Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Sarapan Pagi bersama keluarga Bu Ida


__ADS_3

"Drett...............! "Dret..............!! "Drett............!


"Kak........ Awan ini sama Endi, di suruh Abah sekiranya malam ini ada waktu luang, semua murid Abah di suruh kumpul akan di adakan Tawasul tanggal satu Muharam di gunung Masigit puncak Bogor." Pesan singkat dari anak Aden Haruman.


Tak lama Muhammad Awan Pratama pun membalas pesan singkat aplikasi wasttap itu.


"Siap................!


Tak terasa sudah tgl satu syuro lagi genap usiaku sudah 16 tahun empat hari lagi aku akan masuk sekolah SMA, sedangkan internal semua pekerjaan belum di tempatkan di posisi masing masing.!


Malam Bu Dewi memberitahu kan bahwa pembikinan nama perusahaan akan segera selesai dengan di bantu nya Pak Arianto selaku kuasa hukum di perusahaan yang akan baru berdiri.


ANUGERAH PRATAMA GROUP. Nama perusahaan yang di berikan oleh Aden Haruman dan di acungi jempol oleh Istri nya mudah mudahan membawa kejayaan di kehidupan ku selanjutnya." Batin Awan merenung di pagi hari dengan secangkir kopi di ruangan keluarga perumahan elit di kota kecil itu.


Dengan modal yang di dapat dan di berikan oleh Tuan Tedi Ferdiansyah sebesar 30 miliar rupiah dan kerjasama dengan perusahaan TANG TANG GROUP mudah mudahan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dengan pengembangan industri makanan menjadi perusahaan nomor satu di wilayah propinsi Jawa Barat.


Sementara ketiga sahabat ku. Mira dan Irma serta Kiara sampai saat ini belum memberikan informasi tentang Pigur seorang Ayah yang tiba tiba muncul dan kembali kepada pelukan seorang Bunda, apakah kedatang ayah kandung nya atas suruhan Istri muda nya. Atau murni karna rasa penyesalan selama ini yang telah tega meninggalkan keluarga nya demi wanita itu.


Uhk aku melupakan Tuan Tedi Ferdiansyah bagaimana keaadaan nya sekarang. Apakah sudah sembuh, setelah makan aku akan coba menghubungi nya. Mudah mudahan nomornya masih aktip.


Lamunan yang begitu banyak dalam pikiran pemuda itu seketika buyar di saat seorang pembantu nya datang memberi tahukan bahwa sudah waktu nya makan pagi.


"Nak Harsya sudah waktu nya sarapan pagi." Kata Bu Ida pembantu yang di bawa oleh Bu Dewi bersama ketiga anaknya itu.


"Ohk..... Ehk...... Iya Bu mari kita sama sama makan bareng, anak anak sudah pada mandi.? Tanya Awan tergagap karna sedang melamun.


"Sudah Nak mereka sudah berada di ruangan meja makan.! Ada apa Anakku sehingga tergagap. Apakah ada yang sedang di pikirkan.?" Tanya Bu Ida.


"Hehehehe. Biasa Bu perjalanan hidup semakin rumit." Jawab Awan seraya berdiri lalu berjalan kearah meja makan.


"Uhk......... Adik adikku udah pada cantik cantik dan ganteng ganteng." Puji Awan kepada anaknya Bu Ida setelah duduk di meja makan.


"Kak Awan juga ganteng." Celetuk Sinta anak kedua Bu Ida.


"Makasih.........! Ayo pimpin doa dulu sebelum kita makan." Titah Awan.

__ADS_1


"Biar Aku aja. Kak Awan yang pimpin doa nya." Kata Jayen anak pertama Bu Ida berusia 9 tahun.


"Silahkan.!!


"Bismillahirrahmanirrahim.


Alaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannar,”. Artinya: “Ya Allah, berkahilah untukku dalam sesuatu yang Engkau rezekikan kepadaku, dan peliharalah aku dari siksa neraka.


Setelah ucapan doa yang di bacakan oleh anak pertama Bu Ida mereka pun tanpa mengeluarkan suara mulai makan di pagi hari sebelum memulai aktivitas nya.


Tiga puluh menit mereka menyantap makanan di pagi itu selesai ketiga anaknya seraya bergotong royong membersihkan dan membereskan piring piring bekas makan itu dengan begitu rajin dan telaten.


"Jayen. Kakak boleh minta tolong beliin rokok ke warung depan." Pinta Awan seraya memperhatikan nya.


"Boleh Kak......... Mana uang nya." Jawab Jayen.


"Ini sekalian ajak kedua adikmu untuk jajan." Awan menyerahkan uang lima puluh ribu.


"Baik' Kak.............. Jayen menerima uang dari kakak' angkat nya seraya berjalan di ikuti oleh kedua adiknya menuju pintu keluar rumah mewah itu.


"Tut.............!...........! "Tut...................!


"Assalamualaikum." Selamat pagi, dengan siapa saya berbicara.?" Tanya satu suara lelaki paruh baya yang menjawab telepon masuk dari Muhammad Awan Pratama.


"WaallAikum Salam. Apakah Tuan Tedi Ferdiansyah tidak menyimpan nomor dari saya.?" Tanya seorang pemuda dengan senyuman hangat.


"Hmmmmm." Saya pernah dengar suara ini. Apakah ini Muhammad Awan Pratama.?" Tanya balik lelaki tua di sebrang telepon.


"Hehehehe............! Betul sekali Tuan' Besar.! Bagaimana keaadaan tuan besar sekarang mohon maap baru bisa menelepon Anda." Kata Awan.


"Alhamdulillah." Orang yang aku rindukan dan ku nanti nantikan akhirnya kamu menelepon juga, sempat aku mencari keberadaan mu tapi tidak ada yang mengetahui nya." Kata Tedi Ferdiansyah.


"Kenapa tidak meminta telepon kepada Tuan Muda Excel.?" Tanya Awan penasaran.


"Nak Awan sebaiknya kita bertemu hari ini. Nanti aku jelaskan semuanya.! Ucap Tedi Ferdiansyah ingin segera bertemu.

__ADS_1


"Baiklah Tuan........... Kita bertemu di mana.?" Tanya Awan.


"Nanti saya kirim lokasi alamat rumah ku yang baru, sebaiknya panggilan telepon kita akhiri." Pinta Tedi.


"Siap Tuan........ Tut....... Tut....... Tut........ Telepon pun berakhir.


Tak lama setelah itu ponsel yang baru saja dia simpan di meja langsung bergetar tanda ada pesan masuk ke aplikasi wasttap itu.


Muhammad Awan Pratama terkejut saat membuka wasttap lalu dia meng-klik google maps dan lokasi yang di kirim oleh Tuan Tedi Ferdiansyah hanya berada 10 menit dari perumahan Elit miliknya.


"Apakah bener Tuan Tedi sedang berada di kota ini.?' Tanya Awan dalam diri sendiri.


"Tuan Besar apakah anda tidak salah mengirim lokasi kepada saya." Pesan singkat di kirim oleh Awan kepada Tedi Ferdiansyah.


"Kenapa Nak apakah kaget dan terkejut dengan lokasi yang saya kirimkan.?" Tanya Tedi.


"Betul Tuan Besar saya bener bener kaget." Balas Awan.


"Lebih baik' Nak Awan datang kesini. Nanti saya jelaskan semuanya. Serta ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan mu Nak." Kata Tedi Ferdiansyah.


"Baik Tuan' Besar sebentar lagi saya akan segera meluncur." Balas Awan.


"Ok." Saya tunggu kedatangan mu Nak.!!


Pemuda itu tidak menjawab lagi pesan singkat dari Tedi yang dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badan seraya pergi menuju lokasi yang di kirim oleh lelaki tua yang ia tolong malam itu dari pembunuhan orang orang yang tidak suka terhadap dirinya.


*********************


Pagi pun telah meninggalkan di hari itu dan kini berubah menjadi siang hari, di salah satu RSUD di kota kecil tepat nya di jalan Pramuka. Seorang lelaki berusia 35 tahun sedang meminum kopi di salah satu pedagang kaki lima yang tidak jauh dari bangunan penjara putih itu, tempat seorang wanita paruh baya itu di rawat.


Bob Hidayat lelaki berperawakan tinggi kulit putih dan rambut mirip aktor film Asia seorang manusia yang menghalalkan segala cara agar tujuan dan sakit hati nya terbalaskan.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2