
Pemuda yang baru lulus dari sekolah menengah atas itu langsung berjalan cepat di ikuti oleh beberapa anggota Singa Putih menuju sebuah gerbang pagar Mansion mewah.. Sedangkan tiga puluh anggota lainnya menyebar dari arah sisi kanan dan kiri maupun belakang dengan cara merangkak naik ke sebuah Mansion itu.
Keuntungan dari Opan Haruman bersama para anggotanya... Gerbang itu tidak di kunci sama sekali karna baru saja sang majikan keluar bersama dua wanita cantik untuk sekedar jalan jalan di malam hari.
"Kreak.............................!
Pintu pagar di buka oleh pemuda yang memakai baju kebanggaan Organisasi Singa Putih dan langsung berkata.." Ayo serang semua nya.
Sebagian para pengawal Jabar yang berjumlah hanya sepuluh orang di barisan depan tersentak kaget.. Ketika melihat ke arah suara yang ada di pintu gerbang masuk seorang pemuda bersama puluhan lelaki berbadan tegap langsung berlari dan melompat masuk ke Mansion itu untuk menyerang mereka.
Hal serupa pun di sisi kanan dan kiri serta belakang yang berjaga hanya beberapa orang saja, tak bisa berbuat apa apa dan pasrah dengan memohon ampunan terhadap organisasi milik perusahaan terbesar di negara ini.
Malam ini di Mansion yang ada di pondok Indah yang di jadikan markas oleh Jabar untuk melakukan ritual pengiriman santet tidak berarti apa apa dan tak ada pertumpahan darah sama sekali, berbeda dengan yang ada di Vila mewah kawasan wisata Cibodas.
Anak pertama dari sang penguasa alam ghaib itu langsung beranjak masuk ke dalam Mansion yang sebelumnya terlebih dahulu memberikan instruksi kepada anggota nya untuk di lumpuhkan para pengawal Jabar yang hanya tampang dan ucapannya saja sombong, tetapi kenyataannya jauh dari harapan, mereka tidak berkutik sama sekali.
"Ayo katakan kamar mana yang di jadikan tempat ritual dukun dukun iblis itu hah.." Bentak Awan kepada salah satu pengawal dengan cara mencengkram kerah baju.
"Di... Di..... Lan.... Lantai atas... Kamar sebelah barat.." Ucap pengawal itu dengan ketakutan nya.
"Uhk............ Plakk.............!
Tamparan keras di berikan oleh Opan.." Cepat bawa aku ke atas..!
"Ba... Baik.... Anak Muda..." Jawab nya... Lalu pengawal itu pun langsung berjalan di ikuti oleh Opan dan lima anggota Singa Putih.
"Sisa nya kalian semua bereskan orang orang ini dan tunggu kedatangan Tuan Radit adik dari Nona Muda Erna Istri dari Andri Setiawan yang datang bersama para kepolisian untuk mereka semua di pindahkan ke hotel gratis.." Kata Opan tersenyum sinis... Jelas mereka semua para pengawal Jabar mengetahui hotel gratis itu yang tak lain adalah jeruji besi.
"Huh......... Walaupun pun kalian menang saat ini tapi sesudah kamu anak muda sampai ke atas dan bertemu dengan empat dukun yang sedang melakukan ritual pemanggil makhluk ghaib.. Aku tak menjamin kau masih hidup.." Kata seorang lelaki yang membawa Opan menuju kamar dimana dukun dukun itu berada.
__ADS_1
"Blugh.................
"Arhkk................. Anak Muda.." Ringis lelaki itu yang berjalan di depan di tendang pantat nya oleh Opan.
"Diam kau... Tak usah banyak ngoceh... Urusan mati dan hidupku bukan dukun dukun iblis itu yang menentukan.." Kata Opan.
"Baik..... Baik.... Anak Muda.. Aku hanya mengingatkan saja...........!
Sesampainya di depan pintu itu.......... Opan langsung memerintahkan untuk membuka pintu tempat dukun dukun itu beraksi.
Pintu belum di buka oleh lelaki yang mengantarkan nya.. Aura ghaib terasa oleh anak dari Aden Haruman dan langsung berteriak keras kepada lelaki yang berdiri di hadapan pintu tersebut.
"Awas..................................." Teriak Opan..!
Telat bagi lelaki yang berdiri di depan pintu itu.. Dengan pikiran yang tak percaya dan penuh dengan misteri tiba tiba pintu yang sangat mewah itu menghantam lelaki yang di hadapannya hingga Ia terpental jauh dan jatuh ke lantai bawah.
Opan Haruman maju melangkah beberapa langkah saja di ikuti oleh mereka berlima Anggota Singa Putih.. Kini Ia tersenyum sinis tampak di dalam kamar yang begitu luas Empat orang berbadan besar dan berotot melindungi tiga lelaki setengah tua sedang bersila bersama seorang bocah berusia 12 tahun itu..
"Apakah kalian sanggup menghadapi ke tiga lelaki jelek dengan postur tubuh yang besar, berotot lagi.?" Tanya Opan kepada lima anggotanya.
"Sanggup... Sangat sanggup sekali Kang Opan.." Ucap satu dari lima anggota itu menjawab..
"Baiklah aku serahkan ke tiga lelaki jelek itu yang sedang tersenyum sinis kepada ku.. Sementara urusan para dukun itu menjadi tanggung jawab saya.." Kata Opan... Lalu Ia pun berlari kearah tiga lelaki yang menjadi pelindung dukun dukun yang sedang melakukan ritual nya.
Ketiga lelaki itu, juga berlari setelah melihat pergerakan seorang lelaki muda berusia sembilan belas tahunan itu berlari kearahnya.. Tetapi bagi Opan itu hanya tipuan saja.... Ia langsung berkelit melompat ke atas menghindari mereka bertiga dan tujuan utamanya adalah ke empat dukun itu.
"Sial kita terkecoh.." Ucap nya satu dari ketiga lelaki yang menjadi pelindung dukun dukun itu.
"Hahahahaha... Yaa kalian bertiga memang terkecoh tapi tatapan kalian sebaik beralih ke depan.." Ucap Opan tertawa penuh kemenangan.
__ADS_1
"Hiaaaaaaaaatttt............................." Kata Anggota Singa Putih secara bersamaan, langsung menghantam kan serangan kepada mereka bertiga..
Perkelahian pun pecah tiga melawan lima anggota Singa Putih di kamar yang di jadikan tempat ritual pengiriman santet kepada buruan Moch Jabar..
Ke empat dukun yang pokus dengan meditasi pengiriman sihir melalui makhluk ghaib itu hanya tersenyum sinis ketika seorang pemuda yang sudah hampir dekat berjalan kearah lingkaran mereka berempat.
"Akan ku gagalkan ritual kalian hah." Bentak Opan Haruman seraya melompat ke arah sesajen yang berada di tengah tengah lingkaran empat dukun itu.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.......................!
"Bugh...................................!!
"Braakkk...........................!
Opan terpental jauh terkena serangan tak kasat mata ketika Ia berniat menghancurkan sesajen yang berada di tengah tengah empat dukun itu.. Ada magnet berkekuatan tinggi yang melindunginya.
"Kau sudah terlambat anak muda.. Para Mahluk ghaib berilmu tinggi sudah kita kirimkan dan orang orang yang kalian lindungi akan secara perlahan lahan mati.." Kata Dukun yang berwajah dan kulit nya Hitam... Dia adalah Haiso berdiri di ikuti oleh kedua lelaki dan bocah berusia 12 tahun.
"Hahahhahahahhaha......... Hahahahahahahha..." Tawa Opan Haruman, lalu berdiri sambil menyeka darah yang keluar dari sisi kanan mulut nya..
"Apakah kau yakin dengan ucapan mu, dukun jelek hitam lagi..?" Tanya Opan menghina.
"Cuih..... Kau menghina ku anak muda..." Kata Haiso meludah..
"Aku bukan menghina mu, tapi kenyataannya kau memang jelek dan Hitam.." Kata Opan tersenyum sinis dalam hati Ia membaca mantra yang pernah Ia dapatkan waktu bepergian ke daerah gunung salak, dan bertemu dengan Eyang Santri.
"Sialan...... Kau bocah sombong..." Kata Haiso dengan sorot mata tajam dan tampak terlihat aura membunuh yang sangat kuat.
Bersambung.
__ADS_1