Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Privasi Liem Tank Cie


__ADS_3

"Tut.......... Tut.... Tut.. Tut.... Panggilan telepon pun berakhir.....!


Bu Dewi langsung menatap majikan nya.... Ia menunggu suara yang keluar dari nya...


"Ada hal apa ya.?" Sehingga Tuan Tang Tang berpesan seperti itu kepada Asisten nya." Terka Awan dengan mengetuk ngetuk meja dengan ujung jari nya.!


Bu Dewi menggeleng kan kepalanya.! Ia juga tidak tahu." Jadi bagaimana Nak..... Apakah kau bersedia atas permintaan nya?" Tandas Bu Dewi.!


"Yaa..!! Sudah Bu..... Kabari saja kepada asisten Tuan Tang Tang.... Saya akan menemui nya tiga hari dari sekarang.'' Kata Awan.


Ada rasa penasaran di hati pemuda itu setelah mendengar obrolan antara Asisten pemilik perusahaan Tang Tang Group dan Bu Dewi... Terpikir dalam hati Awan bahwa Tuan Tang Tang menyimpan rahasia besar yang hanya Asisten nya saja yang mengetahui nya.!!


"Siap Nak.!! Kata Bu Dewi singkat.!!


###############


#Back to the beginning#


"Begini Tuan Awan.!!


"Panggil saja dengan sebutan nama aja." Pinta Awan memotong pembicaraan dari Nona Liem...


"Baik'lah.. Tuan Awan... Ehk... Awan." Liem merasa canggung dan kaku... Awan mendengar nya hanya tersenyum.!


Begini Awan.... Ayahku.... Mempunyai putri dari istri pertamanya satu yaitu saya sendiri.... Kehidupan Ayah dan Ibu serta diriku, bahagia dengan semua perjalanan yang di tempuh selama ini.!

__ADS_1


Setelah di puncak kejayaan perusahaan Tang Tang Group. Ayahku menikahi pegawai di perusahaan nya dengan status janda anak dua... Nuru itu berasal dari daerah selatan kota Banten nama istri yang di nikahi oleh Ayah.


"Entah apa yang di lihat oleh ayahku dengan menikahi janda tersebut yang usia nya hampir mirip dengan ibu ku. Katanya membantu roda perekonomian janda tersebut.


"Tadinya pernikahan siri itu baik baik saja dan tidak tercium oleh ku maupun ibu ku... Tapi lama kelamaan yang nama nya bangkai pasti akan tercium juga... Tepat nya pernikahan yang sudah berjalan hampir lima bulan lamanya.... Ibu ku melihat gelagat ayah yang mencurigakan dan jarang pulang dengan alasan urusan bisnis.. Terang Liem terdiam sejenak sebelum meneruskan kata kata nya.. Awan sendiri masih setia mendengarkan dengan sesekali Ia menghisap rokok Sampoerna mild.


"Setelah mengetahui bahwa Ayah menikah lagi.... Sang Ibu pun berontak dan langsung melabrak istri siri ayah dengan kemarahan yang memuncak... Ia permalukan Nuri dan seret dari kantor pusat Tang Tang Group sampai ke jalan dengan banyak di tonton oleh pegawai lainnya maupun oleh orang orang yang ada di sekitaran jalan yang deket dengan kantor.


"Aku yang melihat Ibu ku menyeret Bu Nuri yang notabene sah di mata agama dengan status perkawinan sebagai istri siri ayah, hanya tersenyum penuh dengan kemenangan dan cemoohan serta hinaan sampai ludahan dari para pegawai lainnya yang memihak kepada Ibu ku, tak ada rasa kasihan atau pun iba sama sekali.


Sementara Tuan Tang Tang sendiri ketika istri siri nya di permalukan serta di seret oleh Istri sah nya yang tak lain adalah Ibu ku sendiri sedang berada di kota kecil dan menjalin kerjasama dengan anda Tuan Muhammad Awan Pratama.. Ia bersama Asisten nya jelas tidak mengetahui nya saat itu.!!


Tiga hari selepas kejadian itu....... Ayah pun mengetahui tragedi tersebut, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa, karna sejatinya perusahaan yang sedang duduk dan berjaya dalam bidang penyuplai bahan bahan makanan serta bahan bahan pokok itu, adakan perusahaan milik Ibu ku warisan dari Kakek.... Seandainya Ayah berontak dan memenangkan Istri siri nya bisa di pastikan malam itu juga ayah akan di tendang oleh ibu dengan tidak membawa sepeser pun." Kata Liem menjelaskan apa yang terjadi saat ini.


"Hmmmmmmmmm''. Terus urusan nya dengan saya apa.?" Tanya Awan... Masih belum masuk dengan alur pertemuan ini.... Apa yang telah di katakan oleh Asisten begini sementara anak nya. Tuan Tang Tang begitu.


"Sebentar Awan.... Aku belum usai menjelaskan semuanya.! Setidak nya aku ingin minum dulu atau pun ingin menyalakan satu batang rokok yang mungkin terlihat nikmat melihat anda sedang merokok hehehehe." Kata Liem seraya terkekeh.


Dia mengambil rokok, dan menyelipkan di


antara bibirnya. Menyalakannya dengan korek yang


entah sejak kapan telah dipegang. Dia sedikit terbatuk. Lelaki di depannya masih menunggunya melanjutkan cerita tentang keluarganya.


Dua hari setelah pukulan telak sang Ibu kepada ayah dengan memberikan dua pilihan..... Ayah pun pergi entah kemana.... Jelas saya dan ibu mengetahui. Ia pergi menemui istri siri nya itu.

__ADS_1


"Lalu.....!! Kata Awan penasaran.!!


"Tadinya istri ayah mau mendatangi Bu Nuri, tetapi aku cegah takut nya Ibu ku akan mengamuk dan semakin menjadi amukan nya..... Dengan terpaksa aku pun mendatangi dengan beberapa bodyguard yang setia dengan ku dan ibu ku.


"Firasat dan insting ku menyatakan seratus persen ayah berada di kediaman Bu Nuri.!! Setelah sampai di kota tempat Bu Nuri Aulida tinggal.... Ayah bener sedang berada di sana dan tanpa sepengetahuan mereka berdua maupun anak anak nya. Aku yang sebelumnya sudah meminta ijin kepada pejabat setempat bisa dengan mudahnya menguping pembicaraan antara Bu Nuri dan Ayah.!!


Singkat cerita dalam obrolan mereka berdua.... Bu Nuri menerima ikrar talak dari ayah dengan satu syarat yaitu, saham perusahaan Tang Tang Group 60% harus beratasnamakan kedua putra nya dan yang 40 % lagi atas nama diriku.... Bila tidak di penuhi syarat itu.... Tunggu lah seminggu kemudian akan terjadi sesuatu yang di luar nalar kepada keluarga ku.


"Apa yang di rasakan saat itu hati anda setelah mendapatkan ancaman dari Bu Nuri kepada Tuan Tang Tang dan keluarga nya.?" Tanya Awan sesekali bertanya tentang curhat nya Nona Muda Liem Tank Cie itu.


"Ancaman dari Bu Nuri... Tidak berarti buat keluarga ku... Karna dari segi koneksi dan kekuatan jelas unggul keluarga ku ketiban istri sirinya." Jawab Liem dengan kesombongan nya itu.


"Lalu......... Awan bertanya singkat..!!


Wanita berusia 24 tahun dengan status jomblo sejati itu terdiam sejenak.... Ia sendiri sedikit berat untuk mengatakan apa yang ada dalam hati nya kepada pemuda di hadapannya yang di minta oleh Ayah nya untuk menemui nya..... Ada rasa malu yang teramat dalam saat ini.......


"Kenapa terdiam.?" Kata Awan sejenak melihat wajahnya tergambar rasa malu di wajah wanita tersebut...


"Aku bingung harus dari mana mengatakan nya." Lirih Liem Tank Cie.


"Hmmmmmmm.! Mungkin kah privasi anda.?" Tanya Awan.!!


Liem... Mengangguk.!!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2