
"Paman Abu Bakr.....!
"Paman Safir.........!
"Selamat Pagi." Sapa pemuda itu ketika keluar dari lifs dan berjalan ke arah meja makan.
"Selamat pagi juga keponakan ku Rojak." Jawab Abu Bakr sementara Safir berdiri dan langsung membungkuk hormat.
"Ayo kita sarapan dulu keponakan ku." Ajak Abu Bakr.!
"Iya.. Paman." Jawab Rojak lalu duduk di kursi meja makan.
Hampir beberapa menit mereka terdiam menikmati sarapan di pagi hari dengan menu ala Indonesia.
"Tuan Muda.. Apakah jadi menemui ke lima mafia dan dua gangster yang kini sudah berada di kawasan puncak Bogor.?" Tanya Safir setelah selesai dengan sarapan pagi nya itu.
"Jadi... Bahkan langsung akan membahas ke inti nya bersama mereka dengan di bantu oleh orang orang Firmansyah." Jawab Rojak.
"Semua informasi tentang pemuda yang menjadi tameng Azzahra Masika Fatharani dan Nabil Nur Fadillah.. Sudah berada dalam genggaman kita... Semua saling berkaitan satu sama lain.. Dalam pertemuan nanti bersama dengan para Mafia dan Gangster akan saya bahas." Sambung lagi Rojak dengan seringai licik.
"Terus adik kamu bagaimana.. Apakah sama hal nya sudah siap dengan paranormal yang mempunyai supranatural tingkat Dewa, untuk menghadapi Guru nya Muhammad Awan Pratama, yang konon katanya punya dekengan bangsa lelembut penguasa tanah Jawa." Kini Abu Bakr yang bertanya.
Tidak ada jalan lain untuk bagi Abu Bakr dan kedua keponakan nya yang tak lain anak dari Moch Ismail dari istri pertamanya.. Untuk menyelamatkan perusahaan warisan dari Kakek nya yaitu Holding Company Group, harus bisa mendapatkan perusahaan ISMAIL GROUP untuk menopang kestabilan perusahaan milik dua tuan muda yang lahir secara kembar.
Rojak hanya mengacungkan jempolnya kepada Paman Abu Bakr lalu berkata singkat.
"Mantap pokoknya Paman.!!
"Sip lah...... " Balas Abu Bakr sama hal nya dengan acungan jempol nya.
####
Sementara di kabupaten Sukabumi tepat nya di pelabuhan ratu, di salah satu hotel berbintang... Pagi itu menjelang siang.. Sang pemuda berdarah Mesir itu keluar dari hotel nya dengan beberapa bodyguard yang ikut hari itu menemui Lastri dan Ayumi mantan selir Moch Ismail.
Waktu itu setelah menemui Lastri dan Ayumi dan memberitahukan kepada dua wanita yang dulu sempat meminta pertolongan kepada keluarga Abanoub agar terbebas dari perih dan sakit nya menjadi budak *** Moch Ismail.
Setelah kata sepakat dan bersedia nya Lastri membantu apa yang di minta oleh sang Tuan Muda Holding Company Group itu. Lantas Jabar tidak kembali langsung ke Mansion yang ada di Ibu kota, dia menginap seraya menikmati indahnya laut pantai selatan.
__ADS_1
Kini Jabar sudah berada di dalam mobil bersama Asisten nya dan beberapa mobil di belakang mengikuti nya..
"Tuan Muda! Apakah kita langsung berangkat menjemput mereka atau kembali terlebih dahulu ke Ibu kota.?" Tanya Yasir setelah mobil keluar dari area hotel.
"Kita jemput mereka dulu lalu langsung menuju bandara internasional Soekarno-Hatta untuk menjemput empat paranormal yang akan tiba di negara ini pukul 03 sore hari.
"Siap Tuan Muda!!
Mobil Mewah Toyota Alphard pun melesat meninggalkan jalan pelabuhan ratu membelah jalanan di siang hari itu dengan di ikuti oleh mobil mewah lain saling beriringan menuju jalan Bayah.
Dengan kecepatan 30 km perjam kini mobil yang di kemudikan oleh Asisten Tuan Jabar pun telah tiba di salah satu rumah yang sangat megah di kota itu.
Tak lama setelah bunyi klakson tiga kali oleh sang supir dari rumah megah itu keluar dua wanita cantik berusia muda dengan seorang gadis kecil berusia 12 tahun.
Sekilas dari tatapan orang orang awam gadis itu hanya gadis biasa dan polos, tetapi bagi orang yang mempunya ilmu mata batin dan kekuatan supranatural, dalam diri gadis tersebut tampak terlihat beberapa mahluk yang tak kasat mata mendampingi sang Gadis kemanapun Ia melangkah.
Jati diri gadis itu tak lain adalah putri pertama dari Istri pertama dukun sakti yang tinggal di Gunung Kanyang..
Ilmu kesaktian dari dukun yang bernama Abah Enji atau Mbah Tarmizi orang orang yang meminta tolong menyebut nya.. Dia sudah tewas di tangan Aden Haruman ketika seorang pendeta Haka yang waktu itu menyelamatkan Moch Ismail dari santet yang di kirim oleh Mbah Tarmizi..
Sulastri dan Ayumi beserta seorang gadis berusia 12 tahun itu pun langsung masuk kedalam mobil Toyota Alphard bersama dengan Tuan Muda Jabar dan sang Asisten yang menjadi supir.
"Yasir langsung ke bandara internasional Soekarno-Hatta untuk menjemput mereka yang akan mendarat pesawat nya tepat pukul 03:00 wib." Titah Jabar kepada supir nya.
"Baik Tuan Muda." Kata Yasir..
"Tunggu adikku Nabil Nur Fadillah... Orang yang kau sayangi dan cintai akan segera meninggalkan dunia ini." Ancam Jabar dalam hati.
################
Satu unit mobil mewah Marcedez Benz e-class masuk ke area parkiran kantor pusat Anugrah Awan Sentosa, di ikuti oleh mobil Toyota Yaris..
Tak lama kemudian kedua mobil tersebut pun berhenti tepat di samping mobil Pajero Sport warna hitam.
Dari dalam mobil Marcedez Benz e-class keluar seorang pemuda tampan dan seorang gadis dari pintu kiri setelah dua satpam membukakan pintu mobil tersebut.
"Tuan Muda.
__ADS_1
"Nona Muda.
"Selamat datang." Ucap para satpam mengangguk hormat.
"Terima Kasih Paman Paman.. Apakah Bu Dewi sudah datang.?" Tanya Awan karna tidak melihat mobil nya.
"Sudah Tuan Muda.. Bu Direktur tadi di antar oleh suaminya." Jawab salah satu satpam yang bertugas di kantor pusat.
"Ohk.. " Yaa sudah kalau begitu saya dan Nabil bersama Asep Sunandar dan Teh Lara akan menemui Bu Direktur.. Paman Paman silahkan kembali bekerja di posisi masing masing." Titah Awan.
"Siap Tuan Muda." Kata mereka serentak..!!
Awan dan lainnya lalu berjalan menuju pintu masuk kantor milik nya, para pegawai langsung membungkuk hormat kepada dirinya setelah mengetahui siapa yang datang di pagi hari yang tak lain adalah pemilik perusahaan yang baru beberapa bulan tapi sudah berkembang pesat di tangan pemuda berusia belasan tahun.
"Tok..........!!
"Tok...........!!
"Tok............!!
"Masuk. "Teriak suara dari dalam yang tak lain suara Bu Dewi.
"Ceklek..............!!
Pintu terbuka Muhammad Awan Pratama bersama tiga lainnya masuk dengan di iringi senyuman manis kepada wanita yang sudah sepuluh tahun menemani nya.
"Anakku.... Awan....! Nabil.... Dan kalian berdua Asep Sunandar dan Siti Lara.. Ayo duduk." Titah Bu Dewi.
"Terima Kasih Bunda ku yang cantik hehehehe." Kekeh Awan.
"Pagi pagi sudah mengejek." Kata Bu Dewi.
"Hehehehe.. Ayo duduk Nak.." Sambung Bu Dewi.
"Iya.! Bunda." Ucap Awan seraya duduk di kursi yang tersedia di ruangan itu.
Bersambung.
__ADS_1