lisnawati singkat.
"Bu Romlah dan Lisnawati ada gerangan apakah sehingga sore hari datang bertamu kepada kita.? Tanya Engkos Suami Titin kharisma.
"Begini Pak Engkos dan Bu Titin maksud tujuan kami datang kesini hanya untuk menanyakan perihal masalah sawah yang di gadaikan oleh adik Ibu saya yang bernama Markonah tempo dulu." Kata Lisnawati tersenyum manis.
"Ohk....! Terus bagaimana? Tanya Titin kini yang berbicara.
"Saya mewakili ibu saya mau menanyakan berapa lama lagi jatuh tempo dalam surat perjanjian yang di tuangkan antara pihak peminjam dan pihak penerima pinjaman." Lisnawati berkata kepada pasangan suami istri itu. Membuat mereka tersenyum dalam hati penuh dengan kemenangan karna tidak mungkin mereka bisa melunasi hutang nya.
"Sebentar saya akan bawa terlebih dahulu surat perjanjian hutang piutang antara Nenek Markonah dengan saya. " Kata Engkos langsung beranjak pergi menuju pintu kamar nya.
Hanya butuh lima menit Pak Engkos pun telah kembali lagi serta membawa satu map yang berisi surat perjanjian dan sertifikat sawah yang di gadaikan.
Bu Lisnawati dan Bu Romlah biar saya bacakan surat perjanjian antara Bu Hajah Markonah dan Istri saya Titin kharisma. " Kata Engkos.
__ADS_1
"Silahkan Pak Engkos. Jawab nya di angguki oleh Bu Romlah.
Yang bertanda tangan di bawah ini.
Nama : Hajah Markonah.
Usia : 58 Tahun.
Agama : Islam
Alamat : Kampung suka suka RT 03/01 Desa Kertayasa.
Dengan ini meminjam uang sebesar 50 juta dengan bunga 20 % per bulan selama jangka waktu delapan bulan. Kepada saudara
Nama : Titin kharisma
Usia : 40 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Kampung suka suka RT 03/01 Desa Kertayasa.
Dengan ini surat perjanjian di tulis tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan dengan keaadaan sehat jasmani.
Pihak peminjam. Pihak pemberi
Hajah Markonah. Titin kharisma.
"Jadi bila Bu Lisnawati dan Bu Romlah tidak bisa membayar bunga dan pokok nya tepatnya bulan depan tgl 15 maka dengan rasa menyesal sawah itu menjadi milik Titin kharisma. " Kata Engkos dengan wajah di buat sedih. Tetapi dalam hati bersorak gembira.
Sama hal yang di rasakan oleh Istri Engkos Kosasih itu. Dalam hati penuh kemenangan karna sawah yang mereka berdua dambakan tinggal tiga Minggu lagi akan menjadi milik nya.
*************************
__ADS_1
Ruangan VIP di RSUD kota Sukabumi seorang pemuda berusia 15 tahun sedang tertidur pulas di salah satu ruangan inap pasien itu. Mungkin karna belum tidur dan kelelahan akibat perkelahian semalam menyelamatkan seorang lelaki yang belum dia kenal sekali tanpa berpikir panjang akibat dan resiko kedepan nya.
Lelaki Tua pemilik perusahaan Future Nugraha Company yang sedang terbaring di ranjang Rumah sakit itu memperhatikan pemuda dengan penuh kekagumannya itu.
Tak berselang lama setelah itu pintu ruangan inap pun terbuka dan masuk lah wanita berusia 45 tahun bersama dua anaknya mengikuti salah satu perawat rumah sakit tersebut.
"Sayang, sapa wanita itu dan di teruskan oleh anak anak nya.
"Ayah........! Ayah......! Sapa dua anak nya berjalan melangkah menghampiri lelaki tua yang sedang terbaring lemah tak berdaya.
Mereka bertiga pun menghampiri nya. Sedangkan perawat tersebut pergi keluar setelah meminta Ijin kepada pasien itu.
"Sayang kenapa sampai bisa begini, sedangkan Andri Setiawan. Diaa......... Wanita itu tak kuat untuk melanjutkan perkataannya. Karna terisak menangis. Hiks.. hiks.. hiks.....!
Tedi Ferdiansyah pun langsung beranjak duduk dari pembaringan di bantu oleh kedua anaknya.
"Istriku tenang lah dan sabar. Aku juga tidak menyangka dan tak kuduga perjalanan bisnis ini mengakibatkan sahabatku meninggal akibat salah seorang mungkin ada kaitannya orang orang dekat kita. " Tedi berkata kepada istri dan kedua anak nya.
"Maksud ayah bagaimana? Tanya anak yang berumur 25 tahun itu penasaran.
"Begini Anak ku cerita awalnya saat itu ayah menerima pesan singkat dari Iwan mengabarkan bahwa dia kehabisan bensin di hutan jati jalan menuju gunung mananggel memakai sepeda motor pelayan hotel. Dia meminta tolong sama ayah untuk membawa bensin agar motor nya bisa jalan. Tedi Ferdiansyah lalu menjelaskan semua nya dari mereka tiba di hutan jati dan sampai Andri Setiawan di buang ke jurang bersama mobil dan di tolong oleh pemuda yang sedang tertidur di samping pojok karna kelelahan.! Kata Tedi menjelaskan peristiwa malam itu serta menunjuk kepada pemuda yang tertidur lelap.
Seketika mereka bertiga menatap pemuda yang sedang tertidur di sudut samping ruangan inap tersebut. Dan Istri nya bertanya kepada suami nya.
"Sayang apakah mereka berdua sudah mengetahui tentang kejadian ini? dan apakah Iwan serta Supit sudah di hubungi oleh mu tentang keberadaan di rumah sakit ini? Tanya Istri Tedi Ferdiansyah.
"Belum Istriku hanya Asisten Robi saja yang baru di hubungi dan sebaiknya jangan di hubungi terlebih dahulu karna ada sebuah kejanggalan diantara mereka berdua. Biarkan Robi dan anak buah yang menyelidikinya. " Kata Tedi.
Tidak lama setelah itu, di saat Keluarga lelaki yang di selamatkan oleh pemuda berusia 15 tahun itu terbangun dari tidur panjang siang hari itu.
Pemuda itu langsung beranjak menuju ke kamar mandi untuk membasuh muka dan membuang sirup berwarna kuning yang berada di pusaka milik nya ( Kencing )
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
__ADS_1
Bersambung.