Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Jalinan kerjasama Tang Group bersama Awan


__ADS_3

Satu unit mobil Marcedez Benz e-class yang sudah di modifikasi dengan Ban ceper serta knalpot racing keluar dari perumahan elit di kota kecil membelah jalanan di siang itu menuju jln Kiayi haji Nuh dengan kecepatan sedang.


Tidak lama kemudian mobil pun berjalan dengan lambat dan mulai membelokkan ke salah satu rumah makan yang ada di kota tersebut.


"Prit................. Suara Pluit yang di tiup oleh satpam rumah makan tersebut pertanda mobil tersebut terparkir dengan pas dan aman.


Setelah mobil terparkir, salah satu satpam rumah makan pun berjalan dan membukakan pintu mobil mewah yang terlihat cantik dan indah karna sudah di modifikasi itu.


Pintu mobil itu pun terbuka dan seorang pemuda berusia 15 tahun lalu menjulurkan kakinya dan berkata kepada satpam itu.


"Terima Pak, Ucap pemuda itu.


"Sama sama, Tuan Muda." Jawab satpam itu.


Pemuda itu pun langsung masuk kedalam Restoran yang tidak jauh di pusat kota itu, setelah masuk dan mata nya mengarah serta menatap kepada salah satu meja pojok yang di tempati dua lelaki setengah baya tersebut.


"Pak Kohar, tegur pemuda yang baru masuk dan kini sudah berada di belakang mereka berdua.


Lelaki yang di tegur oleh seseorang dari belakangnya seketika lalu membalikkan badan nya dan berkata.


"Bos, silahkan duduk.!


"Terima Kasih Pak Kohar, seraya menjabat lelaki yang berada di hadapan Pak Kohar tersebut seraya memperkenalkan diri nya.


"Muhammad Awan Pratama." Ucap nya, mengulurkan tangannya.


"Tang Tang Dor." Jawab lelaki itu seraya menyambut uluran tangan dari pemuda yang baru datang.


"Silahkan duduk kembali Tuan Tang Tang Dor." Ucap Awan mempersilahkan.


"Terima Kasih, Tuan Awan." Jawab nya lalu mereka bertiga duduk di meja restoran tersebut.


"Sungguh saya terkejut dan tak menduga bahwa bos nya Pak Kohar itu seorang anak muda yang begitu gagah dan tampan.'' Puji Tang Tang.


"Anda terlalu memuji, Tuan Tang Tang, justru suatu kehormatan saya bisa bertemu dengan pemilik perusahaan Tang Group, perusahaan multitalenta di bidang makanan dan bahan bahan pokok lainnya." Puji Awan kepada lelaki yang di hadapan nya itu.


"Hebat, benar benar Hebat, anda mengetahui banyak tentang perusahaan milik saya, suatu kehormatan saya bisa bekerja sama dengan anda di bidang penyuplai makanan dan barang barang lainya untuk di pasarkan di kota ini." Ucap Tuan' Tang Tang kagum.


Bener bener hebat Nak Awan bisa mengetahui semua nya tentang perusahaan yang akan dia kerjasama, justru saya yang sehari hari menerima barang dari perusahaan ini tidak mengetahui apa apa." Ucap Kohar dalam hati.

__ADS_1


Di saat mereka sedang mengobrol basa basi di antara mereka bertiga pesanan pun tiba di meja yang sudah di pesan.


"Tuan sebaiknya kita menyantap makan siang dulu sebelum pembicaraan menuju lebih serius." Ucap Awan.


"Silahkan Tuan Awan." Jawab Tang Tang.


Tidak lama kemudian mereka pun selesai dengan santapan siang di Resto tersebut, dan mulai membahas kerjasama antara Tuan Tang Tang dan Muhammad Awan Pratama.


Butiran Butiran kerjasama di paparkan langsung oleh pemilik perusahaan Tang Group, dalam siang itu, pemuda bernama Awan dan lelaki setengah baya bernama Kohar hanya mendengar kan semua penuturan yang di sampaikan oleh Tuan Tang Tang tanpa menyela sekalipun.


"Apakah Tuan Iwan sudah paham dan mengerti tentang butiran butiran kerjasama yang telah saya paparkan barusan.?" Tanya Tang Tang.


"Saya mengerti dan setuju dengan kerjasama yang telah anda sampaikan, tetapi saya hanya ada satu pertanyaan untuk Tuan Tang Tang." Kata Muhammad Awan Pratama.


"Silahkan Tuan Awan untuk di sampaikan." Jawab lelaki setengah Tua dan mata yang sipit.


"Begini Tuan Tang Tang, untuk produk rokok, apakah secara pengiriman nya perminggu atau perbulan, karna barang itu, sedikit tapi di harga lumayan tinggi, sedangkan peminatnya lumayan ramai." Ucap Awan.


"Tuan Awan tidak usah khawatir tentang barang itu, saya akan memenuhi sesuai kapasitas dua kios yang di jalani oleh Pak Kohar dan pegawai lainnya." Ucapnya.


"Tuan Tang Tang, bukan dua kios tapi tiga kios dan satu minimarket, dan kemungkinan dalam dua bulan ini saya akan melebarkan kios serta minimarket ke wilayah kota Sukabumi dan Cisarua Bogor." Jawab Awan.


"Sungguh luar biasa, saya benar benar bekerja sama dengan orang yang sangat tepat." Ucap Tang Tang.


"Baiklah kalau begitu saya terima kerjasama dari anda Tuan." Jawab Awan.


"Deal...........! Kata Tang Tang mengulur kan tangannya.


"Deal.........! Jawab Awan menyambut uluran tangan dari pemilik perusahaan Tang Group.


"Tepuk tangan dari Pak Kohar selaku saksi dan dua pengawal Tuan Tang Tang menyambut baik kerjasama di antara mereka berdua.


Setelah mereka berdua saling menanda tangan jalinan kerjasama di antara perusahaan Tang Group dan pemilik serta sebagai pemasaran, pertemuan pun selesai.


******************************************


Sementara di kantor CV Hansel Mandiri Haji Epen sedang berdiskusi bersama direktur utama yaitu Sutarman.


"Pak Haji.......... Minggu depan Tuan Muda Excel mau datang dan melihat proyek perumahan yang sedang kita garap." Ucap direktur utama itu.

__ADS_1


"Saya curiga kedatangan Tuan Muda Excel bukan sekedar memantau proyek saja tapi ada maksud lain kedatangan ke kota ini." Kata Haji Epen.


"Maksud Dari Pak Haji.?" Tanya Sutarman kaget dengan pertanyaan dari Manajer CV Hansel Mandiri.


"Begini Pak Sutarman, menurut insting dan kecurigaan ku, kedatangan Tuan Muda Excel, ingin menyelidiki tentang kasus hilangnya Tuan Besar Tedi Ferdiansyah dan meninggal nya Direktur keuangan Future Nugraha Company yaitu Tuan Andri Setiawan, karna kedatangan mereka bersama dengan asisten nya Tuan Besar dan beberapa pengawal lainnya. Tidak sederhana kedatangan ke kota ini." Kata Haji Epen.


Sutarman, berdiam dia sedang mencerna ucapan dari lelaki setengah baya itu. Lalu dia berkata.


"Pak Haji...... Sungguh masuk akal insting pemikiran mu itu. Tapi yang bikin saya heran adalah menghilang nya Tuan Tedi Ferdiansyah, yang sampai saat ini belum tersiar kabar apakah masih hidup atau pun sudah meninggal.


"Itu lah Pak Sutarman yang bikin saya tanda tanya saat ini." Kata Haji Epen seraya mengusap ngusap dagu nya.


"Pak Haji saya tidak melihat Dika dari kemarin siang,?" Tanya Sutarman.


"Saya sendiri juga tidak mengetahui ponsel nya juga tidak aktip dari pagi hari." Jawab nya.


"Kemana ya anak itu tumben dia ponsel gak aktip, biasanya kalau tidak masuk kerja biasanya juga ngasih kabar." Keluh direktur utama CV Hansel Mandiri penasaran.


"Mungkin lagi ada keperluan keluarga Pak Sutarman." Kata Haji Epen, agar direktur itu tidak terlalu mencemaskan.


"Hmmmmmm." Bisa jadi." Ucap nya pelan.


Tak lama setelah itu di saat mereka sedang bercengkrama berdua, Iwan pun datang langsung ikut nimbrung bersama mereka berdua.


"Pak Direktur, Pak Haji Epen. " Sapa Iwan.


"Iwan duduk.........! Titah Direktur itu.


"Terima Kasih........ Seraya duduk bersama mereka.


"Bagaimana di lokasi aman.?" Tanya Haji Epen.


"Aman Pak Haji, Cuma kita kekurangan bahan pasir yang sampai saat ini belum di kirim." Keluh Iwan melaporkan.


"Kok......... Bisa sampai telat begitu datang nya itu pasir?" Tanya Haji Epen.


"Kendala nya, karna yang biasa ngirim, tiga tiga nya tidak masuk kerja, tapi sudah di atasi kemungkinan sore sekarang sudah di kirim. " Kata Iwan.


"Bagus, kalau begitu mah...........! Ingat Iwan jangan sampai ada kendala sedikit pun, karna ini proyek pertama bagi kita yang di percaya langsung oleh perusahaan Future Nugraha Company." Ucap Haji Epen mengingat kan nya.

__ADS_1


"Baik Pak Haji........... Balas Iwan.


Bersambung.


__ADS_2