Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Tawaran Dari Sulastri untuk Holik Simatupang


__ADS_3

"Bob.... Ucapan perkenalan dan rasa gatal dalam tangan ini. Apakah boleh berolahraga malam ini dengan pemuda yang sedang kita intai.?" Tanya seorang lelaki kurus kering dengan kumis tipis.


"Kau bukan lawannya. Aku sudah melihatnya bagaimana dia mengalahkan suami dari Sulastri malam itu." Jawab Bob Hidayat.


"Kalau belum di coba, belum tentu bisa berbicara aku bukan lawannya... " Kata Lelaki itu yakin dia bisa mengalahkan nya.


"Pak Holik seandainya anda bisa mengalahkan pemuda itu.. Saya bersedia menjadi pelayan anda selama satu tahun." Ucap Wanita yang duduk di jok mobil depan samping Bob Hidayat.


"Apakah ucapan anda bisa di pegang Nyonya Haikal.. Hehehe." Jawab Holik sambil terkekeh..


"Iya! Asal anda bener bener bisa mengalahkan nya dan langsung membawa pemuda itu di hadapan ku." Pinta Sulastri dengan senyuman menggoda.


"Baiklah! Kalian tunggu saja sebaiknya di jalan perapatan.. Aku bersama empat preman kang Dayat akan mencegah nya dan langsung membawa pemuda itu bersama dengan gadis buruan Tuan Muda Firmansyah." Kata Holik... Lalu turun dari mobil Bob Hidayat menuju mobil Avanza Veloz yang terdapat empat preman anak buah Kang Dayat.


Awan dan Nabil bahwa mereka berdua tidak menyadari nya dari perjalanan menuju rumah Tarmin sedang di intai dari mulainya keberangkatan dan sekarang menuju kepulangan nya...!


Tiga mobil yang sedang mengintai Muhammad Awan Pratama dan Nabil, di antaranya Bob Hidayat dan Sulastri berada satu mobil, sementara dua mobil lainnya yaitu Holik Simatupang dan Dika orang dari CV Hansel Mandiri... Tujuannya mereka yang tak lain adalah menangkap atau pun membunuh pemuda tersebut dan menangkap Nona Nabil untuk di serahkan kepada Firmansyah agar tugas yang di berikan dan mendapatkan upah yang sangat pantastis.


"Ayo kita berangkat dan buntuti mobil Toyota Yaris yang baru jalan itu." Titah Holik Simatupang setelah masuk kedalam mobil Avanza Veloz.


"Baik Pak Holik.." Ucap sopir itu yang tak lain adalah preman pasar induk.


Sementara Bob Hidayat dengan membawa mobil Honda Br-v memutar balik menuju jalan pintas dengan di ikuti oleh mobil Toyota Agya yang di kendarai oleh Dika dan para preman lain' mencegat di Prapatan jalan provinsi.

__ADS_1


"Kita akan mendapatkan upah yang sangat besar malam ini.. Target di depan mata tanpa ada pengawalan sama sekali memudahkan kita untuk meringkus nya." Kata Holik dalam mobil berkata kepada empat preman itu.


"Betul sekali Pak Holik lima miliar gitu loh hahahahhaha." Tawa lepas sang supir di ikut gelak tawa lainnya.


Jarak mobil yang di kemudikan oleh Awan dan Holik Simatupang sekitaran lima ratus meter.. Awan sendiri tidak menyadari bahwa mobil itu adalah pihak musuh yang sedang memburu dirinya dan Nabil..


"Bil... Coba kamu kirim pesan kepada Kang Syarif atau pun Sutisna dan Asep Sunandar.. Posisi saat ini sedang dimana." Titah Awan..


"Emang nya ada Kak.?" Tanya Nabil... Penasaran seraya mengeluarkan ponselnya dari saku celana nya.


"Ikuti aja apa yang di suruh oleh aku yank." Kata Awan pandangan nya pokus ke depan hati nya dan pikiran nya bimbang seolah olah akan terjadi sesuatu.


Nabil pun langsung membuka aplikasi wasttap nya dan mengirim pesan kepada mereka bertiga yang di titah oleh Kak Awan.


Tanpa sepengetahuan Awan dan Nabil... Lara yang duduk di jok belakang bersama Ibu dan anaknya.. Ia pun mengirim pesan kepada Tarmin, untuk mengikuti perjalanan mobil yang di kendarai oleh majikan nya sampai nyampe terminal yang tak jauh dari pusat kota.


"Nabil... Suruh mereka bertiga segera berangkat dan tunggu kedatangan ku di jalan perapatan.. Ingatkan untuk memantau dari kejauhan di jalan prapatan tersebut tepatnya mereka suruh menunggu di rerimbunan pohon pohon besar." Titah Awan..


"Siap Kak.. Nabil pun langsung mengetik pesan dan di kirimkan kepada mereka bertiga.!


Selang beberapa menit kemudian... Kini hati dan pikiran Awan bimbang serta cemas pun terjawab dengan mengemudikan mobil nya secara pelan pelan. Ia menyadari mobil yang ada Avanza Veloz yang ada di belakang tengah membuntuti nya.


"Kak....Kok pelan amat menjalankan mobil nya, kaya sedang belajar mengemudi saja.?" Tanya Nabil.. Dari tadi tidak mengerti dengan tingkah laku pemuda di sampingnya itu... Sebentar bentar mobil nya berhenti lalu menjalankan nya lagi... Lalu berhenti lagi dan jalan lagi.

__ADS_1


"Hehehehe.. Ada mobil yang membuntuti kita dari belakang Nabil Nur Fadillah.. Maka nya Kakak mengulur ngulur waktu menunggu kedatangan mereka bertiga yang sudah di kirim pesan oleh mu." Jawab Awan seraya terkekeh.


Nabil pun langsung tersentak kaget dan Ia menoleh kearah mobil yang sedari tadi membuntuti lewat kaca spion mobil sebelah kiri.. Begitu juga dengan dua wanita yang duduk di jok belakang langsung melihatnya..


Tampak terlihat mobil mewah Avanza Veloz berwarna hitam itu menjalankan mobil nya pelan mengikuti irama perjalanan mobil yang di kemudikan oleh Awan.


"Teh Lara.... Coba telepon Kang Tarmin untuk datang kesini... Ini kan masih daerahnya." Titah Nabil tergesa gesa setelah mengetahui bahaya akan menghadang nya.


"Nona Nabil.. Adikku... Tak usah cemas dari tadi Teteh udah mengirim pesan kepada Kang Tarmin dan sudah ada balasan Ia menggunakan jalan pintas dan menunggu di parapatan jalan provinsi." Jawab Lara dari jok belakang tempat duduknya.


"Alhamdulillah Hirobbill Allamiin.. Syukurlah.. Teh." Ucap Nabil dengan suara yang Lirih.


###################


Jarak mobil Toyota Yaris dan mobil Avanza Veloz yang di kemudikan oleh Holik Simatupang hanya tiga ratus meter jaraknya.. Sementara tak jauh sekitaran satu kilo sudah masuk jalan propinsi, mungkin Tarmin sudah menunggu tepat di pangkalan Ojeg yang kemungkinan bila waktu malam tiba sudah terasa sepi kondisinya.


Sedangkan Holik Simatupang yang berada di belakang mobil target saat ini tersenyum penuh kemenangan yakin akan berhasil dan bisa meringkus pemuda dan seorang gadis yang menjadi incarannya..


"Brother... Ketika Mobil itu sudah masuk di jalan provinsi.. Lalu kita selip dan jangan di lama lama kan lagi kita eksekusi." Titah Holik Simatupang.


"Siap Pak Holik." Jawab sang Supir dan ketiga orang yang duduk di jok tengah dan jok belakang.


"Kalian yang di belakang amankan ketiga wanita itu.. Sementara untuk yang lelaki nya biar menjadi urusanku.. Agar mempermudah meringkusnya. Kau brother tangkap wanita tua yang sedang menggendong bocah kecil dan jadikan buat ancaman kepada pemuda tersebut agar tidak melawan." Kata Holik memberi perintah.

__ADS_1


"Mantap Pak Holik." Ujar sang supir.


Bersambung.


__ADS_2