
Satu Unit Mobil Mewah X Fander meninggalkan Area halaman rumah milik RT setempat di pesisir pantai selatan di ikuti oleh mobil Toyota Agya dari arah belakang menuju jalan utama di siang itu.
Keberangkatan mereka membawa asa yang akan menyelesaikan satu akar duri penghalang dalam perjalanan Tuan Muda Awan dari gangguan orang yang tidak suka dan iri kepada dirinya.
Atas saran dari kuasa hukum perusahaan Anugrah Awan Sentosa yaitu Pak Arianto, untuk melimpahkan kasus penyerangan malam itu atas perintah dari Engkos Kosasih yang mengakibatkan majikan nya mengalami koma sesaat, dan setelah di telusuri kasus Engkos Kosasih mengarah kepada pembantaian keluarga dari dukun santet, yang saat ini anaknya Siti Lara menjadi pengawal dari majikannya.
Senyum manis terukir dari bibir Asep Sunandar, ketika pemuda yang duduk di sampingnya itu sedang berceloteh dengan anak berusia dua tahun, yang ia tahu anak dari Teh Siti Lara.
"Bu Tukiyem. Kalau saya boleh tahu, setelah kejadian pembantaian malam itu, Apakah kakak kakak dari Teh Siti Lara ada menemui Ibu.?" Tanya Asep pandangan nya lurus kearah depan memerhatikan jalanan yang berlubang.
"Entahlah. Nak, setelah kejadian itu, dan proses pemakaman selesai, tadi nya ibu berniat untuk pergi kepada anak nomor dua yang ada di kawasan Bandung Barat, dengan meminta bantuan dari Engkos Kosasih untuk sekedar meminta antar, tetapi setelah salah satu tetangga memberitahu kan bahwa di balik pembantaian para preman itu dalang nya adalah Engkos Kosasih. Ibu pun langsung pergi menuju daerah Sancang Garut untuk menemui salah satu kerabat suami ibu yang profesi nya sama yaitu menjadi dukun." Kata Tukiyem terdiam sesaat. Lalu melanjutkan lagi pembicaraan nya.
Tepat di daerah Santolo pesisir pantai selatan. Sial atau ini karma yang di peroleh oleh Ibu karna ikut dalam membantu pekerjaan yang selama ini di lakukan oleh suami, seluruh perbekalan untuk menemui kerabat suami ibu, hilang di curi orang.
Sekitar dua hari ibu berjalan secara Luntang Lantung meminta belas kasihan orang orang untuk sekedar makan dan bertahan hidup.Tepat di malam menuju subuh Dede anak nya Siti Lara menangis histeris mungkin karna kelaparan, Ibu pun panik dan harus bagaimana, berusaha menenangkan hingga Ia tertidur tepat di teras Masjid Jami.
Ketika adzan subuh berkumandang salah satu dkm masjid pun membangun kan Ibu dan menceritakan semuanya kepada dkm tersebut. Alhamdulillah di balik musibah yang menimpa ibu, Tuhan masih sayang kepada ibu dan Cucuku. Para warga di pesisir pantai itu memberi ibu tumpangan untuk sementara waktu, dan akhirnya di pertemukan dengan kalian." Kata Tukiyem menjelaskan semua nya.
"Asep apa yang di alami oleh Ibu Tukiyem, tidak berbeda jauh dengan yang di alami oleh Teh Siti Lara, Ia di olok olok oleh para warga dengan sebutan orang gila, Tarmin pun menjelaskan semuanya tentang pahit nya kehidupan Lara yang sudah Author post di episode sebelumnya.
Sekilas tentang perjalanan keluarga Siti Lara yang tadinya hidup penuh dengan ketentraman dan kebahagiaan. Hancur seketika atas ulah penghianatan dari anak angkat Mbah Wongso yaitu Ayah nya.
*******************
__ADS_1
Sementara di salah satu Kafe Metalik, Bob Hidayat dan Betmen sedang mengobrol serius bersama Holik Simatupang salah satu pegawai PT Bina Sakinah Group sekaligus sahabat dari mereka berdua, Tak lupa orang orang dari CV Hansel Mandiri pun ikut hadir di antara nya. Pak Dika dan Pak Iwan.
Pertemuan mereka sebelum nya sudah di konfirmasi oleh Betmen melalui sambungan telepon setelah usai pertemuan dengan pemilik perusahaan Duo Holding Company Group malam itu.
"Baiklah. Aku tidak mau ber basa basi lagi kepada dirimu sahabatku Holik Simatupang dan Dika serta Iwan. Saat ini aku membutuhkan kalian bertiga dan beberapa anak buah yang kalian punya." Pinta Bob Hidayat.
"Apa yang harus kami lakukan." Ucap Holik Simatupang.!
"Coba buka hp kalian masing masing.! Aku sudah mengirim beberapa Poto dan video ke ponsel kalian masing-masing." Kata Bob Hidayat.
Mereka bertiga lalu mengeluarkan ponselnya, tampak raut wajah penasaran tertera di antara mereka bertiga, ketika kiriman video yang terakhir mereka tersentak kaget saat itu, karna yang di kirim oleh Bob Hidayat adalah video istrinya yang sedang berada di warung yang ada di prapatan jalan Pramuka.
"Bob. Bisakah kau jelaskan maksud semua ini kepada kami bertiga.?" Tanya Dika.
"Maksud gue mengirim video istriku, pemuda dan gadis serta ibu nya mempunyai hubungan khusus dengan Pipit, Seandainya kalian ingin menangkap ketiga umpan itu, dengan menyandera istri gue. Karna kelemahan dari Pipit ada di tangan kita yaitu kedua Anaknya." Bob Hidayat menjelaskan semua nya.
"Busyet........... Gila loe Bob.........!! Istri dan anak loe di jadikan tumbal untuk ambisi mu." Sergah Iwan.
"Brother Iwan. Loe belum tahu penghianatan yang di lakukan wanita iblis bermuka dua bernama Pipit itu." Kata Bob Hidayat sedikit menahan amarahnya.
"Sorry Bob Hidayat. Gue sudah tahu..... Tapi kedua anak mu, tidak tahu menahu, dan sebisa mungkin jangan libatkan dalam api dendam ini." Saran dari Iwan.
"Thank You. Brother Iwan atas saran mu. Aku tidak akan melibatkan kedua anakku. Tetapi untuk mendatangkan wanita Iblis itu, dengan cara menyekap kedua anakku dengan berpura pura agar Pipit datang menghampiri penculik nya, dan tentu saja bukan oleh ku yang akan melakukan drama ini." Kata Bob.
__ADS_1
"Lalu siapa.!! Tandas Holik Simatupang.!!
"Kamu tahu Kang Dayat... Preman pasar induk yang mempunyai ilmu kebal dan beberapa anak buahnya yang sudah terdengar kekejamannya dan kebengisan nya, asal kita mampu membayarnya, mereka akan menuruti kemauan kita." Kata Bob Hidayat.
"Hmmmmmmmm. Aku pernah berhubungan sekali dengan Kang Dayat. Orang nya memang kejam dan menghalalkan segala cara." Kata Holik Simatupang.
"Kalian bertiga tidak usah khawatir. Preman itu dekat dengan Betmen, kadang dia minum dan mabok bersama. Jadi aku ingin kalian bertiga ikut bersama Betmen menemui Kang Dayat dan meminta bantuannya." Pinta Bob Hidayat.
"Terus........... Ucap Holik Simatupang berdelik delik keningnya.!!
"Tenang saja.!! Setelah kalian bertiga menemui Kang Dayat dan bersedia membantu kita, Terus rencana kita berhasil, kalian akan tercengang setelah melihat nomor rekening milik kalian masing masing jumlah nol nya banyak." Kata Bob dengan memberikan iming iming.
"Baiklah..... Awas loe sampai ingkar." Ancam Holik Simatupang.....!!
"Hmmmmmmm. Segitu nya kau kepada ku. Brother Holik Simatupang." Kata Bob Hidayat bergumam.
"Hahaha.......... Uang transfortasi buruan loe kirim. Saat ini juga." Pinta Holik.
"Huh....... Sahabat matre tak punya ahklak." Kesal Bob Hidayat, lalu mengeluarkan ponselnya dan membuka M Banking BCA.
"Sudah saya transfer bagi bagi." Titah Bob Hidayat.
Bersambung.
__ADS_1