Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Semua Selesai Dengan Aktivitas Masing-masing


__ADS_3

"Aidil. dan Ahmad. Keberangkatan kami berdua, ingin di rahasiakan secara publik dan nanti di saat penyerahan perusahaan serta penandatanganan hak warisan, mohon tidak di publikasikan kepada awak media. Ketika semua sudah beres dengan pemindahan perusahaan. Silahkan untuk di publikasikan ke media dengan tidak mencantumkan Poto dan gambar anakku." Pinta Dari Azzahra kepada Aidil dan Ahmad selaku pemegang sementara perusahaan ISMAIL GROUP.


"Menjawab Anda. Kakak ipar.


"Semua permintaan dari Anda, selaku Ibu kandung Nabil Nur Fadillah, akan di turuti. Apakah ada syarat lain yang di minta oleh kakak ipar.?" Tanya Aidil.


"Hanya itu. Aidil. Tidak ada yang di minta lagi." Jawab Azzahra dengan senyuman manis.!!


"Baiklah. Kalau begitu. Kesepakatan dan musyawarah sudah selesai, dengan bersedia nya Kakak ipar dan Nabil Nur Fadillah untuk kembali lagi ke negara nya. Ahmad sekarang kau atur pemberangkatan nya." Titah Aidil.


"Siap. Tuan Aidil.


"Anakku. Aku harap kamu ikut ke negara Mesir menjadi pendamping Bunda dan Nabil." Pinta Azzahra.


"Hehehehe. Awan naik pesawat dong." Kekeh Pemuda itu.


"Iya. Anakku. Belum pernah naik pesawat.?" Tanya Azzahra.


"Hehehehe. Belum Bunda." Jawabannya seraya garuk garuk kepalanya.


"Yaa. Sudah nanti kan kita bakal naik pesawat." Ucap Azzahra. Awan pun mengangguk.


******************************


Sementara di salah satu tempat yang berbeda dan masih satu kota dengan pemuda yang sedang bermusyawarah di kediaman rumah Tuan Tedi Ferdiansyah.

__ADS_1


Siang itu menjelang sore hari. Bu Dewi yang di tugaskan oleh pemuda yang menjadi majikannya, sedang bersama dengan Tuan Robi dan Bu Risma selaku Direktur keuangan Future Nugraha Company Group sedang meninjau lokasi lahan yang akan di bangun Pusat perbelanjaan terbesar di kota ini.


"Bu Dewi. Cukup strategis tempat nya, dan pihak dari kami tidak akan berbasa basi lagi. Bahwa lahan yang akan di jadikan mall ini sangat cocok." Kata Robi.


"Terima Kasih Tuan Robi. Bila anda dan beberapa staf perusahaan, sudah merasa cocok dengan lahan ini. Kapan akan di mulai nya transaksi jual beli nya.?" Tanya Bu Dewi langsung pada intinya.


"Hari ini. Juga bisa. Bu Dewi, sebelumnya Tuan Muda Excel sudah mempersiapkan semuanya." Jawab Robi.


"Baiklah. Kalau begitu saya ijin pamit untuk menghubungi terlebih dahulu, notaris yang akan mengurus jual beli lahan ini." Kata Bu Dewi dengan senyuman manis.


"Silahkan. Bu Dewi.! Ucap Robi mengangguk.!!


"Tanpa mereka sadari obrolan di lokasi lahan tersebut, beberapa mata sedang memperhatikan nya. Diantara orang orang dari suruhan Firmansyah dan orang orang dari PT Bina Sakinah Group.


Atas keputusan sepihak dari perusahaan Future Nugraha Company Group, memutuskan hubungan kerjasama dengan PT Bina Sakinah Group akibat ulah dari Bob Hidayat selaku Manajer dari perusahaan milik Ir Hardiansyah tersebut.


"Pak Direktur. Yang survei lahan tersebut dari perusahaan Future Nugraha Company Group. Akan tetapi yang memegang kendali seorang wanita setengah tua." Pesan Wasttap di kirim oleh Holik Simatupang kepada Ir Hardiansyah.


Tak lama kemudian balasan pun di terima oleh Holik Simatupang. Sebaiknya kamu segera kesini, menuju kantor. Ada yang kita bahas dengan seseorang." Balasan dari Ir Hardiansyah Direktur PT Bina Sakinah Group.


"Baik. Pak Direktur." Balas Holik. Ia pun meninggalkan lokasi tersebut untuk kembali ke kantornya.


Sementara anak buah Firmansyah yang membuntuti mereka pun, akhirnya meninggalkan lokasi yang akan di jadikan Mall tersebut.


##############

__ADS_1


Siang pun telah berlalu, berubah menjadi sore, langit mulai nampak kekuningan terlihat di kota kecil dengan sejuta keindahan. Semua orang sibuk dengan aktivitas masing masing. Bu Dewi sekaligus kaki tangan Muhammad Awan Pratama, sudah selesai dengan urusannya bersama Tuan Robi dan para pegawai Future Nugraha Company Group, di saksikan oleh notaris masing masing pihak pembeli dan penjual. Begitu juga obrolan serta musyawarah antara Azzahra Masika Fatharani dan Nabil beserta Tuan Aidil dan Ahmad di saksikan oleh Tuan Besar Tedi Ferdiansyah dan Tuan muda Excel sudah terjalin kesepakatan, diantara mereka.


Suara adzan berkumandang jelas di masjid Jami Al At-Taqwa. Anak anak dan bapa bapa berbondong bondong pergi dengan memakai pakaian dan sarung pergi ke mesjid untuk melaksanakan ibadah solat Maghrib. Suasana senja itu begitu ramai dengan lalu lalang kendaraan di waktu menuju para pegawai seperti pabrik pulang ke rumah nya masing-masing.


Tampak terlihat seorang pemuda berpenampilan rapi dengan memakai kemeja berwarna hitam keluar dari mobil berjalan melangkah menuju sebuah tempat bersuci orang orang bila hendak masuk ke dalam Masjid.


"Akang. Teteh, Mari kita masuk ke dalam. Waktu salat Magrib sangat singkat." Ajak pemuda itu kepada sepasang kekasih yang sedang duduk di halaman teras dengan membawa tas yang ada di sampingnya.


"Hatur nuhun. Aa teteh lagi dapet. Tidak bisa masuk ke dalam." Jawab Sopan wanita berusia 22 tahun itu. Sementara lelaki nya, hanya mengangguk.!!


"Ohk.. Muhun Atuh. Ayo atuh akang.! Ajak pemuda itu kepada lelaki di sampingnya.


"Siap. Mangga duluan. Akang mau wudhu, terlebih dahulu." Jawab nya. Pemuda itu mengangguk. Lalu masuk kedalam Masjid. Sedangkan akang yang di tanya beranjak pergi menuju tempat bersuci yang tak jauh dari nya.


Dua puluh menit berselang, pemuda itu keluar dari dalam Masjid setelah selesai dengan kewajiban, Ia melangkah menuju sebuah warung kopi untuk beristirahat dan menunggu beberapa para pengawal bayangan yang sedang menjalankan kewajiban nya.


Ia, menatap, terpesona akan kecantikan seorang wanita yang usianya di atas pemuda, tersebut. Sihir apa yang Ia pakai. Hingga orang orang yang keluar dari Masjid tatapannya tidak beralih kepada perempuan yang sedang menunggu kekasihnya di dalam Masjid.


"Hmmmmmmm. Wanita itu mempunyai kecantikan alami, bisa membuatnya celaka pada dirinya sendiri dan orang orang yang menginginkan dalam napsu." Gumam pemuda itu seraya menyeruput kopi yang di tuangkan dalam gelas plastik oleh pedagang yang ada di sekitaran Masjid.


"Benar sekali anak muda. Wanita itu mempunyai aura kecantikan milik seorang Dewi layaknya jaman kerajaan." Timpal pedagang itu, mendengarkan Gumam seorang pemuda tersebut.


Wanita yang sedang duduk di teras Masjid tersebut, menyadari tatapan orang orang yang hilir masuk keluar masjid, tapi Ia acuhkan begitu saja. Unik justru tatapan balik menatap kearah pemuda yang sedang duduk sambil menikmati kopi yang di suguhkan oleh pedagang kios kaki lima. Ada magnet terhubung dalam hatinya. Bahwa pemuda itu yang sedang di cari oleh nya.


"Anak Muda. Ia menatap kearah mu.?" Kata pedagang kaki lima itu.

__ADS_1


"Iya. Pak aku tahu. Nanti coba tanya setelah pacarnya atau suaminya keluar dari masjid." Jawab pemuda tersebut.


Bersambung.


__ADS_2