
Satu unit Mobil Honda all-new br-v keluaran terbaru meluncur dari jalan labuan membelah jalan raya Bandung Cianjur. Satu jam lama nya perjalanan mereka terhalang macet karna di jln Bandung Cianjur tepat nya di salah satu pusat kota kecil sedang berada rombongan pemberangkatan calon jamah haji di yang berada di jalan utama.
Kini mobil tersebut sudah sampai di halaman parkir kantor CV Hansel Mandiri dan berhenti di tepat di salah satu mobil Avanza Veloz milik Dika. Orang kepercayaan Haji Epen Manajer CV Hansel Mandiri.
Ketiga lelaki dengan berbeda usia itu langsung turun dari mobil nya dan berjalan masuk kedalam kantor tersebut.
"Iwan suruh pelayan untuk membuatkan kopi dan bawa keruangan ku. " Titah Manajer tersebut.
"Siap Pa Haji. " Jawab Iwan.
Tidak lama berselang setelah Lelaki bernama Haji Epen tiba di ruangan milik nya lalu dia mengeluarkan ponsel untuk menelepon seseorang. Tapi lagi dan lagi nomor yang di tuju sedang tidak aktif.
"Mungkin dia sedang berada di rumah nya." Ucap dalam hati Haji Epen.
Baiklah nanti malam saya akan kerumah nya karna PT Future Nugraha Company kata Andri Setiawan mereka akan menginap di salah satu hotel di kota kecil ini dan besok akan langsung menuju lahan yang akan di jadikan Mall terbesar di kota ini. Ucap lagi dalam hati.
*
*
*
Masih waktu yang sama tepat nya. Di taman alun alun kota dua sejoli yang sedang pokus dalam setiap obrolan itu dan sesekali di iringi canda tawa serta keseriusan setelahnya.
Muhammad Awan Pratama setelah melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan nya itu menunjukkan pukul 02 siang hari.
Irma yang tadi pikiran nya dan tubuh nya panas dingin dengan mudah nya pemuda itu mencairkan suasana nya.
Irma..........! Kita pulang yu....! Bisik manja Awan ketelinga gadis itu dan langsung berdiri.
"Ayo...! Tapi ingin di gandeng. " Jawab Irma manja.
Awan pun tersenyum dan menjulurkan tangan kepada gadis itu. Langsung di sambut oleh Irma. Mereka berdua lalu melangkah kan kaki nya menuju pintu keluar alun alun kota. Untuk menyetop angkutan umum.
"Mereka berdua pun sudah berada dalam angkot jurusan alun alun Kota menuju salah satu perumahan Elit di kota kecil itu. Awan langsung berbisik kearah telinga Irma.
"Irma......! Aku mau ke kontrakan dulu untuk mengambil sesuatu. " Bisik Awan.
__ADS_1
"Irma hanya mengangguk menandakan iya apa yang di ucapkan pemuda tersebut.
Dua puluh menit kini berlalu dan angkutan Umum yang di tumpangi oleh sepasang sejoli itu sampai di salah satu perumahan Elit di kota itu.
"Aden di masukan atau di gerbang pintu masuk perumahan? Tanya lelaki yaitu supir angkutan umum itu.
"Masukkan saja Pak di blok H nomor 21. " Sahut pemuda yang duduk berdampingan dengan gadis cantik.
Angkutan umum yang di tumpangi oleh mereka berdua berhenti tepat di salah satu rumah yang cukup besar dan mewah.
Mungkin kalah dengan rumah milik ayahku." Kata Irma dalam hati dan bergejolak hati nya saat ini.
"Irma ayo kita masuk. " Ajak Awan setelah membuka kunci pagar rumah mewah itu.
Gadis itu hanya mengangguk tampa menjawab ajakan dari Awan dia hanya mengikuti langkah pemuda itu dari arah belakang dan membawa nya masuk menuju garasi rumah.
"Awan pun mengeluarkan kunci pintu masuk kedalam rumah tipe ukuran 120 yang terbilang cukup elit dan mewah mencakup tiga atau empat kamar.
"Irma......! Bila mau minum atau pun ke kamar mandi tinggal lurus dan belok." Kata Awan seraya menunjuk sedangkan pemuda itu langsung masuk ke kamar khusus nya untuk mengambil ponsel dan menghidupkan sejenak.
Muhammad Awan Pratama di usia yang masih belia dan duduk di bangku sekolah SMA sosok pemuda mandiri selain dia mempunyai Kios sembako dan akan melebarkan sayap di bidang perdagangan. Pemuda itu cukup pandai dalam bidang berbisnis. Salah satu perumahan elit yang sedang di bangun oleh PT Future Nugraha Company dengan kontraktor CV Hansel Mandiri. Atas perantara pemuda itu kini proyek itu sedang berjalan.
Setelah selesai dengan urusan nya di dalam kamar dan mengabarkan kepada Manajer CV Hansel Mandiri akan menemui nya nanti sore. Pemuda bernama Awan pun keluar kamar menuju dapur karna tidak melihat Irma di ruangan tengah.
"Irma......! Habis mandi? Tegur Awan terlihat rambut dan baju basah.
"Ia badan lengket dan gerah ya udah mandi seger jadi nya.'' Jawab Irma dengan senyuman manis.
"Baju nya ganti nanti masuk angin? Tanya Awan karna terlihat kaos nya basah.
"Kan tidak bawa baju salin Sarwan." Jawab Irma sambil meneguk air minum.
"Ada tapi kaos punyaku." Ujar ku
Awan pun melangkah masuk menuju kamar satu lagi dan sedikit berkata dengan nada tinggi.
Irma.......! Sini......!
__ADS_1
Tak selang beberapa menit Irma pun masuk dan terkejut suasana kamar yang begitu rapi dan mewah melebihi mewah kamar milik nya.
"Irma......! Pilih saja sendiri yang cocok dan pas. " Kata Awan setelah membuka lemari baju.
Gadis cantik itu memilih warna biru kesukaan nya dan berkata kepada pemuda yang berdiri di samping diri nya.
"Awan aku ambil yang ini." Kata Irma tersenyum sumringah.
"Siap......! Aku keluar dulu dan loe silahkan ganti pakaian Karna kita akan pulang." Kata Awan melangkah meninggalkan gadis itu dalam kamar nya.
Dua menit berlalu Irma pun memanggil pemuda itu dari dalam kamar.
"Awan ada sisir nggak......!
Buka saja di pintu lemari satu nya lagi. " Teriak Awan langsung berjalan ke kamar dimana Irma memanggil nya.
"Sudah belum? Tanyaku setelah pintu kamar terbuka.
"Sebentar lagi.....! Balas nya.
Pemuda itu berjalan kearah kasur empuk spring bed empuk dan ia baringkan tubuh nya. Dengan mata tertutup dalam hati nya ia berkata. Apakah gue kasih tahu Irma tentang semua. Hati nya Berucap mata tertutup.
"Awan.........! Kamu tidur? Tanya suara gadis. Dan seketika pikiran nya buyar. Awan pun membuka mata nya dan tersenyum kepada gadis cantik itu.
Awan pun meregang kan kedua tangannya dan disambut pelukan oleh Irma. Seraya gadis itu berkata.
"Awan aku bukan orang munafik. Walaupun perasaan dan hatiku begitu cinta kepada dirimu. Tetapi aku tidak mau persahabatan kita hancur gara gara cinta.
Aku hanya minta satu permintaan darimu? Seandainya kita sedang berdua perlakukan aku layak nya seorang kekasih. Tapi bila kita sedang bersama dengan sahabat sahabat ku. Kamu harus perlakukan seperti sahabat. Lirih Irma dalam pelukan hangat pemuda tampan.
Awan pun menyibakan rambut Irma dan tangan memegang kepala Irma untuk saling menatap wajah nya masing-masing. Lalu pemuda itu mencium bibir Irma sesaat......! Hingga wajah gadis memiliki kulit putih bersemu merah.
Apakah semacam begitu sayang. Yang kau minta dariku.! Kata Awan manja.
Ayo........ ikuti terus pertualangan PEMUDA HEBAT SEPERTI DEWA dalam mengarungi tiga gadis sahabatnya dan beberapa gadis lainnya.
!!! Warning sudah baca wajib like dan komen bos. bila yang punya vote jangan lupa berbagi.
__ADS_1
Bersambung.