Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kedatangan Keluarga Besar Fatharani


__ADS_3

Kabar kedatangan keluarga Azzahra Masika Fatharani, sudah sampai di telinga Muhammad Awan Pratama dari sang Asisten kepercayaan nya Asep Sunandar dan Iyus Saputra.


Mereka akan tiba tepat hari Jumat pagi hari mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta dengan pesawat pribadinya..


Menurut informasi dari kedua Asisten nya.. Kedatangan mereka aman aman saja tak ada kecurigaan dan intaian dari pihak keluarga Abanoub.


Pukul 05:00 pagi hari Tuan Besar Tedi Ferdiansyah dan keluarganya sudah berada di bandara internasional Soekarno-Hatta untuk menjemput dan langsung membawanya ke kota kecil atas kemauannya. Setelah mendapatkan kabar dari Moch Aidil bahwa pemilik perusahaan terbesar di negara Piramida itu, keluarga besarnya akan mendarat.


Atas dasar mempererat hubungan dua perusahaan besar di negara masing masing, Tedi Ferdiansyah bersama keluarga nya yang akan menjemput nya dan langsung membawa ke kota kecil dimana sang pemuda hebat seperti dewa itu di lahirkan.


Bukan penjemputan saja di bandara tersebut.. Tedi Ferdiansyah pun mengusulkan pertemuan rasa kangen dan rindu antara Azzahra Masika Fatharani dan Nabil Nur Fadillah dengan keluarganya di Mansion mewah milik nya yang ada di kawasan kampung Maleber yang tak jauh dari perumahan tempat Awan tinggal.


Setelah basa basi dan saling memperkenalkan diri di area kantor pusat Anugrah Awan Sentosa.. Bu Dewi pun langsung menuju sebuah Mobil Honda Brio kesayangan nya bersama suami dan kedua anaknya, untuk segera menuju sebuah rumah mewah milik perusahaan terbesar di negara nya.


Semua pegawai dan staf Anugrah Awan Sentosa hanya berdecak kagum melihat pemandangan di pagi hari dengan keluar nya saling beriringan mobil mobil yang menurut mereka tak akan mampu membeli nya.. Yang lebih unik nya mobil yang paling depan adalah mobil yang jauh harga nya ketimbang mobil yang membuntuti dari belakang.


Empat puluh menit berselang iring iringan mobil mewah itu memasuki secara perlahan lahan memasuki halaman rumah mewah Tedi Ferdiansyah dan di samping depan orang orang dari perusahaan Ismail Group di antaranya Aidil dan Ahmad serta kepala pengawal Abdul Nazib tak lupa Tuan Safir pun ada berdiri menyambut rombongan mobil yang baru masuk dan berhenti bersejejer di antara barisan mobil mewah itu.


Selamat datang Tuan Besar Fatharani dan keluarga.." Ucap Aidil membungkuk hormat.. Lalu buru buru di cegah oleh lelaki paruh baya yang di sebut Tuan Besar itu.


"Aidil...... Dan yang lainnya jangan lah kau memberikan kehormatan ini kepada lelaki tua yang penuh dengan dosa, tanpa mu dan yang lainnya Cucuku dan putri nya tak akan bisa melewati semua ini.." Kata Fatharani lalu memeluk hangat Aidil dan yang lainnya satu persatu.


Setelah selesai dengan aktivitas di teras Mansion mewah itu.. Aidil pun langsung membawa keluarga besar Fatharani itu untuk masuk kedalam.. Abdullah dan istrinya sedari tadi celingukan kesana kesini mencari sosok dua wanita yang sudah lima tahun tak bertemu.


"Aidil...... Ahmad.. Dimana anak dan cucuku..?" Tanya Nyonya Abdullah ibu dari Azzahra Masika Fatharani.


"Menjawab anda Nyonya Besar.!

__ADS_1


"Kakak ipar serta keponakan ku, Nabil Nur Fadillah.. Sebentar lagi sampai bersama pemuda hebat seperti Dewa, sebaiknya kita menunggu di dalam Mansion.!


"Baiklah Aidil..." Ucap Nyonya Abdullah pasrah.. Rasa kangen dan rindunya terasa amat berat kepada anak satu satu nya itu. Terutama kepada Cucu nya yang sangat cantik.


#######


Masih di kota sama hanya berbeda tempat saja, sebelum datang nya Keluarga Besar Fatharani di jemput oleh Tedi Ferdiansyah.. Di salah satu rumah yang sangat megah di antara rumah rumah yang ada di kampung Situhiang.


"Zahra.. Apakah keluarga ku pantas bila bertemu dengan keluarga besar mu..?" Tanya Lisnawati kepada Azzahra yang sedang duduk di samping anaknya Nabil Nur Fadillah.


"Kenapa besan bertanya begitu...?" Tanya balik Azzahra Masika Fatharani kepada Lisnawati..


"Zahra... Kau tau kan bagaimana keluargaku ini, bukan berasal dari kalangan atas, dan sosial yang tinggi serta berkelas... Bila harus jujur kepada mu dan anak mu.. Aku dan keluarga besar sungguh tak pantas dan malu diri harus bertemu dengan keluarga besar mu.." Terang Lisnawati pelan tapi masih terdengar oleh wanita yang lebih muda darinya.


Azzahra Masika Fatharani lalu bangkit dan duduk di samping Lisnawati..." Besan Anda terlalu merendah, kata siapa tak pantas sangat pantas sekali.... Keluarga Besar Fatharani berhutang nyawa kepada anakmu dan keluarga ini... Bila anakmu meminta aku atau pun Nabil untuk tidak bertemu dengan keluarga ku... Yakin lah aku Azzahra Masika Fatharani dan Nabil Nur Fadillah akan menuruti kemauan dari Muhammad Awan Pratama.. Tetapi ini semua aku memaafkan keluargaku dan Nabil Nur Fadillah mengambil posisi perusahaan atas permintaan dari sang Pemuda Hebat Seperti Dewa.." Terang Azzahra seraya memegang erat tangan Lisnawati.


"Tidak ada tapi tapian Bunda sama Nenek ikut bersama Bunda Azzahra dan Nabil menemui keluarga Besar nya yang kini sudah ada di kediaman Tuan Besar Tedi Ferdiansyah.." Kata Awan lalu duduk di samping Nabil Nur Fadillah.


"Tapi Nak Bunda malu.." Lirih Lisnawati...!


"Pakai bakul nasi aja Bun kalau malu. hehehehe.." Sahut Dena dari arah dapur membawa segelas kopi yang di minta oleh Awan.


"Aish.......... Kamu Dena....." Keluh Lisnawati..


"Hehehehe maaf Bunda bercanda.." Kata Dena menyuguhkan kopi kesukaan adik iparnya itu.


"Makasih Teh kopi nya.." Kata Awan lalu menyeruput kopi yang menggoda lidah itu.

__ADS_1


"Sama sama adik ipar yang paling nyebelin, hehehe." Canda Dena lalu duduk di samping kiri Lisnawati.


"Kak malam pulang jam berapa dari Bogor... Abah Aden Haruman sama Umi Lilis bagaimana kabar nya.?" Sehat kan mereka berdua.?" Tanya Nabil..


"Malam kalau gak salah pulang jam dua.." Ucap Awan.


"Abah sama Umi Alhamdulillah sehat." Kata Awan lagi.


"Kok aku gak dengar kakak pulang, padahal jam dua aku belum tidur ya Bun..?" Kata Nabil bertanya kepada ibu nya.


"Kamu tidur... Awan sepuluh menit berlalu baru pulang di antar oleh Asep Sunandar.. Jadi suara mobil nya gak kedengaran.." Terang Azzahra kepada anaknya.


"Ohk.... Pantas... Terus kita pergi menemui keluarga kakek aku pakai apa Kak..?" Tanya Nabil..


"Sewa angkot hahahaha..." Tawa Awan membuat Nabil manyun kaya Tutut sawah yang sudah siap di masak pake bumbu dapur.


"Awannnnnnnnnnn...." Kata Lisnawati mata nya melotot.


"Hehehehe... Maaf Yank... Bentar lagi Asep dan Iyus akan segera tiba.." Kata Awan terkekeh.


"Gak ada kata maaf maaf..........." Sewot Nabil...!


"Aduh.... Sayang ku cintaku kekasihku idamanku ohk pujaan hati ku, jangan marah atuhhh.." Rengek Awan memasang wajah sedih....


"Basi huh....." Sahut Dena hahahahaha.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2