Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Cerita Bunda Lisnawati


__ADS_3

"Sayang... Bagaimana keadaan Kak. Awan." Tegur satu suara setelah berdiri di samping gadis yang terus menerus mengelus rambut pemuda yang sedang terbaring kaku di ranjang.


"Nabil menoleh dengan mata yang berkaca-kaca. Jelas di raut muka nya penuh dengan kesedihan. "Hiks.....! Hiks....! Hiks......! Bunda....... Kak. Awan diam saja dari tadi di panggil oleh Nabil." Lirih Gadis itu dengan Isak tangis yang pilu.


"Azzahra. Langsung memeluk anaknya. Ia berusaha tegar tidak mengeluarkan Air mata nya. Berbeda dengan wanita yang ada di sampingnya. Ia berjalan duduk di samping kiri, lalu membidik sesuatu kearah telinga nya itu.


Tiga menit lama nya, Lisnawati pun langsung mencium kening putra nya, Air mata nya menetes begitu saja.! Anakku. Ibu yakin kamu akan hidup lagi. Karna masih banyak tugas yang belum kamu selesaikan, Masih ada janji yang belum kau tepati. Kami di sini menunggu kamu kembali.! Lirih Wanita setengah tua itu.


"Muhammad Awan Pratama. Kamu pernah berbicara sama Bunda waktu itu empat tahun kebelakang. Bunda masih mengingatnya, dan sampai saat ini Bunda masih mengingat ucapan dari mu.


Lisnawati tersenyum, mata nya menoleh kearah Azzahra dan Nabil. Kini tatapannya menuju ke sebuah pintu yang terbuka dan muncul sosok Bu Dewi menghampirinya duduk di ruangan itu.


"Bunda.! Bunda.! Kini perempuan hebat, perempuan tegar perempuan yang layak surga di telapak kaki nya bertambah satu lagi.?" Tanya anak kecil berusia sebelas tahun waktu itu.


"Emang siapa Nak. Perempuan hebat itu.?" Tanya Lisnawati.


"Nama nya Bunda Azzahra Masika Fatharani." Jawab Awan.


Nabil dan Azzahra serta Bu Dewi mendengarkan perkataan dari Lisnawati tujuannya untuk mengenang memori indah perjalanan pemuda yang berbaring di hadapannya.


"Ohk. Kok namanya terlihat asing Awan." Kata Lisnawati.!!


"Iya. Bunda. Awan juga pas pertama kali mengenal Bunda Azzahra dan anak nya Nabil Nur Fadillah. Kaget Bun kok namanya aneh ya.


"Emang Awan kenal dimana dengan siapa tadi namanya.?" Tanya Lisnawati.


"Azzahra Bunda.!!


"Iya. Itu Awan kenal dimana emang.?"

__ADS_1


"Di pasar Bunda.!! Tadinya mau di pukuli oleh Preman.! Tapi Awan tolong dan bawa ke puskesmas. Lalu Awan Kontrakan rumah dan kasih modal agar tidak mengemudi lagi." Kata bocah berusia sebelas tahun itu tersenyum.


"Bagus..... Nak. Walaupun kehidupan kita juga susah, tapi kita juga usahakan harus bersedakah kepada orang yang membutuhkan." Bunda memberikan nasehat nya waktu itu.


"Iyaa. Bunda Awan akang mengingat dan menjalankan nya." Kata Awan mengangguk. Lisnawati pun tersenyum.


"Bunda. Bunda. Mau tahu nggak.! Di antara Bunda. Sama Bunda Azzahra dan Bunda Dewi yang cantik yang mana." Kata Awan.


"Ayo. Siapa di antara Bunda dan mereka berdua." Kata Lisnawati.


"Yang. Cantik itu. Nabil Nur Fadillah." Kekeh Awan.!!


"Ahk. Licik.!! Bukan kah tadi pertanyaan kepada Bunda dan Azzahra serta Dewi.. Kok jawaban tertuju kepada Nabil Nur Fadillah." Kata Lisnawati dengan memasang wajah cemberut. Awan hanya terkekeh dan tersenyum waktu itu.!!


Nabil memerah mukanya kaya kepiting rebus setelah tahu pemuda itu telah memuji nya waktu pertama kali Ia bertemu.


Lisnawati tak sanggup lagi berkata, melihat putra nya hanya diam dan tak merespon perkataan dan obrolan tentang masa lalu bertemu dengan Azzahra.


**********


Sementara di salah satu rumah megah bagaikan sebuah Istana kerajaan tepatnya di negara Mesir, Pemuda yang Sukma nya terlepas dari raga nya itu sedang memperhatikan dua pemuda kembar dan lelaki setengah tua sedang mengobrol di ruangan keluarga rumah megah tersebut.


Dalam pendengaran dan penglihatan pemuda itu, bahwa Azzahra dan Nabil Nur Fadillah sudah di rencanakan jauh jauh hari oleh keluarga Abanoub, untuk mencoret daptar hak waris dari Moch Ismail pemilik perusahaan terbesar di negaranya.


Dengan di pitnah nya Azzahra Masika Fatharani berselingkuh dengan bawahannya, maka suaminya Moch Ismail yaitu ayah kandung dari dua pemuda itu, sudah jelas bahwa seluruh kekayaan dan perusahaan akan menjadi milik Moch Rojak dan Moch Jabar.


Dengan di perlihatkan nya kejahatan mereka kepada Azzahra dan Nabil itu, akan menjadi acuan bagi pemuda itu untuk melindungi dan menolong Ibu dan anak dari pewaris tunggal perusahaan ISMAIL GROUP.


Disaat pemuda itu sedang mendengarkan dan memperhatikan ketiga pria yang sedang mengobrol di ruangan keluarga rumah mewah tersebut, Tiba Tiba lelaki paruh baya menarik paksa pemuda tersebut dan membawanya terbang keatas.

__ADS_1


"Ehk..... Ehk....... Siapa ini main tarik tarik saja." Kesal pemuda itu.


"Diam. Jangan berulah. Ini bukan Alam mu. Sebaiknya kau kembali ke alam manusia. Tetapi sebelum kau kembali ada beberapa orang yang ingin bertemu denganmu." Jawab Lelaki paruh baya itu menarik dari arah belakang. Hingga pemuda itu tidak berjalan mundur.


"Baik... Baiklah....... Tapi lepaskan dulu. Saya akan mengikuti mu." Pinta pemuda itu.


Lelaki paruh baya itu pun lalu melepaskan tarikan nya kepada pemuda tersebut. Awan pun langsung membalikkan badannya. Ia melihat takjub kepada lelaki paruh baya yang barusan menariknya.!!


"Kalau boleh tahu siapakah anda ini Tuan.?" Tanya pemuda itu.


"Panggil saya Pendeta Haka." Jawab lelaki Paruh baya itu


"Baiklah. Pendeta. Kalau boleh tahu siapa yang ingin bertemu dengan saya.?" Tanya pemuda itu dengan rasa penasaran.


"Anak Muda. Nanti juga kamu akan tahu. Sebaiknya kau ikuti saya." Titah lelaki yang memperkenalkan nama nya Pendeta Haka.


"Hmmmmmmm.!! Lest' Go'." Kata Awan. Pendeta Haka hanya geleng geleng kepala nya.!!


"Dasar otak tak waras murid dari Eyang Aden Haruman." Gumam Pendeta Haka, namun terdengar jelas di telinga pemuda itu.


"Abah. Aden Haruman. Berarti lelaki paruh baya ini kenal dengan guruku." Ucap pemuda itu dalam hati.


"Ayo....... Kita berangkat. Aku tahu yang ada dalam pikiran mu. Tentang Eyang Aden Haruman." Ajak nya lalu mulai menarik pemuda itu untuk ikut terbang ke awang awang.


"Wuzzzzzzzzzzz.................. Wuzzzzzzzzzzz..............!!


Seiring hembusan angin sepoi-sepoi dua Sukma pun langsung terbang sekilat petir menyambar dalam rintiknya hujan menuju ke salah satu gunung yang sangat terkenal di negara Piramida itu.


Terletak di dekat kota Saint Catherine di Semenanjung Sinai Mesir, Gunung Sinai dikenal dengan banyak nama berbeda; Har Sinai, Gunung Horeb, Jabal Musa… ini hanya beberapa dari sebutan yang diberikan kepada gunung dalam literatur Kristen, Yahudi, dan Islam. Satu hal yang disepakati ketiga agama, bagaimanapun, adalah bahwa ini adalah gunung tempat Tuhan menampakkan diri kepada Musa dan memberinya Sepuluh Perintah Allah. Nabi Muhammad juga mengunjungi gunung tersebut pada abad keenam, menjadikannya tempat ziarah bagi anggota dari ketiga agama tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2