Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Perkelahian itu pecah


__ADS_3

"Tapi.............. Apa hah......... " Bentak Kosasih.!!


"Bughh..............!


"Bugh................!


"Arhk.................!


Dua pukulan telak mengenai perut Kosasih hingga Ia merunduk, menahan rasa mual di perut nya.!!


"Bajingan........


"Kau.....................!!


"Habisi Bocah syetan ini......... Bunuh...... Biar aku yang menanggung semua nya." Titah Engkos Kosasih memberi perintah...


Perkelahian di hamparan sawah di malam itu pun terjadi antara seorang pemuda yang melindungi dua wanita melawan dua senior preman yang sangat kejam dan sadis, sementara Engkos Kosasih melangkah mundur kebelakang untuk menonton perkelahian itu....


Belum sempat Rantai Bumi dan Kadir secara bersamaan Mengerahkan pukulannya ke arah tubuh Awan dari depan. Tiba tiba sekelebatan hitam mengarah kepada dua kaki yang sedang menerjang pemuda yang sedang melindungi Nabil dan Bu Dewi..


"Wuzzzzzzzzzzz...........!!


"Praak..................!!


"Belegedeb...........!!


"Aww................!!


"Sialan........!! Siapa yang berani ikut campur." Teriak Rantai Bumi.


Sambil memaki panjang pendek Rantai Bumi dan Kadir mengeluarkan dua senjata tajam dari pinggang nya dan mata nya celingukan kesana kesini mencari kelebatan yang menyerang secara tiba tiba.


Rasa dan hati serta mata mencari kesana kesini tidak ada kelebatan bayangan tersebut. Rantai Bumi pun melangkah menuju Awan dengan di ikuti oleh Kadir dari belakang melindungi Ketua nya takut ada serangan yang tak terlihat lagi.


Langkah kaki yang belum melangkah jauh.!!


"BERHENTI.................!!


Teriak suara seorang wanita memegang pisau tajam dan di arahkan tepat pada leher seorang lelaki berusia 40 tahunan yang sedang berdiri dalam lindungan para preman anak buah Rantai Bumi.


Kini mereka yang mendengar teriakkan dari suara wanita yang tak jauh dan suara itu terdengar dari arah belakang mulai membalikkan badannya......!!

__ADS_1


Rantai Bumi dan Kadir tersentak kaget setelah berhadapan dengan seorang lelaki yang menjadi majikan nya, tampak terlihat di leher Engkos Kosasih menempel sebuah pisau tajam.


"Kau................ Kaget Rantai Bumi dan Kadir bersamaan..!! Melihat seorang wanita yang sedang memegang sebuah pisau tajam tepat di leher Engkos Kosasih.


"Kenapa........ Kalian terkejut dan tak menyangka aku masih hidup kan." Kata Wanita itu berkata penuh amarah...!


"Baa..... Baga..... Bagaimana mungkin... Wanita ini masih hidup.... Bukan kah kalian berdua sudah membunuh nya." Kata Engkos Kosasih bertanya kepada Rantai Bumi terbata bata gemetaran seluruh tubuh nya..


"Hahahaha.......... Hahahaha............ Aku tidak akan mati, sebelum mengirim kalian kedalam neraka jahanam, yang telah merusak hidupku dan membunuh suamiku dengan sangat keji dan sadis." Kata Lara Jumawa dan tertawa terbahak bahak.


Rantai Bumi dan Kadir kini berpikir keras bagaimana cara nya menyelamatkan majikannya dalam genggaman seorang wanita yang pernah Ia cicipi tubuh nya... Mereka berdua berpikir kedatangan wanita itu sudah jelas di rencanakan dan tak mungkin dalam tubuh nya kosong.... Setidak selama wanita yang telah puas tubuhnya di cicipi oleh Rantai Bumi dan para anak buahnya, pasti belajar mempelajari ilmu untuk melawan dirinya dan majikan nya itu.


Kadir dan Ketua preman itu memberi kode kepada beberapa anak buahnya untuk menyerang, walaupun Engkos Kosasih dalam genggaman Lara... Ia dan Kadir tak peduli akan hal itu...!!


"Berhenti kalian semua........ Bila kau maju selangkah pun aku tak akan segan lagi menggorok leher majikan kalian." Teriak Lara melihat preman itu siap siap untuk menyerang nya.!!


"Aww.................!!


Ringis suara Engkos Kosasih tampak pisau itu di tekan oleh Lara menembus kulit leher nya, dan terlihat darah bercucuran dalam goresan pisau.!


"Kalian jangan bergerak... Wanita iblis ini tidak main main." Teriak Engkos Kosasih.!!


Engkos Kosasih berkerut keningnya, bisa bisa nya anak buah kepercayaan nya itu tertawa lepas... Atau kah dia mempunyai rencana lain untuk mengecoh wanita ini. Dalam hati Engkos Kosasih bertanya tanya...!


Berbeda dengan Lara.... Ia sudah mengetahui ketua preman itu sangat licik......... Ia akan mengorbankan majikan nya demi tujuannya.


"Bunuh saja........ Lelaki itu hah......... Ada bagus nya bila lelaki itu mati di tangan mu.... Jadi aku dan para anak buah ku tidak susah payah menghabisi nya untuk menguras seluruh kekayaan nya....." Kata Rantai Bumi....!!


"Bajingan.......... Kau Rantai Bumi.!!


"Bedebah.......... Syetan Alas............! Aku memberi mu makan dan uang.... Apakah ini balasan mu kepadaku." Geram Engkos Kosasih....


"Hahahaha......... Memang nya.. Aku sudi.... Cuih.... Kalau bukan karna harta mu dan istri mu cantik... Aku mau di suruh ke sana ke sini." Jawab Rantai Bumi seringai licik di bibirnya..


"Kau Engkos Kosasih terlalu bodoh di tipu oleh ku dan para anak buah ku.... Perlu kamu tahu surat surat rumah ku sudah ada di tangan ku. hAhahahahah... Hahahahah." Rantai Bumi tertawa lepas.!


"Sialan...... Bisa bisa nya aku telah tertipu oleh bawahan bermuka serigala dan berbulu domba ini." Kata Engkos Kosasih..........!!


"Wuzzzzzzzzz.............!!


"Hiaaattttttt....................!!

__ADS_1


"Brugh..........................!!


Melihat Lara lengah karna memperhatikan adu mulut antara Engkos Kosasih dan Rantai Bumi...... Langsung kesempatan itu tidak di sia sia kan oleh Engkos Kosasih agar terlepas dari cengkraman Siti Lara.... Dengan kemarahan yang tertahan tahan... Engkos Kosasih melayangkan tendangan tepat mengenai dada Rantai Bumi hingga terpental mundur ke hamparan sawah bertumpukan jerami.


Dengan membabi buta Engkos Kosasih menghantam kan pukulan demi pukulan ke seluruh tubuh Rantai Bumi... Melihat Ketua nya tersedak dalam amukan Engkos Kosasih... Kadir pun langsung berusaha membantunya.....


"Sesuai rencana yang sangat matang." Kata Awan tersenyum kearah Lara..... Kadir pun mendengar ucapan pemuda itu yang tadi nya mau membantu Ketua nya yang sedang berkelahi dengan Engkos Kosasih. Ia lalu membalikkan badannya dan tampak seorang diri di hadapannya itu... Kedua wanita yang bersama nya sudah menghilang begitu saja...


"Sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa Nabil dan Bu Dewi tidak ada... Kemana mereka pergi.?" Tanya Kadir dalam hati.


"Heiii....... Kalian semua habisi pemuda dan wanita itu sekarang juga." Teriak Kadir kepada anak buahnya yang sedari tadi hanya ikut menonton drama antara Engkos Kosasih dan Rantai Bumi serta Siti Lara..


Kadir pun terkecoh untuk sementara waktu dan kenapa bisa sampai begini ending nya........!!


"Siap." Jawab mereka serentak......!!


"Seraaaaaaaaang..................................!!


"Hiaatttt...................!!


Teriakan beberapa preman dan mulai menyerang kearah Awan dan Siti Lara.... Perkelahian pun pecah di malam itu di hamparan sawah, untung nya sawah itu dalam keadaan sudah di panen sehingga tanah nya kering.!!


"Trakk..........


Duhgh...........


Brakk............


"Bugh..........


"Awwk...............


"Wadaw.............!


Terdengarlah dengan jelas suara perpaduan antara tangan saling bersentuhan menahan setiap tangkisan tangkisan dari kedua belah pihak dan suara meringis kesakitan malam itu ketika perkelahian itu pecah antara Awan dan Lara melawan anak buah nya Rantai Bumi..!!


Kemana orang orang nya Muhammad Awan Pratama.. Sepuluh murid Mama Sepuh dan Iyus Saputra serta Irsyad Maulana...........


Jawaban nya di EPISODE selanjutnya.!!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2