Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kedatangan Adik dan Asisten Moch Ismail


__ADS_3

Sore Hari.


Seorang wanita setengah Tua yang duduk bersama seorang gadis cantik dengan pakaian semi permanen menunggu selesai nya ketiga pemuda yang sedang menyantap makan di sore hari itu.


Bu Dewi tersenyum mengembang setelah menunggu sepuluh menit, ketiga pemuda itu sudah berada di ruangan tamu dan duduk bersama nya.


"Sudah kenyang makan nya kalian.?" Tanya Bu Dewi basa basi.


"Hehehehe. Alhamdulillah Bu. Sudah, maap menunggu." Ucap Awan seraya duduk dan di ikuti oleh mereka berdua dengan mengangguk sebelumnya.


"Ahk.... Tidak apa apa santai aja." Jawab Bu Dewi lalu menyimpan ponselnya untuk berbicara serius.


Tidak lama kemudian Bu Ida pun datang membawakan tiga gelas berisi kopi yang di minta oleh pemuda itu..Awan pun langsung mengeluarkan rokok yang ada di saku celana nya seraya berkata.


"Kalau Sudah makan tak merokok, rasa nya bagaikan mengungkapkan cinta kepada seorang gadis tapi di tolak. Hahahahahaha.


Iyus dan Asep hanya tersenyum geli berbeda dengan Amel dan Bu Dewi tertawa lepas.


"Hahahahaha. Ada ada aja." Sahut Bu Dewi. Iyaa Ada ada saja Kak Awan." Timpal Amel.


"Kalian berdua. Ayo merokok. Tak usah sungkan dan malu." Ucap Awan menyodorkan rokok Sampoerna mild setelah Awan membuka nya dan mencabut satu batang rokok untuk dia hisap.


"Siap bos, aku ada kok. Rokok Djarum Super kesukaan ku." Jawab Iyus Saputra. Terus Asep loe sendiri ada nggak Rokok nya.?" Tanya Iyus Saputra.


"Ada dong." Timpal Asep lalu mengeluarkan Rokok yang berwarna merah dan bukan filter tapi kretek.


"Aduh Rokok Karuhun tuh.............! Celetuk Awan.


"Hehehehehe. Maklum kesukaan ku. Bos Awan." Jawab Asep lalu mengeluarkan satu batang dan mulai menyalakan api nya.


"Mantap Jiwa........ Nikmat mana yang kalian dusta kan." Ucap Bu Dewi setelah mereka bertiga bersama sama menghisap rokok dan mengeluarkan asap nya dari arah mulut dan hidung nya.

__ADS_1


"Hanya orang bodoh yang tidak bisa bersyukur di berikan kenikmatan oleh sang maha tunggal Bu." Timpal Awan.


"Betul anakku, Ibu bersyukur telah mengenal mu dari kecil hingga membawa ibu dan keluarga keluar dari kesulitan kesulitan ekonomi. Yang patut Ibu syukuri saat ini adalah dirimu tidak sombong ketika semua dunia berada di tangan nya." Puji Bu Dewi.


"Ibu Dewi terlalu berlebihan. Aku hanya menjalankan arus air yang mengalir dengan sendirinya tanpa ada belokan dari sang penggerak tubuh saya. Karna yang ku pegang dalam diriku ini. Adalah kebenaran maka aku jalani saja.Tapi seandainya yang ku jalani adalah jalan salah maka aku akan berhenti di tengah jalan.


"Betul Nak........... Jawab Bu Dewi......... Sedangkan Iyus dan Asep serta Amel hanya mengangguk dan mendengarkan nya saja.


"Nak Awan langkah selanjutnya, setelah semua permasalahan Tuan Tedi Ferdiansyah beres, apa yang akan kau lakukan kedepannya.?" Tanya Bu Dewi.


"Mungkin seperti biasa Bu. Pokus pada sekolah dan memperluas jaringan jaringan perusahaan milikku dengan memperluas di bidang perdagangan. Aku berencana menembus pasar pasar dan di seluruh wilayah Jawa Barat. Bandung Purwakarta Tasik Garut dan wilayah wilayah lainnya.


Bukan dari pasar pasar saja yang akan di perluas oleh ku. Beberapa tempat akan aku bangun dengan supermarket di pinggir pinggir jalan yang cukup ramai. Maka dengan ini tugas Bu Dewi untuk segera merekrut beberapa orang orang pintar dalam bidang nya masing masing." Titah Awan.


"Aaaa. Anakku.......... Kau serius.'' Ucap Bu Dewi terbata bata setelah mendengar ucapan dari pemuda itu. Iyus dan Asep serta Amel pun tersentak kaget mendengar nya.


"Suerrrrr. Tak kewer kewer...... Ucap Awan dengan bercanda.


"Serius Bu........... Aku tidak sedang bercanda. Untuk urusan materi dan dana nya ibu tidak perlu khawatir. Untuk urusan Barang barang produksi yang akan di pasarkan kita kan sudah bekerja sama dengan perusahaan TANG TANG GROUP. Ucap Awan dengan nada serius.


"Aduh bener bener Ibu lupa Nak." Jawab Bu Dewi menepuk keningnya sendiri.


"Hehehehe. Untuk wilayah Bogor aku serahkan kepada Iyus Saputra. Kau kan dah lama di pasar Cisarua indah setidak nya tahu pasar pasar yang ada di Kota bogor dan kabupaten Bogor.?" Tanya Awan.


"Tau bos semua seluruh daerah Bogor dari kota sampai pelosok-pelosok desa nya." Jawab Iyus Saputra.


"Kalau untuk Asep beberapa pemuda di desa mu. Bujuk agar mau bekerja akan di tempat kan di seluruh pasar pasar yang ada di kota Bandung Barat Bandung kota dan beberapa kota lainnya." Titah Awan kepada pemuda anak dari Abah Kusuma.


"Berapa banyak Bos yang di butuhkan.?" Tanya Asep.


"Lebih banyak lebih bagus. Tapi ingat orang orang yang bener bener ingin bekerja dan jujur. Kau bisa memusyawarahkan kepada Bapak mu." Ucap Awan mengingat kan nya.

__ADS_1


"Baik Bos.....!!


"Kapan akan mulai di laksanakan nya.?" Tanya Bu Dewi.


"Esok juga harus segera bergerak Bu Dewi. Aku esok akan pergi ke Bank dan mentransfer uang ke rekening perusahaan sebesar sepuluh milyar untuk membeli lahan lahan dan kios kios di wilayah Jawa Barat. Itu menjadi tugas Bu Dewi selaku Direktur keuangan di perusahaan ku." Ucap Awan sesekali menghisap rokok nya dan mengeluarkan asapnya.


"Ehk....... Nanti Minggu depan jangan lupa kita di undang oleh Tuan Besar Tedi Ferdiansyah untuk datang ke kediaman yang ada di Kota Jakarta." Ucapnya lagi mengingat kan kepada mereka bertiga.


"Emang ada acara apa Nak." Tanya Bu Dewi penasaran.


"Gak tahu tadi pagi setelah Nyonya Agista di nyatakan tidak kenapa Napa oleh dokter yang merawat nya. Tuan besar langsung berbicara bahwa Minggu depan orang yang terlibat membantu menyelesaikan segala permasalahannya di mohon untuk hadir. Asep dan Iyus juga mendengar kan nya.


"Mau di kasih hadiahnya kaya nya." Celetuk Amel yang dari tadi hanya mendengar kan nya.


"Kita tak boleh Toma. Amel. lebih baik kita datang dan menghadirinya." Ucap Awan.


"Betul Anakku apa yang di katakan Awan." Bela Bu Dewi.


"Iya Bunda. Iya Kak Awan." angguk Amel.


Pembahasan mereka berempat pun cukup lama di perumahan elit Leles Residance itu. Mereka semua membahas perencanaan perencanaan untuk kedepannya memajukan perusahaan yang baru seumur jagung tersebut. Hingga waktu senja pun datang dan menyudahi obrolan nya.


####


Bandara internasional Kulonprogo.


Sementara di tempat yang berbeda masih hari yang sama berbeda waktu dengan kedatangan orang orang suruhan Tuan Rojak dan Tuan Jabar anak dari almarhum Moch Ismail.


Moch Aidil dan Asisten dari Moch Ismail yaitu Ahmad kini telah tiba di Kota Jogja bersama empat pengawal nya yang jago dalam seni beladiri untuk sekedar berjaga jaga.


Di depan bandara telah menunggu dua mobil mewah untuk menjemput mereka. Sang sopir langsung membuka kan pintu mobil setelah melihat mereka.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2