Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Awan dan Lara di bawa Ke rumah sakit rakyat


__ADS_3

"Dokter....... Tolong dok......!!


Tampak seorang gadis cantik baru saja keluar dari mobil sambil berteriak dengan panik membuat petugas rumah sakit juga ikut ikutan panik.


Tak lama kemudian para staf dan medis berdatangan dan langsung membawa dua orang pasien yang dalam keadaan tak sadarkan diri dan langsung di bawa ke ruangan unit gawat darurat.


"Tolong beri jalan.!!


"Ayo cepat...!!


Begitu mereka sampai di pintu unit gawat darurat, para staf medis itu segera menghentikan gadis yang berteriak itu dengan seorang wanita berusia empat puluh tahunan untuk tidak ikut serta masuk kedalam ruangan tersebut.


"Maap Nyonya dan Nona anda tidak boleh ikut kedalam." Kata seorang Staf wanita itu.


"Baik buk. Tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya." Kata wanita setengah tua itu.


"Bagaimana ini Bunda Dewi.?" Tanya Nabil yang tak henti henti nya dari tadi Air Mata nya mengalir.


"Kita hanya bisa menunggu di sini di sini Nabil. Mari kita sama sama berdoa agar Awan dan Lara baik baik saja." Kata wanita setengah tua yang bernama Bu Dewi itu.


"Lama sekali mereka Bu Dewi." Kata Nabil dengan wajah gelisah.


"Sabar lah. Nabil. Mungkin saat ini dokter sedang berjibaku untuk menyelamatkan Awan dan Lara. Ini karena walau bagaimana pun cedera yang di alami mereka berdua berbaur dengan hal mistik." Kata Bu dewi.


"Bener juga. Bener juga apak kata Bu Dewi. Kak Awan dan Teh Lara tidak cedera pada bagian tubuhnya tetapi Kak Awan napasnya sudah tidak ada sama sekali." Lirih Nabil dengan perasaan yang di hantui ketakutan.

__ADS_1


##########


Sementara malam itu penyerangan yang di lakukan oleh Kobra dan Cungkring tidak berarti sama sekali terhadap seluruh para pengawal bayangan dari pemuda Hebat Seperti Dewa itu, karna mereka berhasil di lumpuhkan, Tetapi rencana tidak sesuai dengan kenyataan, dampak dari pemuda itu menyuruh untuk menghadirkan seorang wanita yang bernama Lara untuk datang dan memberi pelajaran kepada anak buah Engkos Kosasih yang di ketuai oleh Rantai Bumi berdampak dengan ambruknya dan tak sadarkan diri Muhammad Awan Pratama hingga di bawa ke rumah sakit rakyat.


Saat ini semua para preman dan kedua anak buah Rantai Bumi sudah di amankan di kantor kepolisian di kota kecil itu guna mendalami dan mengusut lebih dalam penyerangan itu.


Kejadian malam itu di salah satu jalan yang mengarah kearah Cikalong kulon persis seperti dua puluh dua tahun yang lalu dimana pada saat zaman berubah menjadi era moderen dimana mana para preman yang sangat meresahkan di bantai abis oleh orang orang misterius dan mayat mayat nya di biarkan di jalanan waktu itu, berbeda dengan kejadian malam ini, mereka tidak di bantai tapi di serahkan kepada pihak kepolisian.


Jika di tanya tentang kejadian malam itu, maka jawabannya mempertahankan nyawanya dan nyawa majikannya. Itulah sebabnya mengapa mereka sangat bersemangat membalas serangan para preman itu.


Abah Aden Haruman yang jauh jauh hari telah memberi peringatan kepada pemuda itu untuk tidak ikut campur dalam urusan dengan Engkos Kosasih dan para preman bayaran nya, biar mereka menjadi tanggung jawab para pengawal bayangan murid dari Mama Sepuh dan Lara serta Tarmin tapi oleh pemuda itu di hiraukan dan ikut larut dalam perkelahian di malam itu.


Sejatinya seorang Aden Haruman yang mempunyai kekuatan mata batin yang sangat mumpuni, tahu akan perjalanan dari pemuda yang sudah di anggap cucu nya itu, maka sebelum terjadi nya perkelahian itu sudah di beritahu kan terlebih dahulu kepada Awan.


Tepat malam itu tiba pukul sepuluh malam Awan yang sudah mempunyai rencana untuk menjebak anak buah Engkos Kosasih di jalan yang begitu sepi dan terlihat angker konon katanya jalanan itu tempat pembuangan mayat mayat pada jaman dahulu.


Sinyal antena yang di kirim oleh Kiayi Mangku Bumi kepada sahabatnya Aden Haruman langsung di terima dan Aden Haruman pun mulai melepas kan Sukma nya untuk membantu Cucu nya yang sedang melawan Nyi Dewi Sekar Arum yang hinggap dalam tubuh wanita bernama Lara itu.


Sayang sekali bagi pemuda itu karna tak jiwa' dan raga nya tak kuat menerima Sukma dari Aden Haruman mengakibatkan dirinya terpental jauh dari kota kelahirannya, hingga mengira orang orang yang ada di sana Muhammad Awan Pratama sudah meninggal dunia.


**


Kini para orang sakti sedang bersila dan mengobrol dengan cara kontak batin di ruangan masing masing yang secara naluriah dan orang awam melihat nya mereka sedang tertidur dalam keadaan bersila dan mengigau.


"Eyang Prabu, Apakah sudah terlihat oleh anda jangkauan sinyal antena Sukma pemuda yang terpental dari jiwanya.?" Tanya Abah Kusuma.

__ADS_1


"Eyang Jagaraksa. Baru saja mengirim pesan melalui mata batin nya bahwa Cucuku Muhammad Awan Pratama tidak ada di negara ini, kemungkinan Ia terpental ke negara lain." Jawab Aden Haruman.


"Celaka bila pemuda itu terpental ke negara lain maka kita tidak bisa berbuat apa apa. Coba minta petunjuk kepada Ibu Ratu yang menguasai seluruh lautan di dunia ini." Saran dari Kiayi Mangku Bumi.


"Sahabat mu. Mangku Bumi. Aku sudah memberi perintah kepada Dewi Lanjar penguasa pantai selatan, untuk mencari sinyal dari pemuda itu.!


"Eyang Prabu.! Kata Abah Kusuma memotong pembicaraan Aden Haruman.


"Mesir.!! Ucap Abah Kusuma.!!


"Maksud mu." Kata Aden Haruman.!!


"Maksudku Mesir. Tempat lahir nya gadis dan Ibu nya yang akan di lindungi oleh Muhammad Awan Pratama.


"Benar. Abah Kusuma. Kenapa kita tidak kepikiran kesana. Ayo kita sama sama berangkat dan menemui Syeh Maghribi di Gunung Slamet untuk meminta bantuan kepada dirinya.


"Siap." Kata mereka serentak.!!


"Wuzzzzzzzzzzz. Mereka pun langsung melesat dari ruangan masing masing dengan kecepatan yang sangat cepat bagaikan angin yang tak terlihat oleh orang orang awam.


******************************


Iring iringan mobil mewah Pajero Sport bergerak berombongan dari kampung Situhiang menuju kerumah sakit rakyat dini hari itu.


Ketika rombongan itu sampai tampak beberapa pengawal bayangan di antaranya sepuluh orang murid Mama sepuh dan Asep Sunandar serta orang orang dari perusahaan Anugrah Awan Sentosa berlarian dan membukakan pintu untuk mobil yang paling tengah.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2