Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kalah nya Sang Ketua Preman.


__ADS_3

"Woyy................ Buruan kita sudah keluar dari lifs... Ayo kita tangkap.." Teriak lelaki memakai pakaian pelayan restoran dengan memegang pisau..


"Empat orang yang sedari tadi sudah bersiaga dengan posisi masing masing, mendengar teriakkan dari salah satu Preman yang sudah stambay tak jauh dari pintu masuk lifs.


"Hajarrrrrrrrrr..................... Teriak empat orang sambil berlari kearah Awan dan Excel yang baru keluar dari lifs..


"Kak......... Ayo..... " Ucap Awan.... seraya mengepalkan kedua tangannya.. Excel pun tersenyum dan langsung berkata dengan nada hinaan.


"Dasar sampah.......... Berani nya kalian membuat saling sengketa dengan kami.........


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..........


"Hebb......................


Excel melompat ke samping menghindari serangan yang di lancarkan oleh preman itu...


"Takk...................!!


"Bugh.....................!!


"Bugh.....................!!


"Arhk......................!!


Dua kali pukulan telak mengenai perut dari preman itu hingga merasakan mual yang amat amat cantik. Kerja sama yang apik antara Excel dan Awan mampu menumbangkan satu dari ketiga empat preman yang menyerang mereka berdua.


"Adikku....... Mantap.." Ujar Excel mengarahkan jari jempolnya...


"Yoi........ Awas Kak.... Di samping mu.." Teriak Awan...!


Excel dengan sigap langsung merunduk, untuk menghindari serangan dari preman yang menggunakan Tonfa besar..... Lalu membalikkan keadaan dengan meninju kantong kemenyan milik warisan nya itu.


"Hiaaaaaat....................!!


"Bugh........ Bugh......... Bugh........ Bugh........ Tinjuan dari Excel kearah pusaka warisan preman itu menghancurkan garis keturunan nya di masa depan...


"Woy........ Kak....... Sadis amat eyyyy....." Sahut Awan yang sedang menangkis dari dua preman yang menyerang secara bersamaan....

__ADS_1


"Hahahahaha........... Hahahhahahah......." Tawa Excel... Lalu Ia pun melompat kearah Awan yang sedang berkelahi dengan dua preman yang kemungkinan dua preman itu cukup lihai di lihat nya.


"Adikku.... Dua preman ini menjadi lawan ku.... Sebaiknya bantu yang di luar... Tampak terlihat di luar sangat merepotkan bagi orang orang dari Mama Sepuh.." Titah Excel..


"Baik lah kak.............. Awan pun langsung menghindar dari kedua preman itu dan berlari kearah keluar menuju area halaman parkir restoran itu.


Dengan kekuatan penuh dan mulut membaca mantra yang di ajarkan oleh gurunya Aden Haruman.. Awan pun langsung melompat ke salah satu Ketua Gangster dari negeri kangguru yang bernama Mister Brown.


"Hiaatttt..............................!


"Bugh.............................!!


"Arhk.............................!!


"Bregh..........................!


Sang Ketua Gangster terkena tendangan dari Muhammad Awan Pratama ketika Ia sedang bertarung dengan Akang satu yaitu Kang Syarif hingga terpental dan mengenai sebuah mobil Xenia silver yang di bawa oleh pacar Kiara...


"Bangsat...................." Ucap Brown meringis kesakitan menahan tubuh yang terkena tendangan itu.


"Akang satu Syarif dan Cecep serta Bahar........ Segera ikut bergabung dengan Tuan Robi yang ada di Vila kawasan Cibodas.. Yang ada di sini menjadi urusan saya bersama yang lainnya.." Kata Awan memberi perintah..


Mereka bertiga yang di perintahkan oleh majikan nya langsung berangkat menggunakan sepeda motor cross yang terparkir di area itu......


"Tuan Bule..... Kau lawan ku....... Ayo kita selesaikan saat ini juga, bila tak mau menyerah.." Kata Awan menantang.


Lelaki asing yang di panggil Tuan bule pun langsung bangkit dengan tersenyum sinis ke arah Muhammad Awan Pratama dan bersiap siap untuk menyerang.


###############


.......................................... Sementara di salah satu Vila yang tak jauh dari restoran mewah tersebut, tak kalah seru, perkelahian antara Ketua preman yang bernama Dayat sedang berhadapan dengan dua pemuda yang tak lain Asep Sunandar dan Iyus Saputra.


Apa yang di katakan oleh Tuan Muda Awan, mengenai Ketua Preman yang menguasai pasar pasar di kota tempat kelahiran dua pemuda yang sedang berkelahi dengan Dayat, bukan isapan jempol belaka. Dia pantas di sebut Ketua karna selain mempunyai ilmu beladiri yang mumpuni dan dia sendiri tidak mempan dengan senjata tajam.


Asep dan Iyus Saputra yang sudah di persiapkan dari awal dengan membawa dua pedang samurai untuk mengalahkan ketua Preman itu, tak ada sedikitpun sobekan pedang samurai milik mereka berdua yang bisa mencederai tubuh Kang Dayat.


"Hahahahahahahah........ Dua bocah edan, mau melawan ku. Sebaiknya kau pulang dan menyusu kepada ibu mu hah..." Tawa Dayat semua serangan yang di lancarkan oleh Iyus Saputra dan Asep Sunandar tidak berasa sedikitpun di tubuh Dayat...

__ADS_1


"Kang Dayat..... Kau jangan sok hebat... Ingat di atas langit masih ada langit... Belum tentu kami berdua kalah dari mu..." Kata Asep Sunandar... Lalu mulai menyerang dengan tangan memegang pedang samurai dan di arahkan tepat pada pundak Ketua preman itu...


"Hiaaaaaaaaatttt................. Modar Sia Dayat......." Teriak Asep Sunandar pedang samurai pun langsung di arahkan kepada pundak kanan kang Dayat... Tetapi lagi dan lagi tak ada luka atau pun darah sedikit pun keluar dari pundaknya.


"Hahahhahahahhaha........ Hahahahhahaha..........."


"Wiizzzzzzzzzz...........................!


"Bugh..........................!


"Braakkk.........................


"Ahkkkkkkk..........................!


Asep Sunandar terpental setelah tendangan dari Kang Dayat tepat mengenai dada nya..... Ia meringis kesakitan dan darah segar keluar dari mulut nya........


Iyus tak tinggal diam Ia membuang pedang samurai nya.. Lalu mengambil pusaka Kujang Kembar yang di berikan oleh Tuan Muda Awan....... Dengan apa yang di suruh oleh majikannya itu.. Membaca surat Al Fatihah yang di tunjukkan kepada Abah Aden Haruman... Iyus pun langsung mengarahkan senjata itu tepat ke wajahnya Kang Dayat....!


"Huzzzzzzzzzzzzzzzzz....... Angin malam penuh dengan aroma kembang Kamboja tercium hangat di Vila itu, aura mistik pun hadir dan Iyus Saputra terbawa kekuatan pusaka Kujang Kembar itu.


Secepat kilat.... Lompatan Iyus pun langsung menyerang wajah Ketua preman itu..... Asep yang melihat Iyus sudah mengeluarkan senjata pamungkasnya itu.. Ia pun berusaha bangkit dan juga hampir sama apa yang di lakukan oleh Iyus Saputra kepada pusaka Kujang Kembar itu.


"Kang Dayat... Kejayaan mu telah berakhir... Tak ada yang namanya ilmu penutup..................." Kata Asep Sunandar langsung mengarahkan senjata pusaka Kujang Kembar itu tepat mengenai perut nya, yang sebelumnya wajahnya sudah terkena goresan yang di arahkan oleh Iyus Saputra.


"Blezzzzzzzzzzzzzz................... Darah pun seketika muncrat dari perut Ketua Preman yang sudah menguasai sepuluh tahun lamanya pasar pasar di daerah kota kecil itu..


"Ahkkkkkkk............................." Teriak Kang Dayat kesakitan...... Ia tak menyangka ilmu kebal nya itu akhir nya bisa kalah oleh dua pemuda yang memegang dua pusaka Kujang Kembar yang di berikan oleh majikannya.


"Kang Dayat......... Bertobatlah.... Kita berdua tak akan membunuh mu... Tetapi hukum tetap hukum... Kau akan menjalani sisa hidupmu di balik jeruji besi.." Kata Asep Sunandar..


"Kami berdua berharap kau merenungi kesalahan mu dari sekarang..." Sambung Asep Sunandar.


"Asep..... Ayo kita berangkat dan bergabung dengan Tuan Robi yang sudah ada di kawasan villa daerah Cibodas.." Ajak Iyus Saputra.


"Terus manusia laknat ini.......?" Tandas Asep Sunandar..


"Sebentar lagi anak buah dari Kanit Subadra dan Kanit Diki bagian pembersihan nya saja akan datang beberapa menit lagi.." Jawab Iyus Saputra dan Asep Sunandar pun langsung mengangguk.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2