Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Permintaan Bos Preman


__ADS_3

Rumah bagai kan istana itu menggelegar bagaikan suara petir yang begitu keras saat lelaki tua itu merintih kesakitan mungkin kah itu siksaan atau pun sakaratul maut datang menjemput nya


Aku tidak ingin mati,” jeritnya makin meninggi dan menjadi-jadi. Benar-benar ia seperti orang yang menghadapi kematian.


Moch Ismail sekarat. Napasnya terengah-engah. Makin berat dan menusuk jantungnya. Dalam kekalutan dan kepanikan yang maha dahsyat itu, sang dukun mengambil kemenyan lalu melemparkan ke


segala penjuru punggung lelaki yang sedang di obati nya. Tiba-tiba hening. Moch Ismail tidak bergerak lagi.


Sang dukun itu pun menghampiri Asisten kepercayaan Moch Ismail dan mengajak nya untuk berbicara empat mata.


Mereka berdua pun berlalu ke satu ruangan yang kedap suara dan tidak ada orang yang bisa mendengar obrolan mereka berdua.


Sang Dukun pun memberitahu kan kepada Asisten Moch Ismail. Setelah Tuan nya siuman segera untuk menulis wasiat nya karna dari penglihatan dan mata batin dukun itu. Dia tidak akan lama lagi hidup di dunia ini.


Asisten dari Moch Ismail tidak mau menyela setiap ucapan dari dukun itu sampai ia selesai.


"Baiklah Akan saya usahakan dan saya bujuk, karna Tuan nya itu sangat keras kepala' Tutur Asisten Moch Ismail.


************************


Sementara di kaki bukit gunung Kanyang, dua pria berusia 40 tahun yang sedang berjalan kaki menuju sahung puncak gunung itu berhenti tiba tiba. ketika mata Haikal melihat seorang pemuda berusia 14 tahun bersama seorang gadis kecil berusia 12 tahun.


"Pak Rudi, siapakah mereka, baru kali ini saya melihat mereka berdua selama saya sudah hampir tiga kali berturut turut datang kesini belum pernah melihat mereka sama sekali.


"Ohk, itu yang pemuda bernama Zabur, dia anak tiri dari Dukun sakti itu. Sedangkan gadis kecil itu bernama Meni Zatulini anak kandung dari istri pertama nya.


"Baru tahu aku Pak Rudi bahwa Abah Enji mempunyai dua istri dan dua anak." Jawab Haikal.


"Bukan dua istri tapi dia mempunyai lima istri. " Kata Pak Rudi, Hingga Haikal terselek kaget mendengar nya.

__ADS_1


"Apa.........! Kaget Haikal........!


"Sudah.........! Nanti di episode selanjutnya akan author bahas perjalanan seorang Dukun melawan Dukun.


"Baik kalau begitu, kita melanjutkan lagi perjalanan ke puncak gunung Kanyang itu." Ajak Haikal seraya berjalan naik keatas.


Satu jam lebih mereka berdua sampai di puncak gunung Kanyang, tepat di salah di atas puncak itu ada dua buah sahung berukuran 4x4 meter persegi.


Mereka berdua istrahat sejenak di salah satu sahung yang terbuka lebar tanpa ada pintu atau pun penutup lain, karna di sediakan oleh Abah Enji tempat untuk menunggu. Berbeda dengan sahung yang satu lagi dengan tertutup bilik bilik dan ada pintu masuk nya.


Setelah hampir dua jam lama nya mereka menunggu keluar nya Abah Enji dari sahung satu lagi, akhirnya yang di tunggu pun keluar dan menghampiri dua lelaki yang sedang beristirahat di sahung terbuka itu.


"Haikal ada permintaan apa lagi kau datang sampai memaksakan naik ke puncak gunung? Tanya Dukun itu.


"Abah saya hanya minta satu ilmu kebal, yang tidak mempan di bacok dan di tembak." Jawab nya mengutarakan maksud tujuan sampai naik ke puncak gunung ini.


"Hahahaha." Apakah kau sanggup dengan syarat yang saya berikan? Tanya Dukun itu dengan tertawa lepas terbahak bahak.


"Kau harus bertapa selama tiga hari tiga malam di Curug Sindur yang ada di kaki bukit gunung ini, bila nanti kamu di datangi seorang perempuan dalam tapa Geni itu, maka kau harus segera pulang dan menyiapkan setiap malam selasa dan jumat Kliwon satu ruangan khusus dengan bunga tujuh rupa dan dupa serta minyak 1000 bunga." Kata Abah Enji memberi tahukan syarat syarat yang harus di tempuh nya itu.


"Kapan saya harus mulai bertapa nya Abah? Tanya Haikal sudah sanggup dan yakin syarat yang di berikan oleh Abah Enji.


"Tepat di malam kamu lahir ke alam bumi ini." Jawab Abah Enji itu.


"Berarti di mulai malam esok saya harus bertapa tepat malam Selasa, " Kata Haikal penuh dengan keyakinan jalan yang akan di tuju itu agar niat dan keinginan nya tercapai.


"Haikal bila kau sudah benar benar matang dengan niat dan tujuan mu itu, maka Abah besok pagi akan mengantarkan mu," Kata Dukun itu.


"Terima Kasih banyak Abah saya sudah siap dan dengan niat saya. " Jawab Haikal membuat Abah Enji senang.

__ADS_1


"Baiklah besok pagi kita bertemu di Curug Sindur di antar sama Rudi, sebaiknya kalian berdua pulang terlebih dahulu, karna saya sedang ada kerjaan mengurus manusia sombong yang ada di negara Piramida itu."


"Baik." Abah...........!


*******************************************


Pagi itu di Negara Mesir setelah Moch Ismail siuman setelah di obati oleh Dukun sakti leluhur nya. Tuan Besar pun meminta pelayannya untuk memanggilkan Asisten nya dan segera menghadap ke kamar saya.


"Selamat Pagi Tuan Ahmad" kata pelayan membungkuk hormat kepada lelaki setengah tua yang sedang duduk di kursi sambil menyeruput kopi yang di sediakan oleh pelayan di rumah majikan nya.


"Pagi juga. " Balas Asisten itu dengan wajah datar tanpa ada senyum sedikit pun.


"Tuan Besar menyuruh Anda untuk menghadap ke kamar nya. " Titah kepala pelayan tersebut.


Ahmad pun Tampa menjawab langsung beranjak meninggal kan kepala pelayan itu dan melangkah menuju kamar milik majikannya.


Tak lama berselang Ahmad pun tiba di kamar dan langsung menghampiri Tuan Besar Moch Ismail seraya membungkuk hormat.


"Tuan besar ada hal penting apa sehingga anda memanggil saya untuk datang ke kamar ini" tanya Ahmad dengan ramah.


"Ahmad kemari mendekat" Pinta Tuan Besar.


Lelaki berusia 40 tahun pun mendekat dan segera duduk di samping ranjang Tuan Besar untuk mendengarkan pembicaraan dari majikan nya itu tanpa menyela hingga selesai.


"Ahmad sekarang juga kau pergi temui advokat hukum perusahaan untuk menulis surat wasiat untuk seluruh harta kekayaan dan perusahaan perusahaan yang ada di belahan dunia untuk di bagi rata kepada tiga anak nya masing masing 30 persen dan sisa nya 10 persen di sumbangkan kepada parkir miskin dan jompo jompo.


Untuk kedua putraku yang berada di Mesir Moch Rojak dan Moch Jabar mendapatkan masing masing 30 persen dan 30 persen lagi untuk anakku yang berada jauh dari negara Mesir tepat nya berada di negara Indonesia dengan nama Abil Nur Fadillah. Surat wasiat itu berlaku bila ketiga anakku sudah ada dalam ruangan ini" Seandainya ketiga anakku tidak berada salah satu cuma ada dua maka gugur lah surat wasiat itu dan harta kekayaan nya akan jatuh kepada panti asuhan yang berada di seluruh dunia ini" Tuan besar berbicara panjang lebar menjelaskan kepada Asisten nya.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2