Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Perjalanan Ghaib Pemuda Hebat Seperti Dewa


__ADS_3

"Syekh Maghribi. Terima Kasih banyak semuanya. Kalau begitu saya mohon pamit. Untuk membawa pemuda ini kembali kealam nya." Ujar Aden Haruman.!!


"Silahkan. Eyang Prabu. Aden Haruman. Sampaikan salam Baginda Alam kepada, Kakek buyut mu." Titah Syekh Maghribi.


"Akan saya sampaikan bila bertemu dengan kakek buyut ku." Jawab nya.! Syekh Maghribi pun tersenyum mengangguk.!!


"Cucu Kuya, Ayo kita pergi. Abah akan membawa mu ke beberapa tempat di Bumi Nusantara tempat dirimu di lahirkan." Ajak Aden Haruman.


"Iya........!! Abah.!!


Tiba tiba hembusan angin sepoi-sepoi menerpa pundak pemuda itu dengan seiringnya seluruh tubuh nya menghilang dari perkumpulan orang orang sakti yang ada di Gunung Jabal Musa tersebut.


"Wuzzzzzzzzzzz........................!!


"Bukalah mata mu. Muhammad Awan Pratama." Titah Aden Haruman.


Pemuda itu langsung membuka matanya. Tampak terlihat beberapa orang memakai pakaian ala prajurit perang pada zaman dahulu membungkuk hormat kepada lelaki paruh baya yang Ia tahu Abah Aden Haruman.


Mohon ampun beribu ampun bila boleh tahu kita sedang ada dimana Abah.?" Tanya pemuda itu, kini yang ada di samping nya itu sungguh gagah perkasa bukan lagi Aden Haruman yang ada di alam manusia, gigi ompong wajah hitam dan rambut sedikit memutih.


"Kita sedang berada di salah satu Gunung terbesar di negara kita. Lihat lah sama kau Cucuku. Tampak terlihat orang orang sedang memikul batu besar di pundak nya, di bawa dari sudut kiri di simpan ke sudut kanan dan dari kanan di bawa lagi ke kiri dan terus menerus sampai tiba waktu akhir. Apakah kau tahu kenapa mereka melakukan itu.?" Tandas Aden Haruman.


"Ampun. Awan sungguh tidak tahu dan tak mengerti, kenapa mereka melakukan semua itu." Kata pemuda itu penasaran.

__ADS_1


"Mereka salah satu contoh buat kita, akibat ulah mengejar duniawi tanpa memikirkan akhirat, mereka terus menerus mencari dan mengumpulkan harta sebanyak banyaknya, tetapi lupa dalam harta yang mereka cari ada hak pakir miskin dan yatim piatu. Abah berharap kau mampu membawa seluruh harta mu di jalan yang bener bener di ridhoi sang pencipta alam semesta.


"Insyaallah Abah.!! Lirih pemuda itu.!!


Setelah semua di perlihatkan oleh Aden Haruman kepada Awan di salah satu Gunung itu. Aden Haruman pun mengajak pemuda itu untuk pindah ke suatu tempat yang sangat angker dan mencekam, jeritan jeritan pria dan wanita serta anak anak terdengar oleh pemuda tersebut.


Lagi dan lagi Awan penasaran di buatnya, kali ini beberapa mahluk yang menyerupai dua tubuh ada di hadapannya, di antara nya, setengah ular dan setengah manusia, ada yang menyerupai babi dan binatang binatang lainnya.


Cucuku. Contoh orang orang yang sangat malas bekerja serta tidak percaya akan kemampuan nya hingga mereka mencari kekayaan dengan cara cepat di antara nya melakukan perjanjian gaib dengan bangsa siluman.


Lihatlah orang orang yang sedang menjerit kesakitan yang menjadi pijakan kaki bangsa siluman, mereka semua adalah tumbal keserakahan orang orang yang melakukan persugihan.


"Abah membawa mu ke tempat ini, berharap ketika harta mu melimpah di mana mana dapat membantu orang orang yang kesusahan dengan memberikan pekerjaan, agar mereka tidak terjerumus kepada persugihan dengan bangsa siluman.!!


"Awan mengerti Abah.!!


Ketika mereka tiba di pesisir pantai. Tiba tiba gemuruh ombak pun terdengar jelas, tak lama kemudian pintu lorong lautan pun terbuka dan muncul lah beberapa gadis gadis yang sangat cantik dan elok sedap di pandang mata. Para gadis itu berjejer rapi dan membungkuk hormat ketika Aden Haruman dan Muhammad Awan Pratama mulai berjalan masuk ke arah pintu ghaib tersebut.


"Cucuku. Jaga wibawa mu. Kita akan memasuki Istana kerajaan laut selatan." Kata Aden Haruman. Awan pun mengangguk.!!


Tak lama kemudian mereka sudah berada di dasar laut tepat nya di salah satu Istana megah berhiaskan intan permata dan dinding yang terbuat dari logam emas mulia.


"Selamat datang Anakku, Haruman Jaya Diningrat dan Cucuku Muhammad Awan Pratama. Silahkan duduk." Ucap seorang wanita yang begitu anggun dan cantik bagaikan seorang Putri dari kahyangan.

__ADS_1


"Terima Kasih. Ibu Ratu kahyangan. Salam Rindu alam dari anakmu yang tak pernah berbakti ini." Kata Aden Haruman memberi hormat kepada penguasa lautan, bukan tunduk.


Sementara Awan hanya terdiam melongo melihat keindahan istana yang begitu megah dengan banyak nya gadis gadis cantik yang sedang berjaga dan tampak beberapa gadis itu sedang mengipasi seorang wanita yang sedang menyambut kedatangan Aden Haruman dan dirinya. Wajar bila pemuda itu terpana dan kaget serta menganga karna sejati nya ini adalah pengalaman pertama bagi dirinya di bawa oleh Aden Haruman.


"Ananda Muhammad Awan Pratama, kenapa anda terdiam bergeming, ada beban pikiran apa kah yang sedang ananda pikirkan saat ini.?" Tegus Wanita yang berbalut pakaian kebaya dan selendang berwarna hijau menjuntai di seluruh tubuh nya.


Awan tersentak kaget mendapatkan teguran dari wanita yang mungkin adalah pemimpin di kerajaan istana laut itu, buru buru Ia menstabilkan pikiran dan kegugupan nya itu.


"Ibu Ratu. Mohon Maapkan Ananda, tapi dalam pikiran dan hati Ananda penuh dengan kebingungan dan rasa penasaran." Ucap Awan dengan hormat dan ramah.


"Apalah yang membuat Cucuku bingung dan penasaran.?" Tandas Ibu Ratu.


Aden Haruman seringai licik di bibirnya. Ia sudah tahu kebingungan dari anak angkatnya.!! Tapi biarlah biar dirinya sendiri yang berbicara aku tak mau ikut campur." Batin Aden Haruman bergejolak.


"Ampun beribu Ampun Ibu ratu, bila pertandingan dari Ananda sedikit nyeleneh, atau pun konyol.!! Mungkin bagi Abah Aden Haruman sudah terbiasa dengan segala obrolan dan tingkah laku ku yang sedikit tengil dan suka jahil." Kata Awan meminta ampunan.


"Hmmmmmmm. Bau bau tak beres nie rasanya." Gumam Aden Haruman. Hal itu terdengar jelas oleh Ibu Ratu hingga Ia tersenyum.


Silahkan katakan Ananda, Ibu akan mendengarkan nya." Pinta Ibu Ratu.


"Begini.! Ibu Ratu kahyangan. Yang membuat Ananda bingung dan penasaran." Kata Awan terdiam sejenak.


"Ibu Ratu kahyangan, memanggil kepada saya dan Abah Aden Haruman dengan panggilan Anak dan Cucu. Akan tetapi terlihat oleh ku, Ibu Ratu masih terlihat muda, cantik elegan dan penuh wibawa. Sementara Abah Aden Haruman sendiri, sudah tua gigi nya ompong dan rambut nya sedikit memutih, Apakah tidak salah.?" Nenek Awan juga yang bernama Romlah sudah keriput dan rambut nya memutih jalan pun bongkok.?" Tanya Awan dengan pertanyaan konyolnya.

__ADS_1


Aden Haruman langsung melotot penuh kekagetan dengan pertanyaan yang tak masuk akal oleh pemuda itu, bisa bisa nya dia melontarkan pertanyaan yang begitu nyeleneh. Ibu Ratu sendiri hanya tertawa geli, tingkah laku dan sipat nya tidak berbeda jauh dengan anak angkat nya yaitu Aden Haruman sewaktu masih menjalani perjalanan hidupnya mencari jati dirinya itu.


Bersambung.


__ADS_2