
Satu unit mobil Xenia meluncur menuju arah jalan raya Cipanas mengikuti mobil Suzuki Ertiga yang terlebih dahulu bergerak dengan kecepatan 40 km perjam.
Jalanan yang begitu kosong di suasana malam itu membuat dua mobil tersebut dengan bebas memecut laku kendaraan dengan cepat agar sampai kepada tujuannya itu.
Lima belas menit berselang mobil Suzuki Ertiga keluaran terbaru pun terlihat oleh pengemudi Xenia lampu sen sen berkedip kearah kanan, tanda memasuki bangunan bertuliskan Teras Kita.
Teras kita adalah salah satu tempat di kota Cianjur bila malam tiba akan di penuhi dengan para pengunjung muda mau pun tua. Teras kita adalah aikon tempat mencari hiburan bila penat karna pekerjaan. Dalam bangunan yang bernama teras kita terdapat, Kafe yang lumayan sederhana dengan di iringi musik live dangdut dan beberapa kamar Rom karaoke dengan pemandu pemandu yang super seksi.
Setelah dua unit mobil Xenia dan Ertiga berhenti dan terparkir di area yang masih kosong. Beberapa lelaki pun turun dan berjalan mengikuti satu lelaki berusia empat puluh tahun yang mengendarai mobil Suzuki Ertiga melangkah masuk menuju pintu masuk kafe tersebut.
Kedatangan bos bandar ayam kampung bersama lima anak buahnya yang berbadan besar dan berotot muka sangar di sambut baik oleh salah satu pemandu lagu yang ada di kafe tersebut.
"Selamat datang Bos. Mari masuk telah di sediakan meja khusus untuk bos ayam kampung." Ucap pemandu lagu berwajah cantik dengan memakai rok mini dan belahan dada terbuka.
"Terima kasih. Fani. Mari.!! Ucap lelaki yang di sebut bos bandar ayam kampung tersebut.
"Mari bos. Pemandu lagu yang bernama Fani itu melangkah berjalan terlebih dahulu di ikuti oleh lelaki paruh baya dan anak buah nya.
Sesampainya di meja khusus dalam ruangan Kafe bernuansa live musik dangdut, lelaki setengah tua itu memerintahkan kepada pemandu lagu itu untuk membawakan beberapa minuman yang biasa ia pesan di kafe tersebut.
"Selamat datang kepada bos ayam kampung malam ini. Semoga bos dan kawan kawan sehat selalu, dan tak lupa dengan sawerannya malam ini. Baiklah kita panggilkan Artis panggung kita untuk membawa kan sebuah lagu khusus untuk menyambut kedatangan bos kita malam ini.
"Safira Agista................. Teriak pembawa acara.!
"Breng..... Breng..... Breng..... Beng..... Beng.!! Suara musik menggema menyambut artis yang akan naik ke atas tangga panggung yang sedikit tinggi.!
Wanita cantik dengan rok mini dan memakai sendal hak tinggi dengan kulit terlihat putih dan rambut panjang sebahu dan baju yang super ketat terlihat belahan dada menonjol di malam itu, berjalan menuju panggung Rom live musik tersebut dan mengambil mic pengeras suara seraya berkata dengan sangat manja.
"Sebelumnya Safira Agista mau terima kasih sama Bang Jeje dan Neng Rita yang udah mau manggil saya buat menghibur. Selamat datang buat bos Engkos Kosasih dan kawan kawan. Semoga sehat selalu dan jangan lupa saweran nya Bos. Biar Safira hot dalam bergoyang di malam ini.
"Bos. Mau lagu apa.?"
"Kuda Lumping." Jawab Lelaki paruh baya yang di tanya biduan dangdut itu.
"Apa. Kuda Lumping. Teriak manja biduan bohay Safira.
"Engkos Kosasih. Tersenyum mengangguk.!!
"Aduh. Kuda Lumping nya masih di kandangin tuh bos. Lagu lain aja yah.! Engkos Kosasih menggeleng cepat.
"Baiklah Bos. Tapi sawerannya yang banyak ya. Hehehehe.!!
"Abang musik, Abang gendang. Tarik. Mari kita bergoyang. Safira akan membawakan lagu yang sangat spesial buat bos kita Engkos Kosasih.
__ADS_1
"Aye!
"Ah..... Ah..... Ah..... Ah!
"Hobah!
"Tarik Mang!
"Eh.... Eh..... Eh..... Eh.....
"Yeaaaaay!
Ada suatu permainan
Permainan unik sekali
Orang naik kuda, tapi kuda bohong
Namanya Kuda Lumping.
Anehnya, permainan ini
Orangnya bisa lupa diri
Dia makan rumput, juga makan kaca
Aduhai, ngeri sekali.
Kesurupan.
Loncat-loncatan.
Awas, jangan dekat-dekat
Melihat permainan ini
Kar'na akibatnya bisa berbahaya
Itulah kuda lumping.
Ada suatu permainan
Permainan unik sekali
__ADS_1
Orang naik kuda, tapi kuda bohong
Namanya Kuda Lumping.
Anehnya, permainan ini
Orangnya bisa lupa diri
Dia makan rumput, juga makan kaca
Aduhai, ngeri sekali.
Kesurupan.
Loncat-loncatan.
Awas, jangan dekat-dekat
Melihat permainan ini
Kar'na akibatnya bisa berbahaya
Itulah kuda lumping........!
Lelaki paruh baya bersama dengan anak buahnya dan beberapa pengunjung kafe dengan asyiknya bergoyang malam itu. Mereka terlena dengan suara dan goyangan hot biduan dangdut bernama Safira itu, saweran saweran yang di berikan menambah suasana surga dunia buat pecinta dunia malam dan para wanita penghibur yang ikut dalam goyangan tersebut, membuat mereka lupa diri.
********
Sungguh jauh berbeda dengan suasana malam yang ada di puncak Gunung Halu. Seorang wanita muda yang sedang meditasi dengan alam lain, karna ada tujuan yang di inginkan. Tepat malam ini malam terakhir buat wanita berusia 22 tahun itu bertapa.
hampir setiap malam ia harus menerima bermacam-macam godaan dan cobaan, namun ia tetap tabah dan sabar menghadapi itu semua , sehingga sampailah pada malam terakhir semedinya itu.
Dengan badan yang sangat lemah, kurus, muka pucat karna menahan bermacam-macam ujian, lapar,dahaga dan sebagainya, akhirnya ia tak sadarkan diri. Dengan keadaan rambut terurai panjang sampai kelutut putih lagi, janggut putih panjang , kulit keriput, wajah pucat pasi dan membawa sebuah tongkat dari kayu bertangkaikan tanduk rusa.
Sekilas cahaya datang menghampiri seorang wanita yang sedang bertapa, pelahan-pelahan sinar yang begitu terang menghampiri pertapa tersebut sambil menyampaikan kata-kata yang sangat mendirikan buluroma kedengarannya dan sangat keras sekali.
Hai cucuku bila kamu ingin apa yang menjadi harapanmu berhasil, kamu harus berani berkorban dan mempertanggung jawabkan dan di dalam jiwa kamu itu harus kami beri tumbal darah.
Kata-kata tersebut sangat mengagetkan sekali bahkan diulang beberapa kali akhirnya pertapa tersebut bertanya-tanya dalam hatinya, pengorbanan apa sebenarnya yang harus saya lakukan, sedangkan hal itu menyangkut dendam pribadi saya. Selanjutnya selama ia termenung, kemudian mengerti apa yang dimaksud. Akan tetapi ia masih ragu-ragu terhadap semua itu.
Kemungkinan suara yang mirip kakek kakek tadi mengerti apa yang menjadi angan-angan pertapa itu lalu ia berbicara lagi.
Kamu harus berani mengorbankan satu jiwa seorang perempuan yang belum menikah dan belum mengeluarkan darah kotor, ( Mens ) Lalu kau minum darah nya setelah itu biarkan perempuan itu karna tidak akan mati, tanpa dipenuhi permintaan atau persyaratan tersebut, tidak akan behasil semua apa yang menjadi harapan mu.
__ADS_1
Setelah kakek tadi mengakhiri kata-katanya tadi, ia tersentak dari semedinya dan sangat keheranan dari mana datangnya suara tadi.
Bersambung.