
Sora lalu membisikkan kata kata yang hampir sama terhadap Siti Lara, yang membuatnya langsung ambruk..
Awan hanya tersenyum licik ketika lelaki tampan yang bernama Sora itu membisikkan kata kata yang bisa menumbangkan lawan nya itu.
"Sekarang aku tau cara licik mu hai pemuda tampan, pantas sosok makhluk ghaib yang merasuki Teh Siti Lara kau mampu untuk di tumbangkan.." Kata Awan tatapannya tajam, menggetarkan hati Sora yang masih terdiam tak percaya.
Para petaka yang di katakan sebagai pasukan pembawa kehancuran umat manusia yang berada di bawah perintah sang Iblis berkedok padepokan satu persatu mulai menampakkan wajah aslinya. Sora pemuda tampan yang pesona nya mampu meluluhkan hati siapa pun yang memandang nya rupanya memiliki kemampuan menghasut seseorang untuk melakukan apapun yang di katakan nya, perintah yang keluar dari mulutnya membuat seseorang secara tidak sadar menganggap bahwa itu adalah keinginan dirinya sendiri sekalipun perintah itu menyuruhnya untuk membunuh dirinya sendiri. Kenyataan itu lah yang kini di ketahui oleh Muhammad Awan Pratama menghadapi lawannya yang tak lain di bawa oleh Abu Bakr Paman nya Moch Rojak dan Jabar.
Cara kerja mata kebenaran adalah mematahkan ilusi yang di terima pemilik nya baik terlihat, di dengar maupun di rasakan, selama hal itu bukan berasal dari pemiliknya langsung. Pengaruh sebesar apapun tak kan mampu berkutik di hadapan mata yang mampu melihat kebenaran sejati. Berkat mata kebenaran yang di miliki Awan ketika Ia terpental ke sebuah Mansion Mewah milik Moch Ismail yang ada di negara Mesir.. Awan pun saat itu di bawa oleh Pendeta Haka yang sudah berkumpul di Gunung Jabal Musa dan berkumpul nya orang orang sakti malam itu.
Muhammad Awan Pratama dalam lingkaran ke tujuh para makhluk sakti itu, di antaranya Syekh Maghribi dan Aden Haruman. Dirinya waktu itu ketika sesuatu hal besar menimpa dirinya dan Nabil Nur Fadillah, maka para makhluk yang tak kasat mata akan mendampingi nya dan membantu segala akar permasalahan yang di hadapi nya itu.
Sang Pemuda Hebat Seperti Dewa itu menyadari bahwa menjadi perisai Nabil Nur Fadillah dan Azzahra Masika Fatharani, adalah taruhannya nyawa.. Ia pun langsung menuju kediaman gurunya Abah Aden Haruman meminta Janji waktu pertemuan dengan para syekh di Gunung Jabal Musa waktu itu.
Kini Muhammad Awan Pratama, mampu melihat wajah asli Sora, bisikan kematian yang di ucapkan melalui telinga nya memicu mata kebenaran untuk melihat ilusi yang di buat oleh Sora, sekali pun kata kata itu hanya di dengar oleh Awan, tapi mata kebenaran tetaplah mata kebenaran tipu daya seperti apapun tak kan berguna di hadapan mata yang di katakan pusaka terlangka yang pernah ada.
Sora yang masih terkejut menerima kenyataan bahwa lawan yang di hadapannya mampu lolos dari bisikan kematian, Ia menerima pukulan telak di mulutnya yang membuat nya jatuh berguling-guling di lantai Vila mewah itu. Melihat lawan nya kebingungan tak berdaya Awan pun langsung melompat dan menginjak tubuhnya kemudian memukul wajah Sora bertubi tubi, hingga menciptakan bekas wajah yang lebam dan darah segar keluar dari mulut, hidung dan pelipis mata Sora.
"Ucapkan selamat tinggal kepada majikan mu hai pemuda tampan.." Kata Awan.. Lalu melancarkan pukulan telak nya tepat mengenai dada nya dan Sora pun berteriak seraya seluruh tubuh nya mengejang hingga berhenti sesaat lalu isdet.....
"Semuanya habisi jangan biarkan satu orang pun lolos... Arkhhhhhhhhhh..." Teriak Awan langsung melompat kearah Abu Bakr yang sedari tadi hanya menonton dan mampu orang kepercayaan yang Ia bawa akan menghabisi pemuda yang menjadi perisai bagi Nabil Nur Fadillah dan Azzahra Masika Fatharani.
Awan tampak seperti orang kesurupan memukul Abu Bakr tanpa henti.
__ADS_1
Sudah tidak terhitung lagi jumlah pukulan yang bersarang di tubuh Abu Bakr membuat lelaki setengah tua yang mempunyai siasat licik mempitnah Azzahra Masika Fatharani lima tahun kebelakang ketika Ibunda dari Nabil Nur Fadillah itu hidup bahagia bersama suaminya Moch Ismail dan anaknya.. Kini Abu Bakr jatuh terjerembab mencium lantai Vila mewah.
"Jabar............ Lihat lah paman mu ini!!" Kata Awan sambil menginjak punggung Abu Bakr yang jatuh tertelungkup dan menarik rambutnya dengan keras hingga....
"Kraakk.."
Terdengar suara tulang patah di susul dengan tubuh Abu Bakr yang berkelojotan meregang nyawa.
Setelah itu Awan langsung melompat dan mulai mengamuk menghajar siapa saja anak buah Moch Rojak yang berada di dekat nya.
"Tuan Abu Bakr..... Kau..... Awan.... Aku akan membunuh mu." Teriak Firmansyah dan mulai akan berlari menyerang Awan.
Belum lagi Firmansyah bertindak.. Tiba tiba tengkuk belakang nya di pukul oleh Akang satu dan langsung ambruk seketika.....!!
"Cepet selesaikan dan jangan satu pun lolos.." Kata Awan berteriak memberi perintah.
Mendengar teriakan Awan.. Excel dan ke enam Murid Mama Sepuh serta Abdul Nazib dan Yu Han segera bergegas kearah para anak buah Moch Rojak yang masih bertahan di dalam maupun di luar Vila mewah kawasan Cibodas itu.
Sang penghianat perusahaan Ismail Group.. Moch Ishaq melihat kondisi nya berbalik dan kekalahan di depan mata.. Ia pun lalu berusaha kabur dari orang orang Muhammad Awan Pratama bersama dua anak buahnya.
Moch Ishaq pun langsung berlari kearah pintu keluar Vila mewah itu melintasi orang orang yang masih berkelahi.. Tapi sayang beribu sayang.. Rencana melarikan dirinya itu di ketahui oleh Moch Aidil dan Moch Ahmad.
"Doooor...."
__ADS_1
Sebutir timah panas langsung menembus punggung nya membuat lelaki bertubuh sedikit pendek itu jatuh terlungkup.
"Mampus kau penghianat.." Kata Moch Ahmad sambil menatap kearah adik dari majikannya dengan tersenyum.
Tak lama beberapa detik.. Awan pun langsung keluar dari dalam Vila bersama Excel dan Abdul Nazib menghampiri sang penghianat yang telah di tembak oleh Moch Ahmad .
"Periksa apakah penghianat ini masih hidup atau pun sudah tewas?! " Kata Awan.
Moch Ahmad dan Abdul Najib langsung membalikkan tubuh Moch Ishaq. Setelah mereka memeriksa nya, ternyata Moch Ishaq masih hidup.
"Bereskan orang ini Tuan Ahmad! Aku tidak mau manusia berhati iblis ini masih hidup hanya untuk mengotori dunia ini saja.." Kata Awan.
"Dengan senang hati Tuan Muda Awan." Kata Ahmad lalu......
"Dor.... Dor.... Dor.....!
"Ayo semua keluar dan menuju rumah sakit.. Untuk bagian pembersihan urusan orang orang dari Kanit Subadra dan Organisasi Macan Tutul.." Kata Awan lalu berjalan keluar gerbang Vila mewah menuju sebuah mobil yang terparkir di jalan itu.
Sesampai nya di depan pintu mobil Marcedez Benz C-Class... Awan pun terdiam sesaat dan langsung mengeluarkan ponselnya untuk menelepon kepada Kanit Subadra untuk bagian pembersihan yang kemungkinan sudah stambay serta tidak jauh dari lokasi Vila yang menjadi saksi dua kubu memperebutkan hak warisan dari orang terkaya nomor dua puluh di dunia.
"Abah Ompong..... Urusan di dunia nyata sudah selesai..." Ucap hati Awan seraya masuk ke dalam Mobil nya.
Bersambung.
__ADS_1