
Malam Minggu pukul 19:00, sebelum perang besar itu terjadi.. Setelah Awan keluar dari rumah Aden Haruman dan melanjutkan perjalanan nya menuju sebuah restoran dimana Ia akan menjalankan rencana nya dan secara langsung akan menghadapi beberapa para pengawal yang di tugaskan oleh perusahaan Duo Holding Company Group untuk membunuhnya dan menangkap Nabil serta Nyonya Azzahra Masika Fatharani.
Kesalahan terbesar dari orang orang yang di suruh oleh Tuan Muda Rojak dan Jabar adalah menargetkan ketiga sahabatnya yang sama sekali tidak menahu tentang permasalahan ini.. Selain ketiga sahabatnya Moch Rojak dan Jabar pun memburu Friska anak dari Tedi Ferdiansyah yang sedang bermusuhan dengan keponakan nya yaitu Firmansyah...
Kini posisi Muhammad Awan Pratama dan Nabil Nur Fadillah pun sedang berada di salah satu masjid yang tak jauh dari tempat tujuannya yaitu.. Ia menunggu kedatangan dari empat orang yang secara khusus di suruh untuk kembali dan di jemput oleh Asep Sunandar dan pasangan suami istri paruh baya itu.
###
Sementara di kota Jakarta, di sebuah Mansion mewah dengan halaman yang begitu luas malam itu pukul 19:00 Wib.. Moch Rojak turun dari dalam kamar nya dan langsung berjalan menuju ruangan keluarga yang tampak di ruangan itu sudah ada saudaranya serta Paman nya Abu Bakr.
Sesampainya di ruangan itu, tanpa duduk terlebih dahulu, Moch Rojak pun langsung berkata dengan seringai licik di bibirnya tersirat dalam wajah nya penuh dengan aura membunuh.
"Jabar adikku.... Segera perintahkan paranormal paranormal yang sudah di datangkan, untuk membunuh orang orang yang menjadi penghalang target kita.
"Siap Kak... Malam ini pukul 23:00 sudah siap dan langsung...... Krek......" Jawab Jabar dengan menunjukkan jari telunjuk dari kiri ke kanan di depan lehernya.
"Mantap adikku.... Untuk Paman..... Saat ini segera berangkat dan temui Moch Ishaq lalu bawa tawanan kita menuju kota kecil dan langsung bunuh di hadapan yang kata nya pemuda hebat seperti dewa." Kata Rojak memberi perintah..
"Dengan senang hati keponakan ku.. Hahahahahahaha." Tawa lepas dari Abu Bakr.. Ia bangkit dari duduknya dan langsung keluar dari ruangan keluarga itu.
"Akhirnya..... Akhirnya...... Kejayaan Keluarga Besar Abanoub akan bangkit lagi......... Ibu Ayah.... Tunggu lah sebentar lagi.... Keluarga Besar kita akan berjaya lagi.." Teriak Abu Bakr dalam semangat 45 nya.
Mendengar tawa lepas dari sang Paman... Rojak dan Jabar pun hanya bisa geleng-geleng kepala nya, dan keyakinan yang sangat tinggi di mereka berdua bahwa Keluarga Besar nya itu akan berjaya kembali..
"Adikku...... Aku akan berangkat menjemput Mister Jack Komboy dan Tuan Tanaka yang ada di Vila kawasan puncak dekat kampung rawa kaleng.. Kau selesaikan tugasmu..." Kata Rojak... Sudah siap dengan keberangkatan nya.
__ADS_1
"Baik Kak...... Aku juga mau berangkat menuju paranormal paranormal itu berada di kawasan Pondok Indah.." Jawab Jabar... Lalu Rojak pun hanya mengangguk membalas ucapan dari sang adik nya.
#########################
Suara adzan isya berkumandang di Masjid Jami Al Qur'an yang terletak di jalan labuan Cianjur.. sepasang kekasih yang sedari nunggu di area halaman masjid itu lalu beranjak keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam masjid untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.
Aktivitas mereka berdua kurang lebih lima belas menitan telah selesai dan kembali ke luar menuju mobilnya.. Sesampainya di luar Masjid... Tampak Mobil Mewah Pajero Sport yang Ia ketahui bahwa mobil itu milik dari Tuan Besar Tedi Ferdiansyah sudah terparkir di samping mobil miliknya.
Pandangan nya menyapu kearah mobil mewah yang bersejejer dengan mobil miliknya... Nabil berkerut kening terdiam menatap pemuda yang menjadi perisai dirinya dan ibunya...
"Kak............ Suara Nabil terucap dari bibirnya... Awan tak menoleh kearah Nabil... Tapi bibirnya tersenyum ketika dari dalam Mobil Pajero Sport keluar lima orang yang di nantikan..
"Iyus Saputra.. Muhammad Aris Kohar.. Dua kembar yang gemulai Hendra dan Hendri.... Serta Asep Sunandar kini berjalan kearah Awan dan Nabil.
"Terima Kasih sudah mau datang memenuhi permintaan dari ku.. Ayo kita berangkat dan menemui murid murid Mama sepuh untuk merencanakan sesuatu yang kemungkinan terbesar malam ini akan banjir darah.." Ajak Awan kepada mereka berlima.
Sesampainya di salah satu tempat di Vila yang sudah di siapkan oleh para murid Mama Sepuh.. Awan pun langsung memimpin perencanaan di malam itu.
"Kalian semua yang hadir di sini sebelum aku memulai rencana.. Ada yang ingin di tanyakan terlebih dahulu kepada kalian semua.?" Tanya Awan.
"Tuan Muda silahkan bertanya." Jawab Mereka serentak bersamaan.
"Baiklah.... Mungkin malam ini akan terjadi perkelahian yang di antaranya nyawa menjadi taruhan nya.. Bila kalian bersedia ikut membantu kesusahan dan kesulitan yang sedang di hadapi oleh ku.. Maka kalian hanya perlu berkata siap dan langsung berdiri... Tetapi bila kalian tidak bersedia.. Saya tidak akan mempersulit kalian dan silahkan duduk.." Terang Awan menguji kepada para bawahan nya apakah mau mengikutinya atau tidak sama sekali..
"SIAP.!
__ADS_1
"SIAP.!
"SIAP.!
Mereka semua serentak menjawab sambil berdiri.. Tidak ada satu pun yang duduk di antara puluhan orang orang yang ada di ruangan tersebut.
"Terima Kasih....... Terima Kasih Banyak...........!
"Baiklah.... Untuk mempersingkat waktu. Aku akan membagi tugas masing masing.." Kata Awan penuh semangat.
"Untuk saudaraku Tarmin... Bersama sepuluh orang yang kau bawa.. Bertugas menghadapi para preman yang di bawa oleh Jamil.. Di antara nya Ikhsan... Dan lima belas para pemuda yang membuntuti perjalanan Nona Muda Friska.. Karna para preman itu menargetkan Kak Friska yang di lindungi oleh Teh Siti Lara.." Kata Awan memberi perintah.
"Menerima Tugas dari anda Tuan Muda." Jawab Tarmin..
"Bagus.... Segera berangkat dan atur posisi masing masing ada yang mencurigakan langsung jangan di beri ampun asalkan jangan sampai mati... Yaa minimal di bawalah ke tukang ahli tulang.." Kata Awan tersenyum sinis.
"Siap Tuan Muda.." Jawab mereka serentak.. Lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Selanjutnya untuk Kang Syarif Akang satu kamu bersama Bahar, Cecep, Sutisna, Sukmaji dan Ujang, menghadapi ke enam orang yang berpura pura sedang makan di restoran ku... Salah satu dari ke enam orang bule itu, Ketua Gangster di negara kangguru.. Itu menjadi tugas kalian.. Apakah kalian sanggup." Kata Awan sekaligus bertanya.
"Dengan senang hati Tuan Muda... Ini akan menjadi pertarungan yang sangat sengit dan tidak akan membosankan bagi kita kita." Jawab Syarif sebagai Ketua dari Sepuluh murid Mama Sepuh..
"Mantul....... Segera kalian berenam berangkat masuk kedalam restoran dan Ingat untuk tidak menyapa orang orang yang kenal dengan kalian... Sebelumnya aku sudah memberitahukan kepada Bu Dewi untuk di kabarkan kepada orang orang yang datang di restoran kita, untuk menganggap kalian orang asing yang hanya sekedar makan di restoran." Kata Awan.
Bersambung.
__ADS_1