
"Menjalankan tugas." Kata Dayat dan Odeng serta Gundul Pacul Cul Cul bersamaan..
"Mantap saya suka dengan kalian yang setia kepada perusahaan Holding Company Group." Kata Safir.
"Baiklah untuk tugas selanjutnya saya akan berikan kepada Tuan Jamil dan beberapa anak buahnya.. Coba lihat ke layar lebar." Pinta Safir.
Sama hal dengan mereka bertiga yang di beri tugas untuk menculik ketiga sahabat Muhammad Awan Pratama, Jamil dan anak buahnya langsung menatap kearah layar lebar yang menempel di dinding tersebut.
Tampak di layar lebar itu seorang gadis muda berusia 22 tahun sedang mengobrol dengan lelaki paruh baya di salah satu ruangan komisaris perusahaan. Gadis muda dan lelaki paruh baya itu berstatus anak dan ayah.
"Tuan Jamil dan beberapa anak buah yang sudah terlatih serta para preman yang di bawa dari kota gudeg Jogjakarta, bertugas untuk menangkap gadis cantik itu dan langsung bawa ke markas besar Holding Company Group." Kata Safir memberi perintah.
"Siap Tuan Safir.. Tapi kenapa tidak di satukan dengan ketiga sahabat pemuda itu.?" Tanya Jamil penasaran, kenapa anak dari perusahaan Future Nugraha Company Group setelah berhasil di tangkap malah di bawa ke Markas Besar Holding Company.
"Sesuai instruksi dari Tuan Muda Jabar dan Tuan Muda Rojak, yang langsung turun tangan memberikan arahan kepada saya dan orang orang penting di perusahaan Holding Company Group, bahwa untuk mengelabui pihak lawan agar pikiran nya terbagi dua opsi, mana yang harus di selamatkan oleh pemuda bernama Awan." Terang Safir.
Jamil dan anak buahnya tampak kaget dan terkejut dengan penerangan dari Tuan Safir kepercayaan dari dua Tuan Muda perusahaan Holding Company Group itu, taktik dan rencananya tidak kepikiran sampai kesana.
"Sungguh ide yang sangat brilian." Puji Jamil.. Hal itu membuat Tuan Safir tersenyum manis.
"Baiklah untuk rencana yang terakhir.. Rencana ini berhubungan dengan alam tak kasat mata.. Saya serahkan semua tugas ini kepada Tuan Bedil dan Bedul.. Walaupun Tuan Bedul tidak ada dalam rapat ini tapi di wakilkan oleh adik seperguruannya yaitu Bedil itu juga sudah cukup." Kata Safir menatap kearah lelaki yang sedari tadi duduk di samping Gundul Pacul Cul Cul.
Bedil langsung berdiri membungkuk hormat kepada Tuan Safir lalu berkata dengan sangat berwibawa dan tegas.
__ADS_1
"Siap menerima tugas dari anda Tuan Safir.!!
"Tuan Bedil.... Ada lima target yang harus kau bunuh secara sihir dan semua poto dan nama serta bin nya tinggal anda lihat di layar lebar itu." Tunjuk Safir seraya memencet tombol remote.
Tampak jelas di layar lebar itu ada tiga orang wanita setengah tua dan dua lelaki yang hanya selisih beberapa tahun usia nya.
"Tuan Bedil.... Apakah kau kenal mereka berlima.?" Tanya Safir kepada lelaki yang masih berdiri menatap layar lebar itu.
"Menjawab anda Tuan Safir!
"Wanita yang memakai kerudung hitam dengan baju daster ibu ibu.. Itu adalah Lisnawati bin Oo bin Jalaludin..!
Tuan Safir mengangguk." Lalu dua wanita nya lagi.?
"Yang memakai kerudung putih dengan pakaian kemeja putih dan berjas hitam dia adalah orang kepercayaan dari Muhammad Awan Pratama yang tak lain Dewi Ayunda bin Ustadz Jamhuri bin Sardi.
"Tuan Safir mohon maap untuk dua orang lagi yang berjenis kelamin laki-laki saya tidak mengetahui nya. Sudikah anda memberitahu kan kepada saya." Pinta Bedil.
"Pasti..... Pasti.... Tuan Bedil. Lelaki yang memakai pakaian kaos bergambar padepokan Macan Tutul itu adalah Irsyad Maulana dia adalah ketua dari organisasi tersebut dan sekaligus orang yang sangat berpengaruh di dalam pihak kepolisian, informasi orang tersebut akan saya kirimkan kepada wasttap anda Tuan Bedil." Terang Safir Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan perkataan nya.
Bedil hanya tersenyum dan mengepalkan tangannya, bukan hal sulit bagi dirinya dan kakak seperguruannya itu untuk menghilangkan nyawa mereka dengan metode sihir atau bisa di sebut dengan santet.
"Tuan Bedil yang terakhir adalah Asisten dari Tuan Tedi Ferdiansyah pemilik perusahaan Future Nugraha Company Group yang telah bekerjasama dengan perusahaan ISMAIL GROUP.. Pria itu dengan nama lengkap Robi Sudarsono bin Tono." Kata Safir.
__ADS_1
"Terima Kasih Tuan atas informasi dan biodata lengkap dari kelima calon korban itu." Jawab Bedil.
"Baiklah.. Semua sudah kita bahas dan penempatan kerja kerja dari kalian semua sudah selesai dan di atur dengan masing masing mendapatkan tugas dan tanggung jawabnya masing masing. Maka dari itu pertemuan kali ini segera saya tutup." Kata Safir.
"Untuk Tuan Bedil dan para anak buahnya. Semuanya boleh meninggalkan ruangan pertemuan ini." Kata lagi Safir bangkit berdiri dan mempersilahkan mereka untuk membubarkan diri.
Safir segera bangkit dari kursi nya setelah semua yang menghadiri rapat singkat tadi keluar meninggalkan ruangan rapat tersebut.
Sesuai perintah dari Safir, kini yang ada di ruangan pertemuan itu hanya ada Bedil dan beberapa anak buahnya dan Safir serta dua bodyguard nya.
"Tuan Bedil dalam amplop ini beberapa data dan poto serta nama nama target yang akan di bunuh secara ghaib oleh mu dan kakak seperguruan mu yaitu Tuan Bedil." Kata Safir menyerahkan amplop berwarna coklat.
Bedil pun langsung menerimanya dan membuka tali yang ada di atas dengan melingkari kancing yang menempel di atas map itu.
Tampak beberapa poto dan satu buah kertas bertuliskan nama dan lengkap dengan bin nya.. Lalu dalam map itu Bedil bertanya tanya dalam hati nya, ada satu buah kunci mobil dan satu kartu mirip seperti ATM.
"Tuan Safir... Ini.... Ini..... Apa.?" Tanya Bedil terbata bata.
"Hehehehe... Itu adalah kunci mobil dan mobil nya ada di area parkir gedung ini... Boleh di bawa pulang oleh mu dan dalam kartu ATM itu terisi uang yang jumlahnya sekitar satu miliar, buat membeli kepala mereka berlima." Terang Safir.
"Aa...... Ap..... Apa..... Ini tidak berlebihan Tuan.. Bedil seketika terkejut dengan pemberian dari Safir yang terlalu banyak..
"Tuan Bedil, bagi orang orang kita uang bukan hal yang sulit.. Asalkan kau bersama dengan Kakak seperguruan mu berhasil melaksanakan tugas yang di berikan oleh ku, saya jamin pundi pundi uang akan terus mengalir ke saku celana mu." Kata Safir memberi iming iming.
__ADS_1
"Baik Tuan Safir, anda tidak usah khawatir dan cemas, tugas ini begitu mudah bagi saya dan anda tinggal nunggu kabar berita dari Twitter Facebook Google dan YouTube mereka berlima akan mati secara mendadak." Ujar Bedil Jumawa.
Bersambung.