Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kegelisahan Akang Satu kepada majikannya


__ADS_3

"Selamat datang Tuan dan Nona. Silahkan mau pesan apa.?" Tanya pelayan Resto kepada sepasang kekasih yang telah duduk di kursi meja.


"Sebentar Pak. Saya sedang menunggu Seseorang dulu." Kata pemuda yang di sebut Tuan itu.


"Baik. Tuan." Ucap pelayan itu. Lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kak. Emang siapa yang sedang di tunggu kakak.?" Tanya gadis di samping nya.


"Asep Sunandar. Kaka sudah janjian di restoran ini. Mungkin sebentar lagi ia datang." Kata Pemuda itu.


"Ohk. Begitu. Kak. !! Awan mengangguk. Ia tersenyum kearah pintu masuk. Nabil berkerut kening nya. Kak Awan tersenyum sendiri. Kayak Orang gila'' Kekeh nya gadis itu.


"Hus.......!! Enak aja. Ngatain Kakak gila." Kata Awan.


Nabil. Kak. Asep Sunandar datang bersama seorang gadis berhijab. Terlihat Familiar gadis itu. Kalau Gak salah. " Kata Awan pelan.


"Nabil pun langsung membalikkan badannya


"Alicia. Hmmmmmm. Anaknya Pak Ibrahim pemilik kios yang ada di pasar induk dekat dengan toko ku yang di kelola Pak Kohar." Kata Awan suaranya lirih terdengar oleh Nabil.!


"Awan. Beranjak bangkit. Nabil pun ikut bangkit. Berkedip kearah pemuda itu. "Sayang kamu sini duduk nya pindah.!!


"Bos. Asep. Sapa Awan sambil melambaikan tangan nya.


"Pemuda itu juga melambaikan tangannya. Ia bingung untuk menjawab nya. Kenapa bos nya memanggil dengan sebutan Bos kepadanya. Jelas jelas Pemuda yang menyapa nya adalah majikan nya.


Asep berjalan kearah Awan seraya menggandeng tangan gadis berkerudung putih itu. Ia tersenyum. Menatap kearah majikannya.


Alicia gadis yang di bawa Asep Sunandar terkejut. Bukan kah pemuda itu si Awan. Tukang kuli panggul di pasar induk. Kenapa bisa kenal dengan Aa Asep." Batin Alicia bergejolak saat itu.


"Nabil kamu tunggu di sini sebentar." Titah nya. Nabil pun mengangguk. Awan langsung berjalan menghampiri Asep Sunandar. Ia memeluk lalu membisikkan sesuatu ke telinganya Asep.


"Jangan perlakukan aku layaknya seorang bos, Ikuti drama yang akan aku perankan malam ini. "Asep. Tak mengerti tapi Ia paham dengan perkataannya dari bos nya itu, lalu mengangguk dan membalasnya bisikan itu dengan pelan.


"Siap Tuan Muda.!!

__ADS_1


"Bos Ayo.. Duduk. Aku dan Nabil sudah menunggu mu dari tadi." Titah Awan setelah pelukan itu terlepas.


"Ehk. Ia. Anu tadi Mohon maap. Terlambat sedikit, karna jemput dulu seseorang yang kini di depan anda berdua." Jawab Asep tergugup.


"Ahk. Tidak apa apa bos.! Silahkan duduk Bos." Kata Awan mempersilahkan. Awan tersenyum geli melihat Asep Sunandar gugup saat ini.


"Siap.! Ucap Asep terkaku.!!


"Sayang. Ayo duduk. Pinta Asep Sunandar manja kepada Gadis yang di bawa nya.!!


"Terima Kasih. Aa." Jawab Gadis itu.!!


"Awan. Nabil. Kenalkan ini Wanita di samping ku. Namanya Alicia. Putri dari Pak Ibrahim." Kata Asep Sunandar memperkenalkan.


"Nona. Alicia, Salam kenal dari saya dan pacar saya. Nabil Nur Fadillah." Ucap Awan tersenyum manis.


"Cih.! Hanya Tukang kuli panggul di pasar induk." Ketus Gadis yang di bawa oleh Asep Sunandar.


"Awan Sudah mengetahui sipat dan karakter gadis yang di bawa oleh Asep Sunandar, sewaktu Ia membantu dan suka membukakan kios Pak Ibrahim. Perbedaan kasta dan sosial membuat Ia enggan berteman dengan anak nya pemilik kios yang dulu Ia di percayai oleh ayahnya yaitu Ibrahim.


"Hmmmmmm. Sayang.! Gak boleh gitu. Awan dan Nabil itu sahabat Aa. Yang sudah jelas jelas membantu karir di kantor tempat aa kerja." Kata Asep kepada kekasihnya.


"Aa. Aku tuh tahu, pemuda sampah dan miskin yang bernama Awan itu. Dia hanya Tukang Kuli panggul, Tidak mungkin, dia membantu aa masuk ke perusahaan yang baru beberapa bulan ada di kota ini." Kata Alicia.


"Tapi.! Sayang.


"Bos. Asep.! Sudah tidak usah di bahas, apa yang di ucapkan oleh Nona Alicia itu emang kenyataan.!! Kita di sini ketemu untuk merayakan malam mingguan." Cegah Awan tak mau gara gara kebencian gadis yang bernama Alicia kepada dirinya hubungan Asep renggang.


"Tuh. Kan aa Asep dia ngaku sendiri." Kata Alicia.


Nabil. Geram.!! Dia memasang wajah judes malam itu. Bisa bisa nya Kak Awan menerima penghinaan itu. Sudah jelas kalau di katakan sampai itu gadis yang di bawa oleh Kak Asep Sunandar.


Pelayan Resto datang membawa buku menu. Setelah lambaian tangan dari pemuda itu untuk datang dan akan memesan makanan malam itu.


"Bos. Asep. Nona Alicia. Silahkan pesan makanan. Aku yang traktir." Kata Awan dengan senyuman.!!

__ADS_1


"Cuih. Sok kaya." Decih Alicia.


Gue kerjain lelaki sampah ini. Biar tahu rasanya. Habis Habis tuh uang nya." Batin Alicia.


"Pak pelayan aku ingin menu yang paling mahal di restoran ini." Kata Alicia tersenyum sinis.


"Baik. Nona. Silahkan Anda tunggu pesanan akan segera tiba." Ucap pelayan itu ramah.


Asep Sunandar sudah tak enak hati. Ia sudah gelisah di pertama Ia duduk. Ia mengeluarkan ponsel nya dan mengirim pesan kepada bos nya. Meminta maap atas ulah pacarnya yang baru lima hari jadian itu.


"Santai. Asep. Aku sudah tahu sipat dan karakter nya. Aku hanya berpesan hati hati lah. Jangan sampai kau mengikuti keiinginan nya." Balas Awan.


**


Di saat. Dua pasangan muda mudi sedang asyik menyantap makanan di restoran mewah berbintang itu. Tanpa di sadari oleh Awan maupun Nabil, Bahwa mereka berdua sedang di intai oleh salah satu preman yang di kirim oleh Engkos Kosasih untuk terus membuntuti kemana pemuda itu melangkah.


Preman itu lalu mengirim pesan dan mengirim Poto serta video hasil pengintaian kepada ketua preman yaitu Rantai Bumi.


"Kamu posisi dimna.? Dua anak buah ku akan kesana untuk menemani mu menangkap pemuda yang sedang makan di restoran itu.


"Saya kirim lokasi sekarang ketua." Balas pesan Rantai Bumi.


"Ok. Gpl. Gak pake lama.!!


################################


"Sementara di kediaman rumah lama Bu Dewi tepatnya di kampung Senagar. Setelah kepergian keluarga Pak Kohar yang tadi datang memberi tahukan untuk esok datang menemui Advokad hukum perusahaan Anugrah Awan Sentosa. Syarif sebagai ketua dari sepuluh Murid Mama Sepuh, hati nya terlihat gelisah pikiran nya tertuju kepada majikannya, seolah olah malam ini majikannya dalam keaadaan bahaya.!!


"Yaa. Allah ada apa ini.?" Kenapa Hatiku dan pikiran tertuju kepada Bos Awan. Apakah akan terjadi sesuatu malam ini." Syarif bertanya kepada diri nya sendiri.


Akang satu lalu menghampiri Sutisna. Untuk menanyakan kabar keberadaan majikannya. Karna rasa gelisah dalam hatinya.


"Kang. Sutisna. Di mana sampean.?" Kata Akang satu seraya berjalan kearah dapur dan menengok ke sana ke sini mencari keberadaan pemuda yang di panggil namanya.


Bersambung.

__ADS_1


#Mohon maap author hari ini. Aku lagi sibuk di dunia nyata. Ini juga aku sempatkan post walaupun satu bab.!!


__ADS_2