Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Excel di jemput oleh Ekeu Hendra


__ADS_3

"Dreet................... "Dreet.................! Selamat malam Tuan Muda Excel. Saya Hendra sudah berada di luar rumah Tuan Besar Tedi Ferdiansyah. Saya di suruh menjemput anda atas perintah Bos Awan.


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel milik Excel di malam itu, yang sedang duduk dan mengobrol dengan ayah dan adiknya.


"Tunggu saya sekarang keluar rumah." Balas Excel.


Pesan dari siapa Nak. Tedi bertanya dengan penasaran.


"Anak buah Awan. Ayah dia datang menjemput ku. Untuk segera berangkat.!


"Ayah ikut.........! Sahutnya. Friska juga ikut." Timpal adik nya.


"Tapi ini bukan ajang jalan jalan." Protes Excel.


"Ayah tahu...........!! Tapi percaya ayah tidak akan ikut menghampiri Ibu mu yang di sekap oleh Paman mu." Kata Tedi meyakinkan.


"Hmmmmmmmm." Bagaimana ya.?"


"Sudah......... Ayo kita berangkat." Ajak Tedi lama sekali cara berpikir anaknya.


Excel bersama ayah dan Adik nya, pun berangkat berjalan keluar rumah. Menghampiri seorang lelaki yang di suruh oleh Awan.


"Pak Hendra........ Tegur Excel dari dalam halaman rumah Ayah nya.


"Alamak..... Aduh...... Tuan Muda. Tampan banget." Gaya Hendra seketika hadir setelah melihat pemuda tampan itu. Tedi tersenyum apa yang di katakan oleh Bu Dewi. Bahwa lelaki itu mempunyai dua jenis kelamin dalam satu tubuh. Sementara Friska cekikikan melihat nya.


"Masa sih........ Pak Hendra juga sangat cantik dan mempesona." Membalas sipat dari lelaki berbadan besar tapi gaya bicara nya seperti waria.


"Makasih. Tuan Muda tampan. Jangan panggil Bapak dong.!! Kedip manja Hendra kepada Excel.


"Terus aku panggil apa dong.?" Tanya Excel menahan tawa dalam perutnya.

__ADS_1


"Panggil Aku. Ekeu." Ucap Hendra mata nya dua dua nya berkedip kedip.


"Yaa udah kalau mau mu itu. Sekarang kita berangkat. Nanti bos mu marah loe." Ucap Excel membuat ayah dan Adik nya geli dengan obrolan mereka berdua.


"Siap Tuan muda tampan. Motor Ekeu masukin dulu ya ke halaman istana ini." Kata Hendra.


"Ok." Cantik.....'' Balas Excel. Tedi Ferdiansyah dan Friska sudah tidak kuat menahan tawanya yang dari tadi dia tahan dalam perutnya. Hingga pecah dengan berlari kearah masuk rumah' nya.


Hendra sendiri, mendapat jawaban dari Excel dengan kata cantik langsung buru buru memasukkan motornya dengan penuh semangat.!!


Tak lama setelah itu. Kini mereka sudah berada dalam mobil mewah Toyota Alphard. Mobil pun mulai bergerak keluar dari halaman rumah membelah jalanan desa menuju jalan utama penghubung antar dua kabupaten.


"Dalam mobil mewah tersebut, Excel sendiri yang mengemudikan dengan di samping nya Pemilik perusahaan Future Nugraha Company Group Tedi Ferdiansyah. Sementara manusia jadi jadian sedang mengobrol bersama Friska adik Excel. Obrolan receh di antara mereka berdua hanya membahas seputar perempuan, membuat yang di depan merasa di acuhkan.


Satu jam berselang mereka pun kini telah tiba di halaman Vila yang di sewa oleh Awan dengan beberapa motor matic dan satu motor Yamaha Jupiter MX terparkir di halaman itu.


Jam di pergelangan tangan menunjukkan pukul 23:00 Masih ada waktu sekitar satu jam sampai di lokasi villa milik penculik itu. Kabar dari beberapa anak buah Tuan Robi dan kedua pegawai nya Asep Sunandar dan Iyus Saputra sudah di terima oleh pemuda itu.


"Hmmmmmmm." Kenapa mereka berdua ikut. Penjagaan harus Extra waspada." Gumam Awan.


"Anakku. Muhammad Awan Pratama." Sapa Tedi Ferdiansyah dengan senyuman.


"Tuan Besar." Jawab nya singkat. Ayo masuk terlebih dahulu ke dalam Vila. Ajak Awan. Anggukan dari mereka bertiga dan berjalan masuk kedalam Vila yang sudah ada beberapa murid Abah Aden Haruman.


Setelah mereka semua berada di ruangan tengah villa yang di sewa. Awan pun mulai membuka suara untuk mempersingkat waktu yang satu jam lagi Excel akan sudah tiba di vila tempat ibu nya di sandera.


"Selamat malam semuanya. Terima Kasih kepada murid murid Abah Aden Haruman yang ikut berpatisipasi dalam penyelamatan Nyonya Agista. Istrinya Tuan Besar Tedi Ferdiansyah dan Ibu dari Tuan Muda dan Nona Muda.


"Untuk mempersingkat waktu, rencana yang tadi di bicarakan sebelum kedatangan mereka bertiga. Ada baiknya segera kita bergerak. Informasi terbaru yang saya dapat dari Asep Sunandar dan Iyus Saputra beserta Tuan Robi. Bahwa Agus Ferdiansyah telah menyewa para preman yang dulu sempat berkelahi dengan saya. Tapi kali ini Bos nya langsung turun tangan.


"Maka dengan ini. Saya bersama Opan akan mengawal langsung Tuan Muda Excel untuk datang dan menghampiri keiinginan mereka tepat pukul 00:00. Sementara Kang Usep dan tujuh murid lainnya membersihkan anak buah preman yang cukup tangguh dan jago dalam seni bela diri.

__ADS_1


"Sisa nya anak buah Agus Ferdiansyah menjadi urusan Asisten Tuan Besar dan kedua teman saya yaitu Asep Sunandar dan Iyus Saputra. Apakah penjelasan saya sudah paham dan mengerti.?" Tanya Awan menjelaskan semuanya.


"Kami semua mengerti Awan. Tapi ada yang mau di tanyakan Bagaimana cara membebaskan Istri dari Tuan Tedi Ferdiansyah.?" Tanya Kang Usep.


"Untuk penyelamatan Nyonya Agista. Hendra dan Hendri menjadi tugas nya mereka berdua." Jawab Awan mata nya menatap kearah Hendra dan Hendri.


"Siap Bos itu menjadi tugas saya.! Ucap Hendra seketika aura lelakinya timbul membuat Excel dan Friska menatap aneh.


"Tuan Besar, Tuan Muda dan Nona Friska. Apakah ada bantahan tentang rencana yang Awan tuturkan. Bila ada bantahan atau pun masukan silahkan kemukakan saat ini juga. Karna waktu kita terbatas." Ucap Awan.


Excel dan Friska menatap kepada ayahnya. Tedi Ferdiansyah pun mulai mengeluarkan suara nya.


Semua sudah di rencanakan oleh mu Nak dengan matang. Saya keluarga sudah bersyukur mengenal dirimu walaupun baru sesaat. Mudah mudahan misi dan rencana yang akan di jalankan saat ini juga. Membuahkan hasil dan istri saya selamat." Lirih Tedi dengan mata berkaca kaca.


"Doa kan saja. Tuan Besar. Mudah mudahan cepet selesai.!! Amiin kata Awan di ikuti oleh mereka yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Kalau begitu kang Usep dan yang lainnya segera berangkat atur posisi sedemikian rupa. Saya bersama Tuan Muda Excel sekitar setengah jam akan langsung masuk kedalam vila itu." Titah Awan.


"Siap.............!! Kata mereka serentak.!!


Awan langsung mengeluarkan ponselnya dan membuka pesan suara untuk mengirim pesan kepada asisten Tuan Besar.


"Tuan Robi sembilan orang memakai atribut ikat kepala warna putih sudah berangkat. Tolong atur posisi nya untuk melawan lima para preman yang terlatih.


Tak lama kemudian balasan pun telah di terima oleh Awan.


"Siap Awan.!!


"Kang Usep. Tuan Robi sudah saya hubungi dan menunggu kedatangan nya untuk di tempatkan di posisi nya." Kata Awan.


Kang Usep mengangguk.......... Lalu mereka langsung beranjak pergi menuju Vila yang tak jauh dari perkumpulan ini. Hanya 10 menit mereka akan tiba di vila itu dengan menggunakan sepeda motor nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2