
"Kriiiiing''................!!
"Kriiiiing''................!!
"Kriiiiing''................!!
Suara panggilan itu memekakkan telinga tidak jauh dari ponsel itu seorang pemuda berusia 24 tahun sedang tertidur lelap. Terdengar dengkuran halus menandakan bahwa lelaki itu sedang dalam keadaan lelah dan tertidur lelap.
"Kriiiiing''..........!! Kriiiiing''...........!!
Suara panggilan telepon itu kembali terdengar membuat pemuda yang masih status nya jomblo sejati itu yang sedang tertidur lelap terbangun. Dia yang masih belum seratus persen menguasai kesadaran nya meraba raba kesana kemari untuk menemukan ponsel nya.
Setelah ujung tangannya menyentuh ujung ponsel, dia segera meraih dan dengan sedikit menyipitkan mata, lalu melirik kearah layar ponselnya. Lelaki itu terkejut melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponsel.
"Hmmmmmmmm. Jamil." Gumam pemuda tersebut.
"Pemuda itu buru buru mengusap layar jawab dan menggelinjang bangkit dari pembaringannya setelah mendapat sebuah suara dari telepon masuk di pagi itu.
"Bos besar ada berita penting yang ingin saya laporkan.! Kenapa anda lama mengangkat telepon dari saya.' Kata satu suara dari sebrang telepon.
"Sory brow Jamil. Gue kecapekan dan lelah akibat loe ngirim cewek kampung yang masih perawan." Kata seorang yang di panggil bos itu memberi alasan.
"Bagaimana Bos cewek nya apakah anda puas hahahaha." Tawa Jamil dari sebrang telepon.
"Sangat puas sekali sampai tiga ronde saya gempur malam itu. Sudah...... Tak usah bahas masalah cewek dulu saat ini. Sekarang ada laporan penting apa yang akan kau sampaikan kepada saya." Pinta Pemuda dari sambungan telepon.
"Begini Bos. Tedi Ferdiansyah dan keluarganya sudah keluar dari Mansion menuju sebuah kota kecil untuk menemui pemuda yang bernama Muhammad Awan Pratama, keberangkatan mereka sedang terpantau rapi oleh anak buah kita. Apakah ada perintah untuk mengeksekusi calon korban.?" Tanya Jamil.
"Bagus........ Pantau terus pergerakan mereka saat ini. Aku akan memberitahu kan kepada Tuan Safir dan para anak buahnya." Kata Pemuda itu yang masih dalam keadaan bugil.
__ADS_1
"Baik Bos saya tunggu kabar selanjutnya.!!
"Iya......!! Ehk. Jamil apakah Bob Hidayat dan Betmen sudah kau beritahu.?" Tanya Firmansyah.
"Menjawab Anda bos besar.!! Bob Hidayat dan Betmen saat ini belum saya kasih tahu tentang pemantauan keluarga Tedi Ferdiansyah. Tapi mereka berdua telah berhasil orang orang dari PT Bina Sakinah Group dan CV Hansel Mandiri untuk bergabung dalam barisan kita." Kata Jamil memberi tahukan kabar bagus tersebut.
"Mantap.!! Baiklah saya akhiri panggilan telepon ini. Nanti saya telepon kamu setelah saya menelepon Tuan Safir." Kata Firmansyah.
"Baik Bos.!!
Panggilan di pagi hari itu pun telah berakhir antara majikan dan anak buah nya memberitahu kan tentang pemantauan keluarga Tedi Ferdiansyah.
Anak dari Agus Ferdiansyah pemuda berusia 24 tahun langsung berjalan kearah kamar mandi dengan bertelanjang dada karna telah membantai Goa Sigotaka seorang gadis kampung yang masih perawan dengan serangan serangan buas pada malam itu.
Semenjak gadis kampung tersebut masih tertidur pulas berselimut tebal dan tampak terlihat dari wajah nya kelelahan akibat menerima serangan serangan yang membawa nya ke awang awang, yang awal nya terasa sakit dan perih lama kelamaan menjadi kenikmatan.
Gadis kampung itu menggeliat mata nya terbuka dan menyamping kan tubuh nya ke kanan da kiri terdengar suara otot otot yang tegang.
"Tekk...... Tekk...... Tekk....... Tekk...... Terdengar jelas di telinga gadis tersebut. Lalu ia bangkit dari tidurnya dengan wajah tertunduk ketika melihat pemuda yang telah mengambil kesucian nya itu menatap lekat seluruh tubuh nya.
"Kamu cepatan mandi, setelah itu kita sarapan pagi." Titah pemuda yang menatapnya lekat. Gadis itu hanya mengangguk dan melangkah menuju kamar mandi sebelumya memungut terlebih dahulu seluruh pakaiannya yang berserakan di lantai.
Tak lama kemudian makanan pun telah tiba di antar oleh pelayan hotel dan gadis kampung itu pun sudah selesai dengan mandinya, mereka berdua asik dengan sarapan pagi itu tanpa ada bersuara satu sama lain.
"Kamu tenang saja, aku akan menepati janji sesuai perjanjian dan kesepakatan malam itu, kamu menjual keperawanan mu dengan harga lima puluh juta. Aku akan memberikan mu seratus juta." Kata Firmansyah mencairkan suasana canggung saat itu.
"Terima Kasih Tuan." Lirihnya Ia tersenyum kearah pemuda yang sedang makan bersama nya.
"Panggil saja saya Firmansyah atau supaya tidak kepanjangan boleh memanggil Firman." Titah Pemuda itu.
__ADS_1
"Baik. Tu.... Ehk.... Aa Firman." Jawab Gadis itu terbata bata, membuat pemuda itu tersenyum manis.
Di balik kejamnya seorang anak dari Agus Ferdiansyah ada sisi baiknya, Ia tidak pernah mengingkari janji kepada seorang wanita yang sosialnya di bawah pemuda tersebut.
Ketika malam itu Jamil memberikan sebuah gadis perawan untuk menghangatkan tubuh nya di malam Minggu itu, Firmansyah pun menerima dengan satu syarat Ia masih perawan.
"Jamil pun menjelaskan kondisi gadis itu ingin menjual keperawanan nya dengan tujuan karna kedua orang tuanya terjerat hutang kepada lintah darat yang sangat mencekik, bila tidak sampai di bayar gadis itu sebagai jaminan hutang akan di nikahkan kepada bandot tua yang sudah memilik istri empat.
Pemuda yang menjadi bos bagi Jamil pun menyanggupi dengan satu syarat bener bener gadis itu perawan, akan tetapi bila membohongi nya, maka Jamil sendiri menanggung akibatnya.
................................. Malam itu Jamil datang ke salah satu hotel berbintang di ibukota dengan seorang gadis yang lugu dan polos serta pakaian yang sangat lusuh pertanda bener bener gadis kampung.
"Bos.!!
Firmansyah menengok arah suara yang memanggil nya. Ia diam menatap kearah gadis itu.
Firmansyah langsung mengibaskan tangannya, Jamil pun mengangguk dan pergi meninggalkan gadis polos yang di bawa nya.
Tak lama kemudian setelah kepergian Jamil, dua orang datang menghampiri pemuda yang sedang duduk dan menatap kearah gadis yang dari tadi hanya berdiri. Entah dua orang itu pria atau pun wanita.
"Mas........ Ganteng. Ekeu berdua datang memenuhi panggilan dari mas ganteng." Ucap salah satu dari mereka berdua dengan nada bicara yang membuat bulu kuduk merinding.
"Kalian berdua dandani gadis itu dan setelah selesai bawa ke kamar 303, jangan mengecewakan saya." Kata Firmansyah memberi perintah.
"Baik Mas.......... Ganteng. Anda cukup percaya kepada kami berdua." Titah manja dari dua manusia yang entah kelamin nya pria atau wanita.
"Hmmmmmmmmmm. Baiklah." Kata Firmansyah pelan suara nya. Dua orang itu lalu membawa gadis kampung itu. Gadis polos yang di bawa Jamil pun tak ada penolakan sama sekali karna niat dan tekadnya sudah bat bahwa Ia akan menjual keperawanan nya untuk melunasi hutang nya.
Bersambung.
__ADS_1