Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Awan dan Nabil Berkunjung Kerumahnya Tarmin.


__ADS_3

"Kriiiiing"...................!!


"Kriiiiing''...................!!


"Kriiiiing''...................!!


"Halo.... Pak Subadra!!


Jawab si penerima telepon seorang pemuda yang sedang mengemudikan mobil Toyota Yaris keluaran terbaru nya.


"Tuan Muda!! Hanya mau memberi informasi bahwa DPO saudara Ani Wulandari sudah tertangkap dan posisi nya oleh Kanit Diki sedang di bawa ke kantor polres kota." Terang si penelepon dari sebrang.


"Bagus Pak Subadra!! Jadi pemberkasan untuk segera naik ke meja hijau kasus Engkos Kosasih dan istrinya serta para preman nya sudah terealisasi kalau begitu mah." Tebak pemuda yang di panggil Tuan muda itu.


"Betul sekali Tuan Muda! Mungkin setelah saudara Ani Wulandari di BAP dan tidak ada lagi yang terlibat Minggu depan pemberkasannya akan di limpahkan kepada kejaksaan." Kata Pak Subadra memberikan keterangan nya.


"Baiklah Pak Subadra... Segera diskusikan dengan Advokad hukum perusahaan saya Pak Arianto... Walau bagaimana pun aku tidak mau mereka di hukum ringan." Kata Pemuda itu sedikit mengancam.


"Siap Tuan Muda! Saya jamin mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal." Jawab Subadra.!


"Terima Kasih sebelumnya. Kalau begitu saya akhir panggilan telepon ini. Silahkan anda sibuk di sana." Kata Awan...


"Siap Tuan Muda....... Tut..... Tut.... Panggilan pun berakhir!


"Alhamdulillah!! Satu persatu urusan dengan Engkos Kosasih akan segera selesai dengan tertangkap nya tetangga ku.. Ya Allah.." Ucap Awan pandangan mata nya terpokus dan menatap ke arah kaca mobil.


Sementara gadis cantik yang duduk di samping nya tertidur pulas kaya kebo... Mungkin Ia kecapekan atau semalam bergadang... Entah lah.!


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam lamanya. Mobil yang di kendarai oleh Awan bersama gadis keturunan Mesir itu pun telah tiba di kampung yang terletak di kaki bukit gunung halu..


Tampak kedatangan mereka berdua sudah di tunggu oleh sepasang kekasih yang sebelumnya sudah di beritahu terlebih dahulu lewat panggilan telepon, sekedar untuk berkunjung dan menjemput nya.

__ADS_1


"Nabil..... Bil..... Ayo bangun kita udah sampai." Pemuda itu menepuk nepuk pipi gadis itu.


"Hoammmmmmmm.! Mata nya terbuka. Lalu Ia kucek kucek oleh kedua tangannya... Tersenyum manis kearah pemuda di sampingnya.


"Kita udah sampai.. Tuh Teh Lara sama Kang Tarmin menjemput kita." Tunjuk Awan ke depan kaca mobil.. Tampak terlihat oleh gadis itu berjalan kearah mobil yang di tumpangi nya.


Nabil terbelalak kedua mata nya.. Ia langsung turun dari mobil nya dan berteriak seraya berlari!


"Teh Laraaaaaaa................ Nabil berlari dan langsung memelukku!


"Aduh. Nona Muda... Nanti jatuh." Cemas Lara.. Ia pun sedikit berjalan cepat untuk menghampiri Nabil.


Awan sendiri hanya tersenyum dan geleng geleng kepala melihat tingkah gadis itu yang antusias senang bertemu dengan wanita berstatus janda mati itu.


"Kang Tarmin... Teh Lara! Sehat kalian berdua." Sapa Awan menanyakan kabar.


"Alhamdulillah! Tuan Muda! "Kata mereka berdua menjawab bersamaan.


"Syukur Alhamdulillah. Kalian berdua sehat mah. Dalam jok belakang ada sedikit makanan untu di bagikan. Entah makanan apa karna yang beli nya adalah Nabil." Kata Awan.. Lalu memberikan kunci mobil nya kepada Tarmin.


"Tidak ngerepotin, cuma cemilan saja.! Sebaiknya di bawa dulu di mobil." Titah Awan.


"Siap Tuan Muda!! Kata Tarmin lalu melangkah menuju mobil berwarna merah itu.


Tarmin pun langsung mengambil barang bawaan yang ada di dalam mobil. Sedangkan Nabil asyik berceloteh dengan Teh Lara.. Hampir seminggu lebih Ia tidak bertemu setelah urusan nya selesai dengan Engkos Kosasih dan para preman malam itu.. Esok nya Lara meminta ijin terlebih dahulu untuk kembali ke kampung halaman Tarmin bersama ibu dan anaknya..!


"Tuan Muda.. Nona Nabil... Mari kita ke gubug Orang Tua ku." Ajak Tarmin dengan menenteng beberapa plastik warna putih yang lumayan banyak isi di dalamnya.


"Mari Kang Tarmin.. Anda duluan." Pinta Awan.


Tarmin pun langsung mengangguk dan berjalan terlebih dahulu... Nabil bersama Teh Lara pun mengikuti dari arah belakang.

__ADS_1


Tak lama kemudian setelah melewati jalanan perkampungan dan beberapa kotak sawah.. Awan dan Nabil pun kini sudah tiba di salah satu rumah panggung dengan halaman rumah begitu sejuk dan asri, karna daun daun pohon yang tertiup angin yang tumbuh di sekitaran rumah milik Abah Juned Ayah nya Tarmin.


Tampak terlihat oleh Awan dan Nabil pasangan suami istri paruh baya dan seorang wanita paruh baya sedang mengais bayi yang baru berusia dua tahun itu, tersenyum manis kearah Awan dan Nabil..


"Tuan Muda Awan!


"Nona Nabil.


Pemilik rumah pun langsung membungkuk hormat kepada sepasang kekasih Awan dan Nabil... Tapi Awan langsung mencegah nya dan buru buru Ia memeluk nya.


"Abah dan Umi serta Bu Tukiyem.! Jangan perlakukan kita berdua seperti ini.. Saya sama dengan kalian.. Anggap kami berdua anak kalian." Kata Awan setelah pelukan itu terlepas. Jujur dalam hati sanubari Awan paling dalam ia sangat risih di panggil Tuan muda dan di hormati layaknya seorang pejabat.


"Terima Kasih Den Awan... Anda begitu spesial di hati kami bertiga... Apa yang di utarakan oleh Eyang Aden Haruman tentang dirimu... Itu sebuah kenyataan dan kebenaran sejati." Ucap Abah Juned bicara nya melanglang buana.


"Hehehehe. Abah bisa aja.. Aku hanya menjalankan arus kehidupan menurut keyakinan diri sendiri saja.." Kilah Awan.. Ia mengetahui sosok ayahnya Tarmin itu, dari segi ilmu peneropongannya sangat sakti mandraguna!


"Ayo. Kita masuk Aden Awan dan Nona Nabil. Ke gubug yang reot.." Ajak lelaki paruh baya itu.


"Siap Abah." Jawab Awan dan di anggukan oleh Nabil yang masih bergelayut manja di tangan wanita yang mempunyai kecantikan alami itu.


###################


Iring iringan mobil mewah dengan beragam tipe dan merk membelah jalanan di siang itu menuju perbatasan antara kabupaten Sukabumi dan provinsi Banten...


Tampak terlihat oleh para pedagang kaki lima iring iringan mobil itu berjalan mulai melambat dan berhenti tepat di salah satu rumah yang cukup megah dengan lantai dua dan halaman yang begitu luas, ukuran di kampung tersebut.


Akan tetapi bila di bandingkan dengan daerah perkotaan rumah tersebut terbilang paling kecil... Apalagi iring iringan mobil yang berhenti tepat di rumah berlantai dua itu salah seorang Tuan Muda pemilik perusahaan Holding Company Group.


Tak lama berselang setelah iring iringan mobil mewah tersebut berhenti. Beberapa orang dengan memakai pakaian berdasi dan kaca mata hitam pun turun dan langsung berjalan kearah mobil yang ada di tengah.


"Tuan Muda Jabar.. Kita udah sampai di tempat wanita yang di jadikan selir oleh Tuan Besar Moch Ismail ketika masih hidup." Kata Salah satu dari pengawal yang membukakan pintu mobil nya.

__ADS_1


Pemuda itu pun menjuntai kan kaki nya keluar lalu ia keluar dari mobil nya, tampak mata nya menatap kesekeliling tempat itu dengan tatapan penuh arti.


"Bersambung.


__ADS_2