Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Excel Dan Friska terkepung


__ADS_3

Bos semua sudah bergerak di posisi masing masing dengan memakai pakaian Preman." Kata Pak Arianto.


"Baiklah Ayo kita berangkat. Asep dan Iyus kau pake motor mengikuti ku dari arah belakang." Titah Awan.


"Siap Bos.......!!


Setelah Bu Dewi membayar makanan di restoran sederhana itu. Mereka pun langsung keluar dan menyebrang jalan menghampiri mobil yang terparkir di supermarket yang ada di Raja Mandala Bandung Barat.


Kurang lebih 40 menit mereka sampai di titik lokasi yang jauh dari pemukiman warga, yang ada di samping kiri kanan hanya hutan belantara. Pemuda yang bernama Muhammad Awan Pratama langsung mengirim Serlock kepada Tuan Muda Excel yang sedang di buntuti oleh beberapa mobil pihak musuh.


Tak lama kemudian Balasan pun di terima oleh Awan dan membaca pesan yang di kirim melalui via wasttap itu, satu jam akan nyampe kepada lokasi yang di kirim.


Awan segera mengatur lokasi penyergapan itu dengan menugaskan Asep Sunandar dan Iyus Saputra yang lihai dalam berkelahi untuk bersembunyi di balik semak semak belukar. Sementara Pak Arianto dan Bu Dewi bergabung dengan pihak pihak penegak hukum yang sudah bersembunyi yang tidak jauh dari posisi lokasi yang nanti akan di jadikan penyergapan tersebut.


Awan sendiri akan menunggu di dalam mobil guna menyambut Tuan Muda Excel dan menyelamatkan Friska Ferdiansyah yang ikut dalam mobil Lamborghini Sian milik Tuan muda.


Semua sudah di atur sedemikian rupa, mudah mudahan ini awal terbongkar nya siapa dalang di balik semua permasalahan yang sedang di hadapi oleh pemilik perusahaan Future Nugraha Company Group." Ucap Awan.


"Amiin Yaa Robball allamiin." Jawab mereka serentak.


"Ayo segera berpencar kurang lebih 30 menit lagi Tuan muda Excel tiba di sini." Titah Awan.


Mereka semua sudah berpencar dan menempatkan posisi masing masing, Asep bersembunyi di kiri jalan semak belukar, sementara Iyus di samping kanan jalan. Pak Arianto dan Bu Dewi sudah bergabung dengan para anggota yang memakai pakaian ala preman.


*********


Di posisi jalan. Mobil Lamborghini Sian pun sudah melewati jembatan penghubung dua kabupaten Cianjur dan Bandung Barat tepatnya jembatan Citarum.


Kecurigaan Supit dan Iwan yang membuntuti mobil milik Tuan muda Excel, semakin bergejolak dalam kedua hati dan pikiran mereka.


Apa yang di rasakan oleh Supit dan Iwan, hati dan pikiran Asisten Tuan Besar Tedi Ferdiansyah yaitu Tuan Robi pun bergejolak. Kenapa Tuan Muda sampai menuju Bandung Barat, bukannya tujuan nya adalah proyek perumahan yang ada di kota Tauco itu." Gumam Tuan Robi.

__ADS_1


" Tuan Robi, mobil Tuan muda berbelok kearah kanan.?" Tanya Supir itu.


"Iya........ Mau kemana dia sebenarnya." Gumam Robi dalam penasaran nya itu.


"Empat mobil Xenia dan dua mobil Avanza Veloz ikut berbelok mengikuti mobil Tuan Muda Excel." Kata supir itu.


"Terus ikuti jangan sampai kita kehilangannya jejak.!! Keselamatan Tuan Muda Excel menjadi tanggung jawab kita semua.!!


"Baik Tuan Asisten." Jawab Supir itu.


Robi segera mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan grup kepada seluruh anak buah yang mengikuti dari arah belakang mobil, untuk segera bersiap siap, kemungkinan terbesar pertumpahan darah akan segera di mulai.


"Kriiiiing''...............!


"Kriiiiing''...............!


"Halo. Supit...... Ada gue dari belakang membuntuti mobil kalian." Kata Iwan menjawab telepon.


"Santai, tunggulah beberapa menit. Setelah itu kita akan menyalip dan cegat mobil itu di jalan sepi menuju Saguling." Kata Iwan.


Baiklah. Kita akan berpesta tak lama lagi. Kata Supit di iringi gelak tawa mereka berdua dalam sambungan telepon.


Saat ini Supit dan Iwan membayangkan berapa uang yang akan di berikan oleh Agus Ferdiansyah kepada mereka berdua atas keberhasilan nya menyingkirkan Excel. Tanpa ada bantuan dari Bob Hidayat dan beberapa preman pembunuh bayaran itu.


Bagaimana pun mereka berdua berpikir misi kali ini pasti berhasil. Ini karena mereka berdua melihat dengan mata nya sendiri. Excel hanya berdua dengan Adik nya Friska Ferdiansyah dan itu tidak terlalu sulit bagi mereka.


Tepat seperti dugaan pemuda itu bahwa ketika di jalan sepi menuju daerah Saguling, sejumlah mobil yang membuntuti mobil Lamborghini Sian mulai memecut lari mobilnya dan mulai merengsek mobil yang di kendarai Excel dan Friska untuk menepi.


Sementara jarak antara mobil mobil itu dengan orang orang Tuan Robi masih sekitar 300 meter lagi, maka terjadilah sebeng menyebeng antara mobil yang di kendarai oleh Robi dan mobil pengungkit Tuan Muda Excel.


Keaadaan seperti itu sungguh sangat menegangkan seperti di film film Hollywood dimana aksi kejar-kejaran itu bener bener menegangkan.

__ADS_1


Tepat ketika mobil Lamborghini Sian itu mencapai titik dimana Muhammad Awan Pratama telah menunggu. Akhirnya Excel pun mengalah dan membanting kan stir ke bahu jalan dan berhenti di sana dalam keadaan terkepung tiga mobil pengungkit.


Tak lama setelah mobil itu berhenti. Kini dari mobil mobil pengejar tampak berkeluaran sejumlah lelaki berbadan besar yang memiliki tampang sangar sambil mengacungkan tonfa kearah Excel dan Friska yang sudah keluar terlebih dahulu.


"Prok......... Prok......... Prok........... Prok.........! Keprokan tepuk tangan di lakukan oleh Supit dan Iwan seraya berjalan kearah Excel dan Friska dengan senyuman jahat.


Friska dan Excel tidak terkejut sama sekali di balik semua ini adalah orang orang yang di percaya oleh ayahnya, yang telah berkhianat itu.


"Tuan Muda Excel dan Nona Muda Friska..... Apa kabar kalian berdua.?" Tanya Iwan dengan senyuman manis yang di buat buat.


"Dasar Serigala berbulu domba." Geram Friska.


"Plaak............!! Tamparan mendarat oleh Supit kearah pipi mulus Nona Muda Friska.


"Bajingan Kau Supit, manusia Iblis." Bentak Excel dengan Amarah tingkat Dewa.


"Buuuuughhhh.........!!


"Kalau bicara sama yang tua itu harus sopan hah. Apakah kedua Orang Tua mu tidak di ajarkan sopan santun kepada dirimu." Teriak Supit seraya memukul perut Excel Ferdiansyah, hingga merasakan mual dalam mulutnya.


"Hahahaha. Aku tak butuh berkata sopan santun kepada seorang Anjing yang sudah melupakan Tuan nya." Kata Excel dengan senyuman sinis dan tatapan memerah.


"Sialan kau Excel............ Akan ku buat kau mati hari ini juga, dan adikmu akan ku perkosa rame rame.! Pengawal habisi Lelaki busuk ini." Titah Supit kepada para anak buahnya yang sudah memegang Tonfa.


"Apakah kau yakin dengan ucapan mu. Seraya mengirimkan tendangan keras kearah Supit.


Mendapatkan tendangan yang tak di duga duga itu membuat Supit terkejut setengah mati tidak ada lagi waktu untuk menghindar, hingga akhirnya tendangan Excel dengan mulus mendarat tepat di kantong kemenyan warisan leluhur nya itu.


"Kurang Ajar kau sungguh sudah bosan hidup Anak muda.! Kata Supit lalu bangkit dan mulai menyerang Excel dengan pisau belati di tangan nya.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2