Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Pesan Awan Kepada Para bawahan nya.


__ADS_3

"Pak Irsyad Maulana......... Perkiraan berapa puluh pengawal yang akan menghadang orang orang kita yang ada di barisan depan.?" Tanya Awan.. Setelah seluruhnya mendengarkan penuturan dari sang Ketua Organisasi Macan Tutul itu, tentang kekuatan musuh yang akan di hadapi nya.


"Menjawab anda Tuan Muda Awan..!


Barisan depan berbaris rapi sekitar lima puluh orang dengan di komandoi oleh seorang wanita berdarah Jepang..... Dia adalah orang kepercayaan dari Ketua Yakuza yang bernama Tuan Tanaka.. Ilmu beladiri nya sangat mumpuni karna bersatu dengan kekuatan supranatural di dalam tubuhnya dan sangat lihai.


"Untuk barisan Kiri dan Kanan Vila mewah telah berjaga dua puluh orang masing masing dengan di komandoi oleh Tuan Tanaka di sebelah kiri dan Mister Jack Komboy di sebelah kanan.. Mister Jack Komboy adalah warga negara asing yang berstatus sebagai Mafia kelas internasional..


"Untuk posisi di belakang Vila dan terdapat gudang, dimana gudang itu yang telah menyekap Moch Ahmad dan Moch Aidil beserta keluarganya.. Mereka di jaga oleh Tuan Moch Ishaq penghianat dari perusahaan Ismail Group milik Nona Muda Nabil dan orang orang dari anak buahnya almarhum Haikal.." Terang Irsyad Maulana..


"Bener bener sulit ya kita melawannya hehehehe.." Jawab Awan santai sambil terkekeh.. Hal itu membuat mereka yang berkumpul di jalanan penasaran dengan pemuda yang menjadi Tuan Muda, karna tak terlihat exfresi ketakutan di wajahnya sama sekali.


"Baiklah.......... Kita gerak cepat..........." Kata Awan terhenti ucapannya, melihat exfresi mereka terlebih dahulu.


"Untuk Pak Irsyad Maulana bersama Anggota Macan Tutul..... Saya serahkan bagian kiri Vila dan jangan di beri ampun sedikitpun, apakah anda sanggup Pak Irsyad." Awan bertanya kepada murid Abah Aden Haruman yang sempat pesimis, setelah melihat kekuatan lawan.


"Menjalankan tugas dari anda Tuan Muda.." Jawab Irsyad Maulana mengepalkan tangannya..


"Bagus...... Pak Irsyad... Anda adalah murid Abah Aden Haruman yang lebih dulu dari saya... Setiap perkataan dan rencana dari sang guru selalu tepat dan mengenai sasaran dan tak pernah salah ucapannya... Saya percaya dengan pelantara dan doa dari sang guru akan di ijabah oleh Tuhan.." Pesan Awan, membuat Irsyad Maulana tertunduk dan merasa bersalah kepada pemuda yang di minta oleh Aden Haruman untuk membantu nya walaupun nyawa menjadi taruhannya.


"Maafkan hamba Tuan Muda.. Sesaat sang syetan merasuki pikiranku. Untung anda memberikan sebuah nasehat dan mengingatkan ku bahwa tuhan bersama orang orang yang baik.." Lirih Irsyad Maulana membungkuk hormat..


"Tidak apa apa santai saja Pak Irsyad... Kita sebagai manusia biasa, tempat nya lupa dan salah.. Tapi kita semua akan belajar dari kesalahan setelah semua urusan kita selesai.." Kata Awan dan Irsyad bersama yang lainnya mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah kita lanjutkan lagi... Untuk bagian kanan saya akan menyerahkan tugas ini ke Tuan Asisten bersama dua Kanit dan anggotanya.." Apakah ada bantahan.?" Tanya Awan.


"Ikut apa kata Tuan Muda Awan....!! Ucap nya serentak..


"Mantap... Tah ini yang paling penting... Bagian penyelamatan akan saya serahkan kepada Tarmin dengan di bantu oleh Boyen, Juna, Ujang, Syamsuddin dan Sutisna serta sepuluh bawahan Anugrah Awan Sentosa.. Bagaimana kalian apakah bersedia dan mampu menghadapi mereka yang di tugaskan secara khusus untuk menjaga sandera yang akan di jadikan alat kepada pihak kita.." Terang Awan.


"Dengan senang hati Tuan Muda.." Jawab Tarmin dan yang lainnya secara bersamaan.


"Sip.............. Ucap Awan seraya mengacungkan jempol nya ke atas sambil tersenyum.


"Poin yang terakhir bagian depan yang mungkin ini sangat sulit dan memang sulit. Akang satu Syarif yang menjadi ketua dari lima sahabat nya, Cecep, Bahar, Sukmaji dan dua lainnya menghadang barisan depan bersama saya dan Nabil, Kak Excel Teh Siti Lara, Asep Sunandar serta Iyus Saputra... Apakah setuju.." Tandas Awan..


"Sangat Setuju sekali Bos.." Asep dan Iyus berkata penuh semangat dan anggukan mereka yang di perintahkan melawan barisan depan.


"Pastinya dong hehehe..." Kekeh mereka berdua..!


"Hahahhahah... Ayo kita bergerak dan hancurkan mereka.." Tawa Awan lepas seraya memberi komando nya untuk segera bertindak...


Ingat ketika saya berteriak masuk dan mendengar suara tembakan. Kalian semua langsung telungkup di tanah dan Tuan Asisten serta Pak Irsyad Maulana serta yang lainnya jangan sampai terpengaruh dengan suara tembakan itu karna suara tembakan itu berasal dari malaikat Izrail.." Pesan Awan kepada mereka, sehingga mereka semua berkerut kening nya... Tapi tidak ada yang berani menyela nya walau dalam hati penuh dengan tanda tanya besar.


"Siap Tuan Muda..." Jawab mereka serentak... Lalu mulai memisahkan diri dari perkumpulan yang berada tak jauh di lokasi tempat Vila itu...


Orang Orang dari Moch Rojak sebenarnya sudah mengetahui kedatangan Muhammad Awan Pratama dengan membawa para anak buahnya, tetapi oleh sang pemimpin di biarkan begitu saja, karna cara mainnya pemuda yang melindungi buruannya itu, ingin main secara terbuka yang jelas itu yang di harapkan oleh Moch Rojak.

__ADS_1


Mengetahui targetnya sudah bergerak.. Barisan para pengawal yang sudah di persiapkan oleh Moch Rojak dan Firmansyah pun. Sudah bersiap siaga berada di posisi masing masing..


Awan masih berdiri bersama dengan Nabil Nur Fadillah dan Excel di samping kiri dan Asep Sunandar serta Iyus Saputra di samping kanan.. Sedangkan Tujuh Murid Mama Sepuh dan Teh Lara berdiri di belakang majikannya.. Ia mengeluarkan ponselnya dari saku celana nya langsung melihat ponsel yang beberapa pesan masuk dan tak di lama kan lagi langsung membaca pesan Wasttap itu.


"Lima menit lagi saya akan tiba.... Anda jangan khawatir dan takut.." Pesan dari nomor yang tidak tertera nama nya dalam kontak telepon Awan.


"Baik..... Saya akan segera bertindak dan mengulur waktu kedatangan anda.." Balas Awan..


Lalu membaca pesan satu nya lagi... Ia tersenyum penuh kemenangan.


"Tuan Muda Awan misi sudah selesai.... Pesan anda sudah di sampaikan dan mungkin sekitar sepuluh menit lagi akan tiba di lokasi yang telah anda kirimkan bergabung bersama orang orang yang lebih dulu datang ke lokasi tempat dimana perang itu akan terjadi." Kata sang pemberi pesan itu.


"Baik... Terima Kasih Banyak.." Balas Awan singkat.


"Ayo kita berangkat... Untuk Teh Lara dan Kang Syarif... Ingat bila keaadaan terdesak segera gunakan kartu As yang di punya oleh kalian berdua. " Kata Awan mengingatkan.


"Siap Tuan Muda.!


"Asep dan Iyus Saputra... Jangan lengah ketika saya dan Nabil Nur Fadillah serta Excel akan menerobos ke pintu utama, bila seandainya orang orang yang saya tunggu datang nya terlambat." Kata Awan sambil berjalan kearah gerbang utama Vila mewah itu..


"Siap Bos Muda.." Jawab Iyus dan Asep Sunandar bersamaan.


"Moch Rojak kau salah besar mencari saling sengketa dengan ku.. Dan kau akan menyesal." Ucap Awan dalam hati.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2