Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Nabil terancam


__ADS_3

Malam Minggu pukul 01:15 di Vila Mewah kawasan Cibodas Cianjur..


Gumpalan awan hitam pekat di sertai kilatan cahaya petir menyambar area halaman bukit kaki Gunung Gede-Pangrango malam itu..


Pemuda tampan nan rupawan yang sedang bercengkrama dengan Moch Abdul Nazib setelah berhasil separuh kekuatan lawan itu tewas di tangan prajurit nya..


"Hmmmmmmmm... Sudah saat nya....." Gumam Awan.. Tampak lelaki setengah tua itu berkerut ketika pemuda di hadapannya bergumam dan jelas terdengar oleh nya.


"Tuan Muda Awan... Apa maksudnya sudah saat nya.?" Tanya Abdul Najib penasaran..


"Mereka melakukan penyerangan secara ghaib dengan mendatangkan beberapa dukun.. Dan awan hitam dengan di sertai suara gledek dan kilatan petir menyambar di atas kepala kita tanda di alam tak kasat mata sedang terjadi perkelahian yang amat dahsyat.


"Berarti kabar kakak tiri Nona Muda Nabil, akan menghalalkan segala cara bukan omong belaka.." Kata Abdul Najib.


"Yaa Tuan...!!


"Jadi kita harus bagaimana Tuan Muda Awan..?" Tandas Abdul Nazib.


"Ayo Tuan Abdul sebaiknya kita selesaikan orang orang yang merasa pantas dan penting dalam barisan Moch Rojak.. Untuk urusan di alam tak kasat mata biarkan guru dan para sahabatnya yang mengurusnya.." Terang Awan.


"Siap Tuan Muda Awan... Hanya lima puluh persen lagi kekuatan mereka... Itu hal yang mudah bagi kita kita untuk melumpuhkan nya." Kata Abdul Najib Jumawa.. Awan hanya tersenyum..


#######


Moch Rojak dan Firmansyah serta Abu Bakr tak menyangka bahwa Pemuda yang menjadi incaran nya itu membawa bantuan dari perusahaan ayahnya.. Hingga hal itu seketika membuat mereka terpojok.. Orang yang di datangkan juga hanya menjadi penyuplai tenaga dari para anak buah Muhammad Awan Pratama.


Ketua Yakuza yang bernama Tanaka.. Kini posisi nya terdesak dan kalah telak di tangan Tuan Robi Asisten dari Tedi Ferdiansyah bersama para anak buahnya yang jago dalam ilmu beladiri tak ada apa apanya...


Sedangkan Gangster Mister Jack Komboy pun kalah telak bersimpuh darah di tangan Ketua Organisasi Macan Tutul menggempur para anak buahnya....


"Bajingan si Jabar.. Kenapa belum datang juga makhluk mahluk ghaib untuk menghadapi mereka.." Kata Moch Rojak dengan amarah yang tertahan itu.


"Hahahahaha....... Hahahahaha........... Apakah kamu menyangka akan berhasil dengan semua persiapan yang telah kau siapkan dengan membawa orang orang yang menurut anda anda itu sakti..." Kata satu suara lelaki muda datang dan masuk ke ruangan Vila mewah itu bersama dengan yang lainnya...

__ADS_1


"Kau................ Aish..........." Dengus Firmansyah.. Setelah suara itu masuk ke ruangan dalam Vila mewah itu.


"Ada apa Tuan Muda Firmansyah....... Api dendam yang ada di hatimu tidak akan dapat berhasil mencapai tujuan mu, bila kau menempuh jalan yang salah.." Jawab pemuda itu dengan seringai licik di bibirnya.


"Diam kau bocah Iblis..." Bentak Firmansyah...!


"Hahahahaha.... Diam..............!! Tiba tiba pemuda itu langsung berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi, tak ada yang menyadari siapapun juga termasuk gadis cantik yang berdiri di samping nya..


"Wuzzzzzzzzzzzzz.....................!!


"Bugh................................!


"Bugh................................!


"Arhk...................."


Dua pukulan telak mengenai perut Firmansyah, hingga ia membungkuk dan merasakan mual teramat dalam di perut nya.....


"Aku sudah berjanji kepada adikmu... Agar tidak membunuhnya..... Tapi bila kau memaksa jangan salahkan aku.." Kata Awan mata nya menatap tajam kearah lelaki di samping Firmansyah..


"Menyerah lah................ Kalian semua tak ada guna nya melawan ku, semua orang sudah di lumpuhkan dan habis oleh Tuan Abdul Nazib.." Kata Awan memberi peringatan...


"Hah.......... Menyerah........ Hahahahaha...... Hahahahaha....." Tawa Moch Rojak....................!


Awan bersama Asep Sunandar dan Iyus Saputra dan yang lainnya termasuk Lara dan Murid Mama Sepuh bersiaga.. Ucapan yang sangat sombong dan tertawa lepas pertanda mempunyai siasat lain..


"Ayo semua masuk... Habisi semua yang ada di sini termasuk dua buruan kita yang ada di hadapan kita hahahahaha..." Teriak Moch Rojak seraya tertawa.


Setelah kata itu terucap oleh Moch Rojak segerombolan orang memakai baju hitam dengan wajah tertutup topeng dan sebagian memakai pakaian ala ninja dari Jepang keluaran dari arah yang tak di sangka sangka...........!!


"Uhk........................ " Dengus Awan, tiba tiba melayangkan kaki nya kerah Firmansyah setelah Moch Rojak berteriak memanggil anak buah andalan nya itu.


"Blegh.................

__ADS_1


"Ahk....... Ringis Firmansyah......


Posisi Awan dan yang lainnya kini terkepung oleh para ninja dan ahli dalam seniman beladiri.... Firmansyah tersenyum licik, walaupun menahan sakit dari tendangan yang sangat keras itu.


"Lindungi Nona Muda Nabil.." Teriak Awan...!


"Hahahahahahahah...... Percuma saja kalian semua melindungi adik tiriku yang sangat cantik ini...... Semua nya habisi jangan biarkan satu orang pun hidup.." Kata Moch Rojak memberi perintah.


"Sialan kita terkepung.............." Batin Awan bergejolak, siap siaga memasang kuda kudanya..


Asep dan Iyus beserta Abdul Nazib dan Tuan Muda Excel pun sudah bersiaga..... Enam Murid Mama sepuh yang di ketuai oleh akang Syarif melingkar untuk melindungi Nona Muda Nabil yang sedang bersama dengan Siti Lara.


Tanpa banyak cakap dan membual puluhan orang yang memakai pakaian ala ninja itu bersama orang orang yang memakai topeng secara serentak langsung beranjak dengan kecepatan yang sangat gesit menyerang sebelas sepuluh orang yang melindungi Nona Muda Nabil di antaranya Muhammad Awan Pratama.


Perkelahian itu pun pecah di dalam Vila mewah itu... Semua saling berbenturan satu sama lain.. Awan dan yang lainnya tak menyangka sama sekali, pemikiran saat itu ketika sudah melumpuhkan orang orang yang ada di barisan depan dan kiri serta kanan akan mudah menangkap Moch Rojak dan Firmansyah serta Abu Bakr... Tetapi harapan tidak sesuai dengan kenyataan... Manusia hanya bisa berencana dan berusaha tetap tapi hasil pencapaian akhir hanya sang pencipta yang biasa menentukan nya.


Pertarungan berlangsung semakin tak terkendali, tiap perkelahian memakan jiwa seakan jadi peraturan wajib untuk membunuh.. Hingga saat nya tiba Nabil Nur Fadillah lengah dan menjadi sasaran empuk Moch Rojak untuk di habisi...


"Habisi keponakan Moch Rojak dan habisi yang lainnya.." Teriak Abu Bakr...


Tanpa di sadari oleh Awan dan Asep Sunandar serta yang lainnya termasuk Lara dan Excel.... Nabil lengah tanpa lindungan mereka karna sibuk dengan lawan lawan yang sangat merepotkan.


Moch Rojak mengeluarkan pisau belati yang di selipkan di pinggang nya, di hadapannya berdiri seorang gadis cantik yang tak lain adik tirinya.


"Nabillllllllll................ " Teriak Awan.... Tapi dia tidak bisa berbuat apa apa karna dirinya sendiri dalam kepungan musuh...!


"Nona Muda Nabil............


"Adikku.... Nona Muda Nabil......


"Asep dan Iyus Saputra beserta Murid Mama Sepuh berteriak memanggil gadis cantik yang sedang berhadapan dengan kakak tirinya dengan mengacungkan pisau nya tepat di hadapan nya.


"Hahahhahahahhaha....... Hahahahahhahaahha...... Selamat tinggal adikku sayang.." Ucap Moch Rojak seringai licik di bibirnya kepada Nabil Nur Fadillah.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2