
Insiatif kedua bagaimana? Tanya Irma penasaran. Sama hal nya dengan Mira juga penasaran dengan pembicaraan dari Kiara.
"Kita bertiga langsung meminta maaf dengan ber - sungguh sungguh dan tidak akan mengulangi nya lagi kepada pemuda bernama Muhammad Awan Pratama. Gue yakin Pemuda itu pasti memaafkan kita kita. Dengan bangga Kiara memuji diri nya.....
Pesona kita bertiga di hadapan Awan tidak akan marah. " Mereka bertiga berkata seraya tertawa terbahak bahak...
Hahahaha....... ! Hahahaha........! Hahahaha..! Hahahaha
Hahahaha........! Hahahaha........! Hahahaha...! Hahahaha
Setelah mereka bertiga puas dengan tertawa terbahak bahak seolah olah rencana yang akan di jalani akan mulus tampa ada hambatan dan pemuda yang menjadi ajang taruhan itu tidak akan tahu.
Setelah kesepakatan di buat oleh mereka bertiga. Kiara pun menjelaskan semua susunan rencana dengan hati berbunga bunga.
Pertama Irma yang akan memulai mengajak jalan bersama Awan, semua di tanggung oleh gadis cantik dengan mata yang begitu bening. Dan mengungkapkan perasaan yang selama ini dia tahan dalam diam.
Seandainya cinta nya dia di terima oleh Awan maka kedua sahabat nya harus merelakan dan jangan sampai ada permusuhan di antara mereka bertiga, Tapi sebaliknya seandai nya Irma di tolak dia juga jangan sampai marah atau pun benci kepada pemuda yang menolak nya atau pun kepada dua sahabatnya bila salah satu dari mereka di terima.
Esok nya Mira sama hal apa yang di katakan kepada Irma dan Esok nya lagi baru gue. Bagaimana kalau sudah setuju kita atur sore ini di markas besar kita. " Kiara menjelaskan semua rencana nya dari awal dan akhir.
# # # # # # # #
"Begitu lah Awan cerita nya. Gue sudah jelaskan semuanya kepada mu tampa ada yang di sembunyikan satu kata pun dari obrolan kami bertiga. Sekali lagi saya pribadi meminta maap kepada loe. Urusan tidak mau memaafkan gue dan kedua sahabat ku itu hak dan pendirian mu saat ini. Gue pribadi akan terima konsekuensinya dengan lapang dada." Irma menjelaskan dengan wajah tertunduk penuh rasa penyesalan dalam diri nya.
__ADS_1
Muhammad Awan Pratama bergeming diam pikiran nya sungguh tidak percaya apa yang barusan gadis di samping nya itu dia jelaskan maksud tujuan jalan jalan ini. Yang lebih tidak percaya lagi kepada mereka bertiga tentang perasaan hati mereka. Jadi selama kebersamaan kita ini dilandasi oleh perasaan. Bukan murni persahabatan. Jujur walaupun gue sendiri ada rasa pada kalian bertiga tapi gue tutup rapat rapat hati ini. Karena gue sadar diri dan punya etika. Yang lahir dari keluarga miskin yang tak mungkin bisa mencintai salah satu dari mereka yang notabene nya anak anak orang kaya. " Ucap Awan dalam hati.
"Bagaimana. Apakah kau mau memaafkan ku dan kedua sahabat ku? Tanya Irma dengan wajah masih tertunduk.
Pemuda itu seketika lamunan dan pikiran nya itu buyar mata nya menatap kearah gadis yang masih tertunduk karna rasa bersalah dan tidak berani menatap nya.
Awan pun menarik napas dalam-dalam lalu dia keluar dengan hentakan yang sangat keras sebelum memberi jawaban kepada gadis tersebut.
"Sebenernya aku kecewa, marah dan benci saat ini kepada kau dan dua sahabat mu. Kok bisa punya pemikiran sampai seorang sahabat di jadikan barang dan di pertaruhkan oleh ketiga sahabat nya itu. Tapi aku bukan sipat seorang pemarah dan mempunyai rasa ego yang tinggi. Aku akan memaafkan kamu Irma. Seandainya mereka berdua juga hadir di bersama diriku. Dan mengakui kesalahan yang telah mereka perbuat. Percuma aku memberi jawaban kepada mu seorang bila dua sahabat mu belum mengetahui bahwa aku sudah tahu tentang rencana yang sudah di buat. Perlu kamu tahu Irma. Setiap permasalahan akan selesai bila kita menghadapi nya dengan kepala dingin dan bermusyawarah. Dan aku harap kau mengerti bila saat ini aku belum bisa memberikan jawaban. " Kata Awan memberi pengertian kepada Irma.
"Baiklah. Nanti saya langsung berbicara kepada kedua sahabat ku setelah saya pulang dari sini. '' Kata Irma yang kini sudah sedikit lega hati nya.
"Ok.......! Irma......! Gue tunggu. " Pinta Awan.
Irma mengangguk tersenyum manis beban di pundaknya kini lepas walau hanya sesaat tapi dalam hati ia bernololog yakin pemuda itu akan memaapkan kami bertiga. Ucap dalam hati.
Sementara di kantor PT Bina Sakinah waktu itu pukul satu siang. Sudah berjalan tiga jam lama nya rapat di gelar tidak menemukan satu titik terang pun atas tercapai nya kesepakatan dalam rapat di siang hari itu.
Manajer CV Hansel Mandiri selaku kontraktor di segala bidang memutuskan keluar dari ruangan itu bersama kedua pegawai nya untuk kembali ke kantor yang berada di sisi barat kota kecil.
Setelah keluar nya Manajer CV Hansel Mandiri tersebut kontraktor yang lainnya juga mengikuti langkah lelaki yang di panggil Haji Epen itu keluar dari ruangan tersebut.
"Dika kita kembali dulu ke kantor kita sebelum kita pergi ke tempat dimana pemuda itu berada. " Titah haji Epen kepada salah satu pegawai nya yang sudah berada dalam mobil.
__ADS_1
"Baik Pak Haji." Jawab Dika langsung menghidupkan mesin mobil nya untuk segera meluncur menuju kantor CV Hansel Mandiri.
"Saya benar benar kecewa dengan perilaku Bob Hidayat bersitegang dengan Jaenudin sesama pegawai di PT Bina Sakinah Group." Rutuk Haji Epen dengan kekesalan di dalam mobil nya.
"Bob Hidayat terlalu sombong Pak Haji." Timpal satu pegawai dari arah belakang jok mobil.
"Bener Iwan......! Seandainya mereka berdua di tendang mungkin PT Bina Sakinah akan maju pesat. " Kata Haji Epen.
Pak Haji Epen. Boleh kan saya memberi saran?" Tanya Diki yang sedang pokus dengan kemudi mobil nya.
"Silahkan Aku mendengar kan saran dari mu. " Jawab Lelaki yang di panggil Pak Haji Epen itu.
Bagaimana bila kita tarik Ir Hardiansyah masuk dalam jajaran CV Hansel Mandiri karna kecerdasan dan kepintaran dalam mendesain gambar gambar serta ide ide cemerlang. Mungkin CV Hansel Mandiri akan menjadi sebuah PT yang mencakup puluhan proyek di Jawa barat.
"Haji Epen menjawab.
"Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ir Hardiansyah orang penting di jajaran PT Bina Sakinah Group tidak akan mudah di lepas begitu saja oleh Pemilik PT Bina Sakinah Group itu.
"Pak Haji tersiar kabar bila seandainya proyek mall itu tidak dapat di menangkan oleh PT Bina Sakinah Group maka jabatan Direktur akan segera di ganti oleh pihak lain dan ini kesempatan bagi kita. Karna kunci lahan untuk pembangunan itu ada di pihak kita. " Kata lelaki yang ada di belakang jok mobil.
"Nanti kita bahas setelah bener bener pemuda itu mau bekerja sama dengan kita." Kata Haji Epen pusing akibat rapat yang barusan karna tidak kunjung menuaikan hasil. Yang ada hanya saling debat.
Bersambung.
__ADS_1