
Isak tangis istri dan anak Zaenudin beserta saudara mengiringi kepergian jenazah yang akan di bawa ke pemakaman.
Kedua anak lelaki yang masih belia ikut mengantarkan jenazah Zaenudin ayah nya dengan balutan tangisan yang terus menerus mengalir dari kelopak matanya.
Ketika kerangka yang membawa jenazah Zaenudin melintasi kontrakan juragan batako, Bob Hidayat dan Holik Simatupang sedang mengintip dari bilik jendela nya dan melihat majikannya Ir Hardiansyah bersama Ayah Ude ikut mengantarkan tidak lupa dari pandangan nya mereka berdua melihat beberapa staf CV Hansel Mandiri di antaranya Haji Epen dan Sutarman.
Terlihat oleh mereka berdua dalam bilik jendela Ir Hardiansyah dan Ayah Ude sedang mengobrol sambil berjalan mengikuti kerangka jenazah Zaenudin tersebut.
**
Ir Hardiansyah, kenapa Bob Hidayat dan Holik tidak ikut melayat kesini. Apakah perseteruan antara Bob dan almarhum belum juga selesai.?" Tanya Ayah Ude penasaran dari tadi tidak melihat mereka berdua.
"Entahlah, Aku juga tidak tahu yang aku heran dan bertanya tanya dalam hatiku, Bob Hidayat pernah berkata kepada ku suatu saat aku akan membunuh Zaenudin dengan tanganku sendiri. Apakah sebenci dan sedendam itu dia kepada almarhum." Tukas Ir Hardiansyah.
"Aku curiga kematian yang tidak wajar Zaenudin ada kaitannya dengan Bob Hidayat atau Holik Simatupang." Terka Ayah Ude.
Sementara Haji Epen dan Sutarman yang berjalan di belakang mereka berdua menanggapi obrolan antara Ir Hardiansyah dan Ayah Ude, tentang Bob Hidayat dan Holik tidak melayat kerumah Zaenudin, serta perseteruan antara mereka berdua.
"Pak Direktur semoga saja Bob Hidayat sudah memaapkan almarhum dan dia tidak menaruh dendam kepanjangan." Ucap Haji Epen yang mendengar kan obrolan mereka berdua.
"Direktur CV Hansel Mandiri hanya mengangguk dan terus berjalan mengikuti orang orang yang membawa kerangka jenazah Zaenudin menuju tempat pemakaman.
Di pemakaman suasana duka begitu terasa ketika jenazah Pak Zaenudin akan di masukkan kedalam liang kubur nya.
Meski terlihat tegar Bu Rika Istri nya seketika lemas Melih suaminya yang akan di kubur didalam tanah. Sedangkan Pipit Istri dari Bob Hidayat yang secara diam diam datang tanpa sepengetahuan orang lain, dia melihat kearah pemakaman terasa begitu menusuk dalam hatinya melihat lelaki yang hampir lima bulan itu hadir dan mengganti kan posisi suami nya di dalam hati wanita berusia 30 tahun itu.
************************************************
Malam nya ketika Zaenudin sedang meraung-raung kesakitan, di puncak gunung lembah persegi, seorang pemuda yang sedang duduk bersila bersama seorang lelaki berusia 50 tahun dengan khusyu dan khidmat membaca beberapa ayat ayat suci Al-Quran.
__ADS_1
Tampak mereka berdua di malam itu membaca sholawat badar yang di titah kan oleh Abah Aden Haruman dengan suara yang menggelegar, padahal hanya mereka berdua yang berada di puncak gunung lembah persegi, tetapi suara bacaan sholawat badar itu, terasa ratusan orang yang ikut membacanya.
Tepat di penghujung Doa yang di bawakan oleh Abah Kusuma dengan khusyu pemuda itu meminta kepada sang pemilik alam semesta ini.
Yaa........ Muhammad Binuril Hajat.......................
"Yaa Robb penguasa alam Hamba meminta perlindungan kepada keluarga hamba dari rasa iri hati dan dengki dan dendam dari orang orang yang tidak suka kepada keluargaku...... Khusus nya kepada Bunda dan Nenek serta Kakak dan Adik Adik ku.............
"Wuzzzzzzz........................!
Sekilas angin malam menerpa pundak belakang membuat pemuda itu bergidik ngeri, karna ada sesuatu mahluk yang tidak kasat mata duduk di belakang dirinya.
*Abah Aden Haruman takut .............
Abah Aden Haruman takut..............
Abah Aden Haruman takut..............
Setelah Abah Kusuma selesai dengan Hadiah nya kepada sang pencipta dengan mengirimkan beberapa bacaan Tawasul. Lelaki paruh baya itu lalu menghidupkan rokok Gudang Garam Merah Dupa yang berbentuk kerucut serta menutup air botol yang pemuda itu bawa.
"Anakku Muhammad Awan Pratama, mari kita turun dan mudah mudahan apa yang kau minta segera terlaksana." Ajak Abah Kusuma.
"Siap Abah......... Ayo kita turun." Jawab Awan' bersemangat karna sudah merasakan ketakutan dari tadi.
Lelaki paruh baya itu hanya tersenyum tanpa membalas ucapan dari pemuda itu, dan langsung beranjak pergi meninggalkannya tempat dimana konon kata orang orang pintar bahwa yang di tempati oleh Abah Kusuma dan Muhammad Awan Pratama, Istana kerajaan di alam ghaib dengan rajanya bernama Eyang Barabak Putih....
Karuhun Yang ada di lembah persegi itu, tadinya bermukim di hutan Sancang Garut, karna atas perintah dari punggawa Eyang Aden Haruman untuk berpindah tempat ke wilayah gunung lembah persegi yang berada di Curug Cihea perbatasan antara Bandung barat dan Cianjur.
Di gunung lembah persegi terdapat empat puluh dua karuhun, yang kata nya tiga karuhun beraliran hitam dan setiap orang yang meminta secara jalur cepat harus menyiapkan sesajen berupa satu ekor sapi dan sebagainya.
__ADS_1
Beberapa para pengawal Eyang Barabak Putih, di situ juga ada Eyang Jaga Lawang dan Eyang Jaga Raksa yang berada di bawah kaki gunung lembah persegi, kata Abah Kusuma setelah kita naik di atas gunung, maka sebelum subuh berkumandang, Awan harus bersilaturahmi ke Eyang Jaga Lawang yang ada di bawah dekat Curug Cihea dan mandi di Air Kahuripan.
Tak lama setelah itu mereka berdua kini berada di Curug Cihea dan penjaga nya yaitu Eyang Jaga Lawang.
"Abah di kira mau langsung pulang ke rumah Abah dan tidur hehehehe.?" Tanya Awan tersenyum dan napas ngos ngosan.
"Emang tadinya Abah mau langsung pulang, tapi melihat pandangan mata batin Abah ke depannya tentang perjalanan hidupmu akan banyak rintangan. Maka Abah membawamu bersilaturahmi ke Eyang Jaga Lawang dan mandi di Air Kahuripan biar anakku ada yang penjaga dalam dirinya." Jawab Kusuma menjelaskan.
"Waduh Abah, Awan di suruh mandi di pagi hari ini.! Dingin duh Abah." Protes pemuda itu.
"Ayo cepetan anakku mandi...........!! Abah mau meditasi dan berbicara secara ghaib bersama Eyang Jaga Lawang, kamu buka seluruh baju. Dan telanjang bulat." Titah Abah Kusuma.
"What's telanjang bulat................... Kaget Awan melotot matanya.
"Iya............. Kusuma mengangguk.
"Nanti ada yang ngintip Abah." Ucap nya pelan.
"Ada bidadari bidadari cantik." Kekeh Kusuma.
"Siap aku mau kalau begitu mah Abah." Awan dengan semangat langsung membuka seluruh pakaiannya, membuat Abah Kusuma geleng geleng kepala nya.
Dasar somplak murid Eyang Guru Aden Haruman mah." Ucap Abah Kusuma dalam hati lalu meninggal pemuda itu yang sudah telanjang bulat dia pergi menuju tempat meditasi yang tidak jauh dari Curug Cihea.
Pemuda itu lalu berjalan menuju air yang jatuh dari atas gunung dengan telanjang bulat di pagi hari itu, dia merasakan beberapa pasang mata yang sedang memperhatikan nya, tapi dia acuh tak acuh menghiraukan nya.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1