
"Kriiiiing.........!! Kriiiiing........!! Kriiiiing........!!
Suara ponsel berdering keras terdengar jelas oleh mereka yang sedang mengobrol di ruangan keluarga perumahan Elit Leles Residance.
Bu Dewi lalu mengambil ponsel yang Ia simpan dalam saku celana nya. Ia pun melihat nomor yang tidak ada dalam daftar kontak telepon nya.
"Hmmmmmmmm....!! Siapa ini.?" Tanya Bu Dewi seraya bergumam.
Wanita setengah Tua pun langsung mengusap layar bawah nya hingga ke atas dan ponsel pun ia simpan dalam daun telinga nya seraya berkata.
"Halo.....!!
"Dengan siapa ini.?" Tanya Dewi menjawab telepon masuk...
"Apakah saya sedang berbicara dengan Ibu Dewi Ayunda.... Direktur utama PT Anugrah Awan Sentosa." Kata seorang wanita di sebrang telepon.
"Iya....... Betul saya sendiri..... Kalau boleh tahu saya sedang berbicara dengan siapa.?" Tanya Dewi penasaran.!!
Awan dan yang lainnya terdiam dan berhenti mengobrol ketika Bu Dewi sedang menerima telepon. Tampak terlihat wajah serius dari Bu Dewi tersebut.
"Perkenalkan Bu Dewi.... Nama saya Titin Kharisma. Kita pernah bertemu sebelum nya, di rumah saya waktu anda membantu mengurusi permasalahan Siti Romlah yang tak lain Nenek nya Muhammad Awan Pratama." Kata Wanita itu memperkenalkan diri nya.
"Apa Titin Kharisma..!! Kaget Bu Dewi.... Ia pun langsung menghidupkan loadspeker ponselnya agar Awan dan yang lainnya ikut mendengarkan nya.!!
__ADS_1
"Iya....... Saya Titin Kharisma istrinya Engkos Kosasih..!!
"Apa maksud anda menelepon saya.?" Tanya Bu Dewi.. Kini di ruangan itu sudah berada Kanit Reskrim yang sedang menanyai Lisnawati... Di beritahu nya oleh Azzahra bahwa Bu Dewi menerima telepon dari istri tersangka yang kini menjadi target pihak kepolisian......!!
Mereka semua tidak ada yang bersuara sedikitpun terlihat seluruh wajah nya serius menandakan bahwa mereka ingin mengetahui apa yang terucap dari Titin Kharisma ketika Bu Dewi telah bertanya.!!
"Hahahaha........... Hahahaha.............!! Bu Dewi...... Bu Dewi..............!! Maksud tujuan saya menelepon anda adalah memberitahu kan bahwa anak gadis mu dan ke empat anak buah mu untuk menjemput wanita tua reot sudah bau tanah yang berada di pesisir pantai selatan bersama dengan cucu nya kini berada dalam genggaman tangan ku." Kata Titin Kharisma tertawa lepas dalam sambungan telepon nya.
"Cuih........... Apakah ucapan mu layak untuk di percaya." Kata Bu Dewi sesaat melihat kode dari Muhammad Awan Pratama dan Kanit Subadra untuk bersikap tenang tidak menunjukkan sikap ketegangan, walaupun kalau benar perkataan dari penelepon itu telah menculik Amel anaknya.
"Hahahaha........... Hahahaha.......... Bener bener wanita keras kepala tidak percaya dengan ucapan orang lain. Buka pesan Wasttap sudah aku kirim poto anak mu yang sedang terikat dan mulut di lakban bersama dengan empat para pegawai Anugrah Awan Sentosa serta wanita tua yang sedang di ikat oleh para preman ku." Titah Titin Kharisma.
Bu Dewi langsung melirik ponsel yang Ia pegang mata nya tertuju ke layar atas notifikasi dan tampak terlihat beberapa pesan Wasttap masuk ke aplikasi pesan tersebut....!!
"Kriiiiing''...............!!
"Kriiiiing''...............!!
Titin Kharisma kini menelepon kembali. Bu Dewi menatap kearah pemuda yang menjadi majikan nya. Anggukan dari Awan untuk mengangkat telepon dari Titin Kharisma.
"Halo. Katakan apa mau mu sekarang hah.?" Tanya Bu Dewi dengan nada membentak.
"Hahahaha......... Santai....... Santai......... Bu Dewi jangan emosi begitu...! Kita bisa bicara baik baik." Kata Titin Kharisma dari sebrang telepon tertawa meledek.
__ADS_1
"Cuih........ Kau bukan orang yang bisa di ajak bicara baik baik Titin... Cepat katakan apa mau hah..." Bentak Bu Dewi dengan nada amarah tertahan.
"Baik....... Baiklah....... Permintaan ku simpel saja...!! Saya hanya menginginkan anak dari Lisnawati datang kesini dengan seorang gadis putri dari Zahra yang berjualan di kios Prapatan lampu merah." Kata Titin Kharisma dalam sambungan telepon nya.
"Eiit..... Eiit........ Bu Dewi.... Saya ingatkan kepada anda atau orang orang yang sedang mendengarkan obrolan kita berdua.... Bila saja kau sampai laporan kepada pihak berwajib, maka nyawa anak mu dan keempat anak buah mu kamu akan melihatnya tinggal mayat saja..." Bukan mereka saja malah seorang bayi mungil yang sedang di gendong oleh wanita tua pun akan saya bunuh dan kuliti seluruh tubuh nya.....!! Ancam Titin Kharisma tidak main main.!!
"Baik aku akan menuruti keiinginan mu..... Tapi awas saja bila anak ku dan keempat pegawai serta dua orang lagi yang bernama Tukiyem dan cucu nya tergores sedikitpun............. Aku akan memburu mu walaupun kau kabur ke ujung dunia sekali pun." Bu Dewi balik mengancam kepada Titin...
"Hahhahahahaha. Hahahahahahah. Anda tenang saja tidak usah khawatir.....!! Baiklah kalau begitu saya akan mengirim serlock kepada mu Bu Dewi yang terhormat untuk membawa Muhammad Awan Pratama dan gadis cantik Putri dari Bu Zahra." Kata Titin... Langsung mematikan panggilan telepon nya itu.
"Pak.... Arianto... Pak Kanit...... Kita harus bagaimana.?" Tanya Bu Dewi kebingungan... Ada dua sisi dalam pikirannya saat ini.!! Membawa majikan nya dan Nabil atau tidak sama sekali....!!
Mereka semua kebingungan saat ini... Jelas jelas keinginan dari Titin Kharisma ingin membunuh Awan dan Nabil, dengan menyandera anak Bu Dewi dan ke empat para pegawainya.... Tetapi apa hubungannya dengan Tukiyem dan Cucu nya..!!
Tampak terlihat wanita cantik dan aura memancarkan kecantikan di waktu senja itu berdiri lutut bergetar dan keringat bercucuran.. Ia melihat sekilas Poto yang di kirim oleh Istri dari lelaki iblis yang telah menghancurkan hidupnya... Bahwa Ibu kandung nya serta anak satu satu buah perkawinan dengan suami pertama yang mati di bunuh itu kini sedang berada dalam genggaman Istri Engkos Kosasih.
Mulutnya bergetar hebat api dendam mulai merasuki sedikit demi sedikit ke seluruh tubuhnya. Hembusan angin sepoi-sepoi yang tiba tiba datang di ruangan itu jelas menandakan bukan angin biasa..........
"Teh. Lara........ Redakan Emosi mu... Istighfar serahkan kepada sang maha tunggal..... Jangan sampai arwah yang mendampingi mu masuk kedalam raga mu." Teriak Awan..... Jelas Ia mengetahui kejadian itu persis seperti malam sebelum Ia kerasukan Nyi Dewi Sekar Arum.
"Nabil........... Dan yang lain tersentak kaget setelah pemuda yang di cintai nya itu berteriak kearah Teh Lara.....!! Langsung bergegas memeluk Teh Lara untuk menenangkan api amarah nya.
"Teh...... Lara..... Nabil mohon tenang kan lah amarah mu... Aku tak mau kejadian itu terulang kembali... Yakin lah anak dan Bunda teh Lara akan baik baik saja." Lirih Nabil kepada telinga nya..... Orang orang yang ada di ruangan itu ngeri melihat sorot mata wanita itu yang sedang menyala nyala....
__ADS_1
Bersambung.