Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Tewasnya Bob Hidayat.


__ADS_3

Di salah satu RSUD rakyat di kota kecil di daerah Jawa Barat..........................


Hari pun telah berubah tapi langit masih tampak gelap gulita, gumpalan awan hitam pekat di atas genteng bangunan berlantai empat itu, menandakan akan turun hujan, kilatan kilatan petir menjilat jilat di balik awan hitam itu tepat dini hari pukul 00:01 wib.


"Duarrrrrrrr..................!


Suara dentuman keras menggelegar di atas bangunan bertuliskan rumah sakit rakyat di kota tempat Holik Simatupang dan Sulastri atau pun dua orang dari pegawai CV Hansel Mandiri itu di rawat akibat luka yang di terima oleh mereka berempat, dengan berani berani nya melawan orang orang dari PT Anugrah Awan Sentosa di jalan provinsi malam itu.


Di salah satu kamar khusus ruangan VIP dan penjagaan yang super ketat oleh beberapa pihak kepolisian atas perintah dari Kanit Subadra dan Kanit Diki, dengan pasien yang mempunyai kejahatan kelas kakap yang tak lain Bob Hidayat terbaring lemah dengan selang infus menempel di hidungnya.


Ketika suara dentuman itu menggelegar tepat di saat orang orang yang terjaga dan tertidur kaget dan langsung sama sama berucap istighfar memohon pertolongan dari sang maha esa, karna pemikiran para penjaga serta orang orang yang berada di ruangan inap berpikiran hanya suara gledek tanda hujan akan turun.


Berbeda dengan tiga orang murid Mama sepuh yang secara khusus di tugaskan oleh majikan yaitu Muhammad Awan Pratama, ketika dentuman keras itu terdengar dan memekakkan telinganya, salah satu dari mereka bertiga yaitu Akang delapan yang bernama Sukmaji merasakan aura ghaib berbentuk makhluk genderuwo datang dan langsung melesat kearah ruangan inap yang di tempati oleh Bob Hidayat.


"Syamsuddin dan Ujang... Bob Hidayat mendapatkan karma nya sekarang." Kata Sukmaji, sesaat pandangan mata nya menatap kearah atas bangunan itu. Jelas jelas Ia mengetahui makhluk ghaib berbentuk sosok Genderuwo itu di kirim oleh seorang dukun santet yang secara khusus di titah oleh Bedul, karna telah berani berani nya mengambil hati orang yang sangat di cintai nya.


"Iya.. Kang Sukmaji.. Barusan suara geledek itu, pertanda sesosok mahluk ghaib kiriman santet dari ujung kulon negara ini mengarah kepada ruangan yang di tempati oleh lelaki laknat." Jawab Syamsuddin itu.


"Apakah kita perlu memberitahukan kepada Akang satu tentang kiriman santet ini mengarah kepada pihak musuh Tuan Muda." Timpal Ujang.


"Tidak perlu..... Akang satu bersama kang Sutisna dan dua lain sahabat kita Cecep dan Bahar, sedang sibuk dengan tugas menjaga keselamatan Tuan muda Awan yang baik hati dan berkharisma." Kata Sukmaji memuji majikan nya itu.


"Betul apa yang di katakan oleh Kang Sukmaji.. Kita pokus di sini seraya menunggu perintah dari majikan yang berada di kota Jakarta... " Sahut Syamsuddin.

__ADS_1


Ujang panggilan dari akang tujuh hanya mengangguk.. Lalu ia mengambil Rokok kretek dan menyalakan api nya untuk di hisap dalam dingin nya angin malam.


Mereka bertiga secara khusus menjaga keselamatan Nyonya Sulastri atas perintah dari Tuan Muda Awan, ketika Boyen dan Jujun sudah melumpuhkan Bedul dan akan mengikuti arahan dari mereka berdua dengan satu syarat keselamatan Nyonya Sulastri menjadi prioritas orang orang dari murid Mama Sepuh.


Di dalam ruangan VIP terjadi kegemparan dan kesibukan para suster dan para dokter, seorang pasien yang tadi sore dinyatakan tinggal beberapa hari lagi bisa pulang dari rawat inap nya dan langsung akan di pindahkan kedalam jeruji besi, mendadak meraung Raung kesakitan....


"Akhh.........................!!


"Sakit..........................!!


"Bagong.......................!!


"Babi, perut ku sakit...................!!


Suster dan para dokter serta para penjaga yang menyaksikan rentetan muntahan Bob Hidayat hanya bisa bergidik ngeri melihatnya..... Mereka semua meyakini bahwa pasien terkena kiriman santet atau guna guna, terlihat dari muntahan darah bercampur paku dan alat alat tajam lain serta perut semakin membesar.


**


Sementara di sahung Bukit Gunung Kanyang, seorang lelaki setengah tua sedang tertawa terbahak bahak. Karena sosok makhluk ghaib yang di kirim oleh nya tepat mengenai sasarannya dan dengan jari di tangannya yang sedang memegang paku lalu di tusukan kedalam perut boneka sebagai perantara santet itu, maka seketika perut yang terkena ilmu santet itu akan meledak.


Hampir lima menit lelaki setengah tua itu puas dengan pekerjaan nya itu menyantet Bob Hidayat, lalu dengan tangan yang memegang paku, tidak di lama lama kan lagi. Boneka yang sedang dia pegang pun langsung di tusuk dengan kebencian yang mendalam kepada korban santet nya itu.


"Hahahahaha.!

__ADS_1


"Hahahahaha..!


"Hahahahaha..!


"Mampus kau Bob Hidayat.. Berani berani nya kau mendekati anakku dan melupakan tujuan utamanya kembali ke kota Haikal hah." Bentak Abah Suryana kepada boneka yang sudah di tusuk oleh tangan yang memegang paku.


Kebencian Ayah Sulastri akibat provokator dari Bedul, sehingga Bob Hidayat tidak di kasih ampun sama sekali untuk bernapas dan kemungkinan terbesar mati dalam perut tersobek dan isi dalam perutnya membuncah keluar bersama darah segar.


****


Syamsuddin dan Ujang serta Sukmaji yang di beritahu oleh para penjaga di tempat ruangan VIP tempat Bob Hidayat di rawat langsung datang dan menyaksikan dengan mata telanjang, melihat lelaki berusia 38 tahun itu meraung-raung kesakitan...


Di saat nyawa nya sudah berada di kerongkongan dan dalam mulutnya masih mengeluarkan darah segar serta perut semakin membesar... Tiba tiba Sukmaji pun langsung berteriak dan memerintahkan kepada staf dan dokter untuk segera menghindar.


"Semuanya lari.............." Teriak Sukmaji.....! Ia melihat dalam pandangan mata batin perut Bob Hidayat sedang di koyek koyek oleh sosok makhluk berbulu lebat dengan taring yang sangat tajam.


"Buarrrrrrrrrrr................................!!


Letusan perut Bob Hidayat memuncratkan seluruh yang ada dalam perut itu berserakan kesana kesini hingga Sukmaji dan kedua sahabatnya serta dokter dan suster pun ikut terciprat isi perut lelaki dari suami Bu Pipit.


Ngeri......... Keji......... Dan sadis........ Pemikiran para dokter dan suster suster yang melihat kematian dari Bob Hidayat, atas ulah seseorang melakukan pembunuhan dengan tak kasat mata.


Berbeda pemikiran ketiga murid Mama Sepuh dan para anak buah Kanit Subadra dan Kanit Diki, mereka menerka dan menebak nebak bahwa Bob Hidayat mendapatkan karma atas perilaku semasa perjalanan hidupnya.. Contoh yang bisa di ambil oleh mereka bertiga, Bob Hidayat pernah melakukan pembunuhan kepada rekan sepegawai di perusahaan PT Bina Sakinah Group dengan cara mengirim santet kepada Jaenudin selingkuhan Istri nya waktu itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2