
Seminggu setelah kejadian tragedi di hutan jati yang mengarah menuju jalan gunung mananggel sudah berlalu. Awan sampai saat ini belum kembali pulang ke rumah ibu nya di desa Kertayasa, selama dua hari dia di Jakarta di rumah mewah dan besar Tedi Ferdiansyah dan setelah kepulangan dari Jakarta dia menetap di rumah Aden Haruman. Guru sekaligus kakek buyut angkat nya.
Ibu kandung nya serta ketiga sahabatnya kini menghawatirkan keberadaan anak nya yang hampir satu Minggu tidak pulang pulang. Biasa nya kalau tidak pulang juga hanya satu atau dua hari, tapi ini sudah hampir satu Minggu dia tidak kembali ke rumah nya.
Siang itu, Lisnawati bersama ketiga sahabatnya berangkat dengan cara berjalan kaki menyusuri sawah yang membentang luar di desa tersebut.
Tujuan dari mereka berempat adalah menuju rumah Bu Dewi guru pembimbing nya itu.
Satu jam lama nya mereka pun tiba di rumah Bu Dewi setelah bertanya beberapa kali kepada orang orang yang tidak jauh dari kampung rumah Bu Dewi.
"Tiba di rumah Bu Dewi hasilnya sangat mengecewakan karna pemilik rumah tersebut sedang berada di pasar dan hanya ada anaknya yang bernama Amelia Amanda.
"Silahkan Bu Lisnawati masuk dulu. Nanti saya akan telepon Bunda atau pun ayah mengabarkan tentang kedatangan anda bertamu untuk mengetahui Muhammad Awan Pratama. ? Tanya Amel.
Karna rasa lelah yang di rasakan oleh Lisnawati bersama ketiga sahabat nya itu akhir nya mereka berempat menerima tawaran masuk dari gadis seusia sahabat anak nya.
Setelah mereka berempat masuk dan duduk di kursi ruangan tamu dan Amel pun menghidangkan minuman dingin untuk membasuh tenggorokan yang kering.
Terima Kasih Nak." Jawab Bu Lisnawati.
"Sama sama Bu." Jawab Amel kikuk di depan ketiga sahabat Pemuda yang ia sukai.
"Nak Amel, apakah Putra ibu tidak pernah datang kesini dalam waktu satu Minggu ini? Tanya Lisnawati setelah meminum air yang di suguhkan itu hingga kini tenggorokan terasa segar.
"Tidak pernah Bu terakhir bertemu sama Muhammad Awan Pratama itu di nasi liwet ibu Sofiah bersama dengan ayah dan Bunda.," Jawab nya. Hingga ketiga sahabatnya panas memburu dalam hati nya.
"Kemana ya anak itu sudah satu Minggu dia tidak pulang biasa nya juga paling satu hari atau dua hari dia tidak pulang.! Keluh hati seorang ibu kepada anak nya.
"Sebentar Bu, Amel coba tanyakan dahulu kepada ayah atau Bunda melalui sambungan telepon.! Kata Amel. Langsung mengambil ponsel pemberian dari pemuda itu.
"Nada dering pun terdengar merdu di telinga Amel karna ring tone nya kekasih yang tak di anggap.
"Assalamualaikum." Kata satu suara yang menjawab telepon dari Amel.
__ADS_1
"WaallAikum Salam." Bunda, di rumah ada tamu." Jawab Amel.
"Siapa Amel, tamu yang berkunjung kerumah Bunda? Tanya Bu Dewi.
"Ibu nya Awan, kata nya udah seminggu tidak pulang kerumahnya.! Jawab Amel.
"Ohk.........! Coba Amel loud speaker aktipkan biar Bunda bicara langsung terdengar oleh Ibu nya Awan." Pinta Bu Dewi.
"Baik." Bunda.......!
"Assalamualaikum." Bu Lisnawati." Kata Bu Dewi dalam sambungan telepon yang sudah di loud speaker ponsel milik Amel.
"WaallAikum Salam." Bu Dewi mohon maap mengganggu waktu aktivitas anda yang mungkin sedang sibuk." Kata Lisnawati.
"Tidak apa apa Bu Lisnawati tak perlu sungkan. Dan tidak usah meminta maap segala.! Jawab Dewi di sebrang telepon.
"Terima Kasih Bu Dewi, cuma mau menanyakan kabar tentang Awan sudah hampir seminggu tidak pulang.! Kata Lisnawati mengutarakan maksud tujuannya datang bertamu.
"Alhamdulillah." Terima Kasih Bu Dewi informasi dan kabar nya, kalau begitu saya sangat tenang dan tak khawatir lagi, Sekali lagi maap mengganggu waktu Ibu Dewi." Kata Lisnawati sungkan karna telah mengganggu waktu aktivitas bos anak nya itu.
"Ahk........! Tidak apa apa Bu Lisnawati, kalau begitu saya akhiri teleponnya silahkan Ibu santai di rumah bersama dengan anak saya.! Kata Bu Dewi.
************************************
Sementara di kampung Citamiang Puncak Bogor tepat nya di salah satu rumah Abah Aden Haruman seorang pemuda setelah beres melaksanakan kewajiban di siang itu segera menghampiri pemilik rumah untuk pulang ke rumah nya dan membereskan beberapa permasalahan yang ada dalam keluarga nya itu.
"Abah, Awan pulang dulu karna esok mulai sekolah.! Tegur pemuda setelah duduk di kursi nya.
"Emang sudah siap semua nya.? Tanya Abah Aden Haruman.
"Siap gak siap ya harus siap. Tapi bisa sedikit di kurangi ya syarat nya.! Kata Awan dengan wajah sedih.
"Hahahaha." Ohk tidak bisaa.....! Sambil jari tangan nya di goyang goyang. Membuat Awan pasrah.
__ADS_1
"Abah, kan sudah di belikan mobil sama saya." Rayu Awan.
"Mobil beda lagi kan itu mah perjanjian nanti kalau ada milik di beliin mobi.! Kata Abah tidak mau kalah.
"Dasar aki aki peot.! Gumam Awan. Membuat Abah Aden Haruman tertawa cekikikan.
"Anak Jin Kuya dengerin petuah dari Abah.! Kata nya.
"Silahkan Abah Aden Haruman yang paling sakti....!
Bila kau akan menimbulkan dirimu dengan keaadaan saat ini. Abah hanya minta dari kamu.
1 Jangan sombong kepada orang yang berada di bawah mu. Karna kesombongan akan menghancurkan kehidupan mu, Abah tidak suka sama orang sombong.
2 Jangan berbohong walaupun kebohongan itu menyakitkan diri sendiri, karna kebohongan itu awal dari tercipta nya rasa kesombongan.
3 Jangan bangga dengan pujian, karna puji itu milik illahi Rabbi. Bila hidupmu hanya ingin di puji lebih baik tidak usah hidup, mati saja lebih baik.
4 Jangan suka merendahkan orang lain atau pun menghina serta mencaci maki.
5 Kurangi sipat dendam, angkuh, Adigung, serta Adiguna dalam dirimu.
"Setelah itu bisa kau kuasai dalam dirimu baru lah kau berdiri tegak menghadap sang ilahi Robbi dengan keaadaan hati yang sangat bersih pikiran yang terpokus pada sang pencipta.
"Insyaallah Abah Aden Haruman. Akan di ingat.! Jawab Awan tertunduk bila sedang mengobrol dengan nada serius.
"Bukan di ingat Anak Jin Kuya. Tapi di praktekkan....! Sergah Abah dengan mata mengkilat kilat.
"Siap Abah tapi tak usah melotot begitu lah, gue takut lihat nya.! Jawab Awan.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung
__ADS_1