
Malam itu di kawasan restoran mewah yang berada di jalan raya Ciawi Bogor tepatnya di kota Cisarua Indah.
Malam ketika Muhammad Awan Pratama bersama Tedi Ferdiansyah sedang berada di kediaman rumah Abah Aden Haruman di kawasan Citamiang Puncak Bogor. Di salah satu restoran mewah bintang tiga di kawasan Cisarua Indah. Mobil Honda Br-v masuk ke restoran taman sapari dan berhenti tepat di samping mobil Toyota Alphard.
Tak lama setelah itu dua lelaki seumuran pun turun dari mobil yang baru saja berhenti. Kedua lelaki itu pun langsung masuk kedalam restoran yang sudah di tunggu oleh beberapa orang yang sudah berjanji temu dengan dua lelaki yang baru turun dari mobil Honda Br-v.
"Tuan Iwan dan Tuan Supit." Tegur Bob Hidayat setelah sampai di meja makan yang di tempati oleh mereka berdua.
"Pak Bob silahkan duduk. Mohon maap tidak menyambut mu." Ucap Iwan seraya mempersilahkan.
"Terima Kasih Tuan Iwan.....!! Akh tidak apa apa dan perkenalkan ini adalah kaki tangan saya bernama Betmen." Kata Bob.
"Salam Tuan Tuan saya Betmen." seraya membungkuk hormat.
"Salam kembali Tuan Betmen saya Iwan dan di samping saya Supit." Ucap Iwan.
Setelah Acara perkenalan selesai. Mereka berempat pun langsung duduk dan memesan makanan seraya menunggu majikan mereka berdua yang kemungkinan terjebak macet di daerah Cipayung.
Satu jam kemudian orang yang di tunggu pun kini telah datang bersama beberapa pengawal yang mengikuti dari arah belakang.
Iwan dan Supit yang mengetahui kedatangan Tuan Agus Ferdiansyah segera berdiri dan membungkuk hormat kepadanya.
"Iwan dan Supit serta yang lainnya lanjutkan makannya. Saya sendiri juga akan makan bersama beberapa pengawal." Titah Tuan Agus Ferdiansyah.
"Terima Kasih Tuan Besar........... Ucap mereka berdua.
Tak lama setelah itu mereka berempat pun sudah selesai dengan makan malam di restoran berbintang itu. Sama hal dengan majikan nya yang sudah selesai menyantap makanan yang sudah di hidangkan oleh pelayan restoran mewah itu.
Iwan dan Supit bersama Bob Hidayat serta Betmen pun kini sudah berada di meja Tuan Besar Agus Ferdiansyah untuk membahas sesuatu rencana yang akan di kerjakan hari Sabtu.
__ADS_1
"Pak Bob Hidayat sungguh kebanggaan bagi saya bertemu dengan anda." Puji Agus Ferdiansyah di sela membuka obrolan di malam itu.
"Anda bisa aja bos besar. Justru saya yang merasa terhormat bisa bertemu dengan Tuan Besar." Balas Bob Hidayat dengan senyuman manis.
"Pak Bob Hidayat bagaimanapun perusahaan PT Bina Sakinah Group. Apakah banyak proyek yang di kerjakan.?" Tanya Agus Ferdiansyah.
"PT Bina Sakinah Group kurang berkembang dan hanya mengandalkan dari perusahaan Future Nugraha Company. Itu juga hanya wilayah kota kecil saja yang di berikan oleh perusahaan tersebut." Keluh Bob mengenai tempat kerjanya.
"Hmmmmm. Di sangka saya semua proyek untuk wilayah Jawa Barat di serahkan kepada PT Bina Sakinah Group." Sangka Agus Ferdiansyah.
"Tidak sama sekali Tuan. Pernah suatu hari Ir Hardiansyah meminta proyek yang ada di kota Sukabumi kepada Tuan Besar Tedi Ferdiansyah tapi di tolak mentah mentah oleh para staf dan jajarannya. Padahal Tuan Tedi mempunyai wewenang lebih saat itu, sebelum sekarang tidak tahu keberadaan." Kata Bob menjelaskan kekesalan nya waktu itu.
"Sabar........ Sabar........ Ada masa nya Pak Bob akan membalas kekesalan itu." Jawab Agus dengan seringai licik.
Bob hanya mengangguk dan tersenyum kecut di hadapan Tuan Besar Agus Ferdiansyah.
"Pak Bob ada tugas yang persis pas waktu itu. Tapi ini hanya semut kecil dan seorang diri keberangkatan menuju kota kecil. Kata nya untuk meninjau lokasi perumahan yang telah di kerjakan oleh CV Hansel Mandiri selaku anak perusahaan PT Bina Sakinah Group.
"Menurut informasi yang di dapat dari orang orang yang di percaya. Semut kecil itu berangkat hari Sabtu. Kemungkinan terbesar dia akan tiba di lokasi proyek pukul 02:00 Siang hari." Agus menjelaskan kepada Bob.
"Apakah semut kecil itu akan menginap di kota kecil itu. Sama seperti Ayahnya beserta anak buahnya.?" Tanya Bob.
"Dia akan menginap dan Pak Bob bisa mengatur nya biarkan orang orang kita yang akan menjebaknya serta memancing semut itu. Tinggal Pak Bob beserta Iwan dan Supit bersama para preman yang dulu kita sewa mengeksekusi nya." Kata Agus Ferdiansyah.
"Dengan senang hati Tuan Besar saya akan melaksanakan tugas yang anda berikan. Anda tinggal terima bersih nya saja." Jawab Bob tersenyum licik.
"Saya cukup senang dan bahagia mendengar nya. Pak Bob." Ucap Agus Ferdiansyah dengan senyuman manis.
Obrolan malam di restoran mewah bintang tiga itu yang berada di kawasan Cisarua Indah cukup lama. Mereka semua tidak menyangka bahwa pertemuan kali ini, sedang di intai dan di kuntit oleh asisten Tuan Besar Tedi Ferdiansyah bersama beberapa pengawal nya.
__ADS_1
"Tuan Besar kalau begitu saya undur diri dan besok saya akan mempersiapkan sesuatu nya. Serta akan langsung menemui preman preman pembunuh bayaran itu." Kata Bob menyudahi obrolan nya.
"Silahkan Pak Bob........ Untuk semua keperluan sudah saya transfer langsung menuju rekening Pak Bob." Ucap Agus Ferdiansyah tersenyum.
"Terima Kasih banyak Tuan sebelumnya. Itu akan lebih mempermudah tugas yang anda berikan." Bob tersenyum.
Bob dan Betmen pun langsung undur diri dari hadapan mereka, berjalan menghampiri mobil nya untuk kembali ke kota kecil dimana ia tinggal.
***
"Hmmmmmmm.!! Kena kau Agus dalang di balik semuanya adalah dirimu. Ucap anak buah Robi yang di susupkan di restoran tersebut.
"Tuan Robi apakah dua Algojo itu perlu di buntuti atau jangan." Pesan Aplikasi wasttap di kirim kepada asisten Tuan Besar itu.
"Tidak usah biarkan saja, sebaiknya kau dan beberapa teman mu tetap di sana jangan beranjak, serta terus pantau pergerakan mereka sampai keluar dari restoran itu." Balas Robi
"Baiklah Tuan Robi............!!
Setelah kepergian Bob Hidayat bersama temannya yang ikut bersama lelaki yang bekerja di PT Bina Sakinah Group itu. Agus Ferdiansyah pun segera membuka suaranya dan memulai berbicara kepada Iwan dan Supit yang sedari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan Bob Hidayat dengan Tuan Besar Agus Ferdiansyah.
"Iwan dan kau Supit setelah misi ini selesai kau sebaiknya segera operasi plastik agar pihak pihak penegak hukum tidak mengenali mu." Titah Agus Ferdiansyah.
"Kita berdua sudah memikirkan Tuan Besar. Dan apa yang di suruh oleh Tuan emang sudah berada dalam pikiran saya dan Supit." Jawab Iwan.
"Bagus...... Bagus....... Sebaiknya kalian berdua istrahat dan menginap di kawasan ini, untuk memantau keberangkatan Excel Ferdiansyah yang akan berangkat hari Sabtu siang." Kata Agus.
"Siap Bos Besar............ Tapi keuangan sudah menipis Tuan Besar." Kekeh Iwan cekikikan.
"Kalian berdua tidak usah khawatir nanti pukul 00:00 Saya transfer kepada rekening kalian berdua." Jawab Agus Ferdiansyah.
__ADS_1
"Siap bos Besar...............!!
Bersambung.