Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Mak Erot terbawa dalam banyolan receh


__ADS_3

Krek........! Pintu kamar mandi di ruangan VIP itu terbuka dan muncul sosok pemuda yang sudah segar dengan rambut basah akibat di guyur nya air di sore itu.


Pemuda bernama Awan itu berjalan menghampiri keluarga yang sedang mengobrol di dekat ranjang lelaki tua yang ia tolong malam itu.


Lelaki tua bersama wanita berusia hampir sama dengan Bunda pemuda itu tersenyum kepada Awan yang sedang berjalan menghampiri nya.


"Tuan, Apakah sudah mendingan? Tanya Awan membungkuk hormat kepada lelaki yang sedang berbaring.


Alhamdulillah Nak ini juga berkat bantuan dari kamu. " Jawab Tedi Ferdiansyah.


"Nak, Perkenalkan ini istri dan kedua anak saya.! Kata Tedi Ferdiansyah memperkenalkan keluarga nya yang hampir satu jam mereka tiba di saat pemuda itu tertidur.


Pemuda itu pun sekilas menatap kearah mereka bertiga sesaat pandangan nya kearah lelaki itu dan membungkuk hormat.


"Nyonya, Tuan muda dan Nona muda perkenalkan saya Muhammad Awan Pratama.


Istri dari Tedi Ferdiansyah yang bernama Agista Ferdiansyah seketika langsung memeluk pemuda itu seraya berkata berterima kasih berkat bantuan dari pemuda itu suami nya selamat dari orang orang yang mengakhiri nyawa nya.


"Anakku, Ibu sangat berterimakasih banyak kepadamu seandainya kamu tidak menyelamatkan suami ibu apa yang akan terjadi hiks...... hiks..... hiks...... hiks......!


Sama hal yang dirasakan oleh kedua anak nya Eksel Ferdiansyah dan Friska Ferdiansyah memeluk pemuda itu dengan balutan air mata kebahagian di rasakan sore hari itu.


"Nyonya dan Tuan muda serta Nona Muda semua itu hanya kebetulan saja. Mungkin batin dan hatiku saat malam itu tidak bertolak belakang, pasti teman suami anda bisa terselamatkan. " Kata Awan setelah pelukan nya itu lepas dan duduk di samping lelaki tua tersebut.


Nak, Awan bisakah anda ceritakan sebelum nya sehingga secara tiba tiba datang bagaikan Satria Baja Hitam, meloncat dari sepeda motor dan menendang dengan tendangan kilat ke wajah Bos pembunuh bayaran itu.


Baik Tuan. Jawab Awan.


#Plasbackinfas#


Malam itu ketika saya sedang duduk di salah satu Gazebo di hotel bintang tiga tersebut mendengar percakapan antara dua pria berbeda usia. Mereka berdua membicarakan tentang menyuruh seseorang untuk membunuh dua orang yang sudah di jebak dengan dalih kehabisan bensin di salah satu jalan yang menuju gunung mananggel tepatnya di hutan Jati.


Setelah topik pembicaraan mereka mengarah kepada pemesanan wanita untuk menghangatkan suasana malam itu. Aku pun beranjak pergi menuju kamar hotel untuk segera beristirahat.

__ADS_1


"Ketika sudah di tempat tidur aku pun langsung berbaring dan tidur sesaat ketika satu suara datang dan terdengar di telingaku malam itu.


"Hai.......! Anak jin Kuya cepat bangun, pergi ke hutan jati selamat kan mereka berdua, bila kau tidak bangun bangun Abah kutuk loe jadi jomblo seumur hidup.


"Seketika aku pun terbangun dari tidur yang baru beberapa menit dan langsung mengambil kunci motor untuk pergi menuju parkiran hotel itu.


"Di saat tiba di halaman parkir hotel tersebut aku melihat kedua lelaki yang tadi mengobrol di kafe hotel itu sedang ciplok ciplok bibir di parkiran itu.


"Hai........! Bocah tengik apa kau lihat lihat.? Tanya satu lelaki setelah melepaskan ciplok bibir gadis itu.


"Itu anu Tuan pusaka saya menjulang tegak kedepan. " Kekeh pemuda langsung menempelkan kunci motor nya ke stap kontak.


"Benerin dulu kencing supaya lurus baru loe bisa membawa wanita masuk ke hotel. " Sergah satu lelaki berusia 40 tahun itu.


"Siap Tuan' Tuan nanti Pusaka saya akan gue permak kepada Mak Erot biar lurus dan besar." Canda pemuda itu lalu menginjak Gigi motor nya.


"Sialan kau bocah durhaka loe. Orang Tua di jadikan bahan banyolan.!


"Tak lama setelah itu motor pun berbelok kearah jalan desa menuju arah gunung mananggel dan mungkin juga Tuan Tedi Ferdiansyah tahu selanjut nya bagai mana.! Kata Awan menjelaskan panjang lebar kepada mereka berempat.


Mendengar cerita dari pemuda itu sesekali Nona Priska dan Excel tertawa renyah karna di setiap cerita yang ia sampaikan banyak humor dan banyolan.


"Berarti dugaan ayah benar, bahwa dua orang tersebut yang sengaja untuk membunuh ayah dan paman Andri." Kata Excel.


"Benar Anakku tapi kita tidak ada bukti biarkan Paman Robi yang menyelidikinya.


"Sebaiknya ayah di pindahkan perawatan nya keluar negri dan pengawal di jaga ketat. " Anak perempuan yang berkata.


"Iya........! Sayang apa yang di katakan oleh Priska dan alat alat di rumah sakit luar negri komplit jadi kesembuhan akan semakin cepat.! Sahut istri nya.


"Aku ikut apa kata kalian berdua. Untuk urusan kantor ayah serahkan kepada Excel sementara waktu karna banyak proyek yang harus di selesaikan.


Itu lebih baik tuan biar anda cepat sembuh karna gue mau pulang duh banyak urusan. ngomong ngomong di bahas nggk ya masalah biaya rumah sakit dan biaya operasi lumayan gue ngeluarin uang banyak. Ucap Awan dalam hati.

__ADS_1


Nak.......! Nak.......! Nak.......! Awan ada apa melamun? Kata lelaki tua, sontak membuat Awan gelagapan.


"Itu....! Anu....! Itu....! Ehk....! Itu Tuan biaya operasi....! Sudah.....! di bayar....! Seketika mulut nya di tutup oleh dua tangan nya dan wajah tertunduk malu. Tidak seharusnya dia mengutarakan nya.


"Nak.....! Awan tidak usah khawatir....! Tentang itu.....! Saya sudah mengetahui nya dari dokter tersebut.....! Bahwa Nak Awan berbohong untuk menyelamatkan nyawa saya agar segera di operasi berbohong mengaku sebagai keponakan.....! Lalu meminjam uang kepada seseorang dari telepon terdengar oleh salah satu staf rumah sakit untuk membayar biaya operasi di rumah sakit ini.


"Hehehehe." Maap Tuan....! Lirih Awan.


"Nak Awan tidak usah meminta maap justru kami berterima kasih banyak berkat bantuan dari Nak Awan suami ibu selamat.'' Kata Nyonya Agista.


"Anakku Excel apakah sudah di siapkan permintaan dari Paman Robi? Tanya Tedi kepada anaknya.


"Sudah Ayah, balas Anak nya, seraya membuka tas lalu menyerahkan satu amplop berwana putih kepada ayah nya.


**************************


"Pak Engkos berapa yang harus di bayar, kalau saya boleh tahu?" Tanya Lisnawati yang sudah muak kepada pasangan suami istri itu.


"Baiklah sebentar saya hitung dulu.! Ujar Engkos.


Pinjaman 50 Juta bunga perbulan 20 %


10 juta x 7 bulan berarti 70 juta bunga di tambah pokok 50 juta \= 120 juta


Engkos Kosasih memberikan hasil hitungan dari kertas nya kepada Lisnawati untuk segera di bayar tgl 15 bulan depan.


"Lisnawati menerima lalu melihat dan membaca tulisan tersebut, bangsat dasar lintah darat. " Ucap nya dalam hati.


"Baiklah Pak Engkos dan Bu Titin kharisma saya akan segera bermusyawarah dengan adik ibu saya Markonah dan anak anaknya. Secepatnya akan langsung saya kabari sebelum habis jatuh tempo." Kata Lisnawati


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2