Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Andri Setiawan di buang ke jurang


__ADS_3

Di sebuah jalan desa yang begitu gelap gulita tanpa ada penerangan lampu jalan, di sisi kanan pohon pohon besar menjulang tinggi keatas sedangkan di sisi kari terdapat jurang yang begitu curam dan menakutkan. Satu unit mobil mewah Pajero sports berwarna putih meluncur dari arah Cipanas menuju jalan labuan Cianjur.


Tepat ketika 100 meter terdengar dari layanan google maps untuk berbelok.! Andri Setiawan pun membantingkan kemudi nya untuk berbelok ke salah satu jalan desa penghubung menuju kaki gunung mananggel.


Setelah 45 lima menit berselang mobil Pajero sports pun tiba di titik lokasi yang di berikan oleh anak buahnya yang tadi menelepon untuk menjemput karna kehabisan bensin.


"Andri coba kau telepon Iwan kita sudah sampai di lokasi yang di berikan oleh nya. " Titah Tedi Ferdiansyah.


"Baik. Tuan Besar. " Balas Andri lalu mengeluarkan ponselnya.


"Tut...........! Tut........! Tut.........!


"Halo....! Andri kamu dimana sekarang? Tanya Iwan menjawab telepon masuk nya


"Iwan saya sama.....! Tut.....! Tut....! Tut....! Telepon berakhir.


"Sialan malah mati.....! Kata Andri Setiawan.


"Tut.........! Tut........! Tut........!


"Halo .... Andri kenapa teleponnya mati? Tanya Iwan


"Tut...! Tut...! Tut...! Lagi dan lagi sambungan telepon terputus.


"Mungkin sinyal jelek Andri Setiawan? Tanya Tedi karna telepon mendadak mati begitu saja.


"Bisa jadi Tuan Besar." Balas Andri.


**************


Sementara di hotel dimana Muhammad Awan Pratama menginap tanpa tidak sengaja mendengar obrolan dua lelaki berusia 35 tahun sedang mengobrol di salah satu gazebo hotel di temani dua gadis muda yang ia bayar untuk menemani malam ini.


Disaat dua gadis bayaran itu belum datang, Iwan dan supir Tuan Besar itu terlihat senang dan bahagia di sesi obrolan malam itu.


"Iwan Apakah kau yakin malam ini akan berhasil menyingkirkan Tedi dan Andri? Tanya Supir pribadi Tuan Besar Tedi.


"Yakin dong.......! Mereka berdua akan masuk jebakan saya dan orang orang Bob Hidayat sudah berada di lokasi tinggal memisahkan mereka agar tidak bersama maka kedua nya isdet alias mati." Kata Iwan tersenyum penuh dengan kelicikan.

__ADS_1


"Terus bila mereka sudah tiba di jalan desa yang menuju gunung mananggel, Bagaimana cara kau memisahkan mereka sedangkan dirimu hanya di sini bersama saya? Tanya supir itu penasaran.


"Mereka akan menelepon saya mengabarkan posisi nya sudah ada di lokasi sesuai serlock yang saya kirim melalui pesan singkat wasttap. Dan akan saya angkat telepon dari salah satu mereka berdua. Pasti dalam panggilan telepon menanyakan dimana posisi saya, terus saya akhiri telepon tersebut dengan alasan sinyal tidak mendukung. Lalu kirim pesan singkat SMS bukan pesan wasttap dan menyuruh untuk sedikit jauh dari mobil tersebut dengan alasan tidak ada sinyal. Setelah mereka terpisah. Tinggal klik pesan chat kepada Bob Hidayat. Maka dia bersama dengan anak buah nya bergerak. " Iwan menjelaskan rincian rencana liciknya kepada supir pribadi Tuan Besar.


"Supir itu hanya mengangguk tersenyum penuh kemenangan. Lalu berkata secara berbisik kearah telinga Iwan.


"Iwan, aku punya barang bagus masih belia mau nggak." Bisik supir bernama Supit kepada lelaki yang duduk di hadapannya.


"Mata Iwan terbelalak bola mata nya seakan mau meloncat setelah Supit itu berbisik menawarkan barang yang empuk seperti daging kenyal.


"Per **** berapa? Kekeh Iwan.


"Disini di hitung perjam sekali main." Jawab Supit.


"Terus kalau gue belum **** **** **** selama satu jam bagaimana? Tanya Iwan lagi.


"Ya tambah lagi durasi jadi bayar nya dua jam." Jawab Supit cekikikan, Karna tahu orang di hadapannya kalau mau tempur bersama wanita dia suka meminum obat kuat dulu.


"Ok." Loe bawa sekarang daging mentah nya." Titah Iwan bersemangat.


Tampa mereka berdua sadari obrolan hangat di lobby gazebo tempat biasa menginap di hotel tersebut yang berada di belakang hotel mewah bintang tiga. Seorang pemuda tampan berusia 15 tahun terdengar sedang merencanakan kejahatan kepada dua orang yang mereka tanpa menyebutkan nama tapi tempat dan lokasi serta pengintai dia sebutkan dalam sesi obrolan malam itu.


Apakah ini yang di maksud oleh Abah Aden Haruman menyuruhku untuk menginap di salah satu hotel berbintang. Tapi saya tidak mengenal mereka harus kah aku ikut campur dalam urusan mereka berdua." Ucap Awan dalam hati batin nya bergejolak.


Masa bodoh lah itu urusan mereka. Mending gue balik ke kamar dari pada pusing pusing mikirin orang lain.


**************


"Tuan Besar saya akan berjalan sedikit keatas anda tunggu di dalam mobil. " Ucap Andri.


"Mau ngapain Andri jalan sedikit ke atas? Tanya Tedi yang di panggil Tuan Besar.


"Cari Jablay hihihihi cari sinyal lah." Jawab Andri seraya bercanda.


"Huh.......! Dasar, kampret awas loe ada kuntilanak." Canda Tedi.


"Tenang kalau kuntilanak nya cantik gue bawa dan di jadikan istri kedua hahahaha...... Lalu pergi berjalan melangkah lebih jauh untuk mencari sinyal telepon.

__ADS_1


Setelah mereka berdua berpisah dari sepuluh mata sedang memperhatikan dari atas pohon pohon yang tinggi menjulang ke atas. Lalu mereka pun turun dengan cepat dan lincah seperti monyet yang sedang memburu makanan.


Tiga dari lima orang yang baru turun dari pohon tersebut langsung bergerak kearah lelaki yang sedang berdiri sambil tangan memegang ponsel yang di simpan dalam telinga nya dan dua lagi langsung menuju ke arah mobil Pajero sports berwarna putih itu.


" Puk.......! "Puk......! " Puk......! Tepukan bahu dari belakang terasa menusuk kedalam hati Andri yang sedang menelepon seseorang tapi tidak di angkat.


Andri pun menoleh serta memutar badan seraya ketakutan yang ada dalam pikirannya itu mahkluk tak kasat mata.


Setelah membalikkan badan dia tersenyum bahwa yang ada di pikiran nya bukan mahluk yang tak kasat mata melainkan sosok tiga lelaki memakai pakaian Preman, Lalu dia bertanya.


"Maap Tuan Tuan apakah kalian melihat seorang lelaki membawa motor yang di dorong karna kehabisan bensin? Tanya Andri Setiawan dengan ramah.


Mereka bertiga seketika tertawa terbahak bahak dan salah satu dari mereka mulai melayangkan pukulan telak menghantam perut lelaki setengah tua itu.


"Bugh..............!


"Bugh..............!


"Bugh..............!


"Ahk..........! Seketika Andri menunduk tangan memegang perut menahan rasa mual akibat pukulan salah satu dari mereka bertiga.


"Sia..... Siap...... Siapa, kalian apa kesalahan saya......


"Belum juga menyelesaikan perkataannya pria satu nya lagi menghantam daun telinga dengan batu, Sehingga darah pun seketika keluar dari telinga nya.


"Ahk............ Bruuk...........!


Andri pun seketika seluruh badannya ambruk ke bawah dengan darah keluar dari telinga akibat di pukul batu oleh ketiga lelaki misterius.


Angkat mayat ini dan buang langsung ke jurang kita selesaikan satu lagi baru kita mendapatkan upah yang lumayan besar. " Titah salah satu dari mereka memberi perintah.


"Siap Bos. Balas mereka berdua.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2