Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Awan bertemu Bunda dan Tedi keluar dari RS


__ADS_3

Setelah berbasa-basi dengan lelaki penjaga perumahan tersebut. Awan pun langsung pergi meninggalkan pos tersebut dengan menggunakan sepeda motor nya itu.


Hanya tiga menit saja Muhammad Awan Pratama kini sudah sampai di gerbang pintu rumah mewah nya dan langsung turun dari motor setelah ia memarkirkan motor nya tepat di pintu gerbang Pagar berwarna hitam itu.


Setelah membuka pintu pagar lalu dia berjalan menuju pintu masuk dalam rumah tersebut setelah membuka kunci pintu tersebut.


Tidak lama kemudian setelah semua beres dengan aktivitas yang selama seminggu rumah nya dia tinggalkan dan menghidupkan mobil yang terparkir di garasi untuk sekedar menghangatkan posisi mesin mobil miliknya.........! Tiba tiba satu angkutan umum berwarna hijau berhenti tepat di depan gerbang Pagar miliknya.


Pemuda itu tersenyum kearah penumpang yang baru turun dari mobil angkot itu, wanita setengah tua yang masih terlihat bekas kecantikan nya walaupun sudah terserang umur yang menua.


"Anakku Muhammad Awan Pratama." Sapa wanita setengah tua seraya berjalan menghampiri pemuda yang sedang berdiri menatap nya.


"Bunda............ Maap..........! Lirih pemuda itu lalu mencium tangannya dan langsung memeluk dengan air mata yang menetes begitu saja.


Pelukan hangat dari seorang Ibu membuat hati pemuda itu tenang dan Air mata seketika los mengalir tanpa ada paksaan dari pihak manapun.


"Anakku kemana saja tak pernah pulang sudah seminggu, bikin Bunda khawatir dan cemas.?" Tanya wanita setengah tua itu.


"Sebaiknya kita ngobrol di dalam rumah saja." Pinta Awan.


"Nak.........! Ini rumah siapa?" Tanya Bunda penasaran.


"Ini rumah Awan Bunda." Jawab nya, Hingga Lisnawati, Kiara dan Mira kaget dan Syok setelah mendengar jawaban dari pemuda itu, beda dengan Irma dan Amel yang sudah mengetahui nya.


"Ayo........" Bunda nanti Awan jelaskan di dalam rumah, dan kalian semua ayo masuk." Ajak pemuda itu.


Bagaimana bisa Awan mempunyai rumah yang begitu mewah dan megah seperti ini, sedangkan saya sebagai sahabat nya tau bahwa untuk kehidupan nya juga serba kekurangan." Ucap Kiara dan Mira dalam hati masing-masing.


Setelah mereka semua masuk dan duduk di kursi ruangan keluarga, Awan pun mulai bertanya kepada salah satu empat gadis yang hadir di ruangan itu.


"Mel.........! Apakah ibu ini yang mau bekerja jadi ART di rumahku?" Tanya Awan.

__ADS_1


"Iya Kak, perkenalkan nama nya Ida Royani dan ini ketiga anak anak nya." Jawab Amel serta mempersilahkan wanita berusia 35 tahun untuk memperkenalkan diri nya.


"Baiklah. Bu Ida nama saya Muhammad Awan Pratama, untuk urusan pekerjaan nanti tunggu kedatangan Bu Dewi." Kata pemuda itu.


"Baik Bos, terima kasih banyak atas kebaikan dari anda." Jawab wanita berusia 35 tahun itu.


"Bu Ida tidak usah memanggil saya bos atau pun lain' nya, anggap saja saya adalah anakmu atau pun adikmu." Pinta Awan.


"Terima Kasih bos....! Ehk.... Nak Awan.'' Wanita itu terbata bata.


**********************************


Di negara tetangga Indonesia tepatnya di salah satu bangunan termegah dan termewah serta bertingkat Mount Elizabeth Novena Hospital, dimana pemilik perusahaan Future Nugraha Company di rawat dan sore ini juga di perbolehkan untuk kembali ke rumah di negara Indonesia.


Mobil Jaguar sport melaju dengan kecepatan tinggi menuju Rumah sakit Elit tersebut.


Setelah memarkir mobil dengan bener, tampak seorang pemuda keluar dan buru buru melangkah menuju bagian dalam rumah sakit tersebut.


Ayah, ibu..........! Excel sengaja menjemput kepulangan mu. Apakah ayah sudah tidak sabaran, keluar dari rumah sakit ini." Tanya pemuda yang baru masuk itu.


"Iya......'' Anakku tuh ayahmu dari tadi merengek-rengek meminta pulang dan ingin bertemu dengan Nak Awan." Keluh Istri nya Tedi Ferdiansyah itu.


"Excel mana adikmu Friska? Tanya Agista ibu nya Excel.


"Friska sedang dalam perjalanan menuju kesini. Mungkin sebentar lagi dia akan sampai." Jawab Excel.


"Baru saja mereka berdua menyebut nama Friska. Tiba tiba seorang gadis cantik berusia 20 tahun itu, kini memasuki kamar di rumah sakit tersebut.


Bunda, ayah, Kak Excel menjalankan mobil nya kaya orang kesetanan tuh." Adu Friska kepada kedua orang tua nya.


"Maap adikku sayang, Kakak terlalu bersemangat, mendengar kepulangan Ayah." Kata Excel meminta maap kepada gadis yang ternyata adalah adik nya.

__ADS_1


"Sudah...........! Sudah..........! Ayo kita pulang.! Ayah ingin segera menemui pemuda itu di kampung halamannya." Ajak Tedi melerai kedua anaknya.


"Ayah kenapa langsung menemui pemuda itu, apakah ayah tidak kangen suasana kantor atau pun beristirahat beberapa hari di rumah.! Tanya Agista istri dari pemilik perusahaan terbesar di Indonesia itu.


"Istriku...........! Saat ini publik belum mengetahui bahwa suami mu ini selamat dari kecelakaan atau pun rencana pembunuhan yang kemungkinan besar ada orang orang terdekat, kenapa ayah melarang kalian untuk memberi tahukan kepada saudara saudara terdekat bahwa aku selamat dan di rawat di sini. Karna aku dan Asisten Robi akan menyelidiki terlebih dahulu." Kata Tedi menjelaskan semua nya kepada anak anak dan istrinya yang kemungkinan hampir seminggu lebih bertanya tanya dalam hati nya.


"Terus ayah akan tinggal dimana, apakah akan tinggal di rumah Muhammad Awan Pratama? Atau tinggal di Vila yang ada di kawasan puncak Bogor? Tanya Excel penasaran.


"Ayah sementara akan tinggal di kota kecil yang tidak jauh dari rumah pemuda yang menyelamatkan dirinya, dan sudah di atur oleh asisten Robi segala sesuatu nya, untuk urusan perusahan ayah sementara waktu kau yang urus. " Titah Tedi menjawab pertanyaan tersebut dan memberi perintah kepada anak nya.


"Suamiku apakah tidak akan mengajak kami.? Tanya Agista.


"Istriku dan anak ku Friska serta Excel, kalian sementara tinggal di rumah yang sudah biasa kalian tempati, berpura pura lah seakan akan kehilanganku, setelah semua tertangkap dan bukti bukti mengarah kepada seseorang yang di curigai baru ayah akan langsung menangkap nya dan kita akan kumpul kembali layaknya keluarga yang utuh." Jawab Tedi memberi penjelasan.


Mendengar perkataan dari sosok yang di cintai dan di hormati, mereka bertiga saling bertukar pandang dan sama sama mengangkat bahu.


"Baiklah ikut apa kata ayah mudah mudahan masalah ini cepat selesai." Lirih Agista di angguki oleh kedua anak nya.


Keluarga Tedi Ferdiansyah segera berangkat menuju Bandar Udara Internasional Changi Singapura. Yang telah di tunggu oleh asisten Robi dengan pesawat jet pribadi nya itu.


Begitu mereka tiba di lokasi bandara tersebut, Excel membelokkan mobil nya ke kanan memasuki halaman parkir belakang yang khusus orang orang tertentu yang bisa masuk ke halaman itu.


"Selamat Sore Tuan Besar Nyonya Besar serta Nona Muda dan Tuan muda..........! Kata seorang lelaki seumuran mendiang Andri Setiawan, menyapa majikannya setelah turun dari mobil nya.


"Robi bagaimana dengan pesanan ku. Apakah kau sudah di sediakan?" Tanya Tedi


"Semua sudah siap Tuan' Besar, Apakah anda akan berangkat sekarang?" Tanya lelaki yang bernama Robi.


"Bagus, kalau begitu kita langsung berangkat." Ajak Tedi.


Tak lama setelah itu mereka pun masuk kedalam jet pribadi dan langsung mengudara membawa mereka pulang menuju negara Indonesia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2