
Selesai Jenazah Andri di mandikan. malam nya juga ia di bawa pulang ke rumah duka. Keadaan Erna yang sudah membaik ikut pulang. Sementara mobil Jenazah diantar dengan menggunakan mobil ambulance, sedangkan Erna satu mobil bersama Desi dan suaminya.
Erna tak henti henti nya menangis saat mobil yang ia tumpangi mengiringi mobil ambulans yang membawa jenazah suaminya. Erna sibuk memikirkan bagaimana hidupnya setelah ini. bagaimana dengan anak dan anak yang ada dalam kandungan nya ini. sudah menyandang gelar anak yatim. Erna semakin terisak dalam tangisan nya.
Beberapa jam kemudian mobil Vito sudah tiba di rumah duka. Beberapa orang yang sudah hadir tidak menyangka bahwa Andri Setiawan akan meninggal secepat ini.
Erna berjalan tertatih memasuki rumah nya saat jenazah suaminya di bawa masuk kedalam. Dia mencari anak perempuan yang baru saja sembuh. Dan ternyata bocah berusia 12 tahun itu tertidur di kamar pembantu nya.
Kabar tragedi dan meninggal nya Direktur keuangan PT Future Nugraha Company dan belum di temukan nya pemilik perusahaan Tedi Ferdiansyah sudah tersebar luas di kalangan pengusaha maupun masyarakat.
Karena memang Andri sudah terkenal sebagai pegawai yang cerdas hingga mampu membawa perusahaan Future Nugraha Company menjadi nomor satu di Indonesia. Sebagian rekan kerja Andri sangat terkejut dengan kabar duka ini. Namun ada juga beberapa pengusaha lain nya yang menjadi lawan Future Nugraha Company sangat senang dengan kabar meninggalnya Andri dan masih misteri nya Tedi Ferdiansyah yang sampai saat ini belum di temukan.
Pagi ini juga kediaman Andri Setiawan sudah sangat ramai dengan para tamu yang ingin bertakziah. mereka mengucap bela sungkawa nya langsung pada istri Andri. Begitu juga dengan Sutarman dan Haji Epen selalu perusahaan CV Hansel Mandiri yang baru datang di Pagi hari bersama jajaran dari PT Bina Sakinah Group.
"Nyonya Erna, yang sabar, Tuan Andri sudah bahagia dan tenang di sisi tuhan. " Sutarman dan Haji Epen membungkuk hormat kepada istri Andri.
Erna hanya mengangguk, dia sudah tidak sanggup lagi berbicara, dia juga berusaha tegar di hadapan para tamu.
Tidak lama setelah Sutarman dan Haji Epen, Ir Hardiansyah menghampiri mendiang istri Andri bersama Bob Hidayat sama halnya mengucapkan belasungkawa pada Erna.
"Terima Kasih Tuan. Maapkan semua kesalahan suami saya selama hidupnya." Ucap Erna.
"Sama sama Nyonya, semoga anda dan keluarga di beri ketabahan dan kesabaran, atas musibah yang menimpa suami anda, Saya yakin Tuan Andri sudah berada di sisi Tuhan. " Ucap Ir Hardiansyah.
Beberapa saat kemudian Jenazah sudah siap di kebumikan, semua saudara dan beberapa pelayat juga ikut mengantar ke tempat peristirahatan yang terakhir. Tangis pilu mengiringi Jenazah Andri yang sudah di kuburkan.
*******************************
__ADS_1
Sesampai di rumah Desi yang tak lain adalah adik Andri Setiawan langsung menggandeng Erna untuk masuk. Wanita berusia 28 tahun itu kini yang akan menggantikan peran dari Kakak nya.
Di rumah Andri masih banyak tamu yang datang untuk sekedar mengucapkan bela sungkawa, Ayah Ibu, serta Ibu kandung nya Andri Setiawan yang menyambut tamu tamu itu. Kebanyakan mereka orang orang kantor Future Nugraha Company. Dimana Andri bekerja. Sedangkan Erna beristirahat di kamarnya karna Erna yang sedang berbadan dua, cepat merasakan kelelahan.
Setelah istirahat sejenak, Erna keluar menuju ruangan tamu, untuk menemui para tamu yang masih berdatangan. Dan saat sedang duduk sendiri. Tiba tiba Erna di hampiri dua orang pria berbeda usia.
"Saya turut berdukacita atas meninggal nya Tuan Andri Setiawan Nyonya." Ucap salah satu pria dengan sopan.
"Terima Kasih banyak. Tuan Agus mohon di maapkan semua kesalahan yang pernah suami saya perbuat. Jawab Erna.
"Anda tidak perlu khawatir saya sudah memaafkan semua kesalahan Tuan Andri. Dan anda jangan sungkan sungkan jika membutuhkan sesuatu. Saya siap membantu karna mendiang suami anda meninggal dengan tidak wajar kemungkinan sudah di rencanakan sebelum belum nya oleh orang orang petinggi perusahaan Future Nugraha Company. " Ucap pria itu dengan senyuman jahat di hati nya.
Seketika itu Erna tersentak kaget mendengar ucapan dari pria yang masih ada ikatan darah dengan majikan suami nya itu, lalu dia menjawab dengan nada pelan.
"Bagaimana Tuan bisa seyakin itu menuduh bahwa ada pihak pihak petinggi perusahaan yang merencanakan pembunuhan kepada mendiang suami saya? Tanya Erna.
"Anda bisa lihat sendiri bukan bahwa keluarga Tedi Ferdiansyah tidak sama sekali datang untuk melihat jenazah suami anda untuk terakhir kali nya atau pun sekedar mengucapkan bela sungkawa kepada anda dan sekeluarga. " Tutur kata dari lelaki bernama Agus Ferdiansyah.
"Hahahahaha." Mustahil Nyonya Erna Sarifah." Tawa kecut dari Tuan Agus.
Vito dari tadi memperhatikan kakak' Ipar sedang mengobrol dengan seorang lelaki berusia sama dengan mendiang suami Erna dengan sigap langsung menghampiri nya dan berkata.
"Terima Kasih, atas kedatangan nya Tuan Agus, Anda bisa meninggalkan tempat ini sekarang juga. " Usir Vito dengan sopan.
"Ahk baik'lah Tuan Vito yang terhormat, akan tetapi anda Nyonya akan menyesal tidak mendengar kan pembicaraan dari saya. " Jawab Pria yang bernama Agus, lalu mengajak anak nya pergi.
"Maap, apakah kakak baik baik saja.? Tanya Vito khawatir, walaupun tidak tahu mereka berdua mengobrol apa.
__ADS_1
"Erna hanya mengangguk, lalu berjalan bersama adik iparnya untuk menuju keruangan keluarga, memikirkan ucapan yang barusan di katakan oleh Adik tiri majikannya itu, apakah benar suami nya itu mati di bunuh.
******************************************
Sementara di salah satu kampung di daerah kabupaten Sukabumi tepat nya di salah satu jalan penghubung antara propinsi Banten dan kabupaten Sukabumi, di kampung yang tidak jauh dengan suasana laut pelabuhan ratu.
Disalah satu rumah yang sedang di renovasi dari rumah yang berbisik kini sudah menjadi rumah semi permanen yang lumayan cukup megah dengan tiga tingkat.
Seorang wanita berusia 21 tahun sedang menerima telepon dari panggilan luar negri mengabarkan bahwa mantan majikannya sedang mengalami sakit yang amat dahsyat setelah sebulan dirinya kabur dari Istana Moch Ismail.
Selir dari Negara Jepang yang bernama Ayumi itu sakit yang dialami oleh majikannya tersiar kabar dari dukun dukun yang di datangkan oleh seluruh dunia itu, mengabarkan bahwa penyakit nya sangat aneh bernama PANU ( hapuran) Orang sunda menamakannya.
Sontak gadis bernama Sulastri itu tertawa renyah dalam hatinya mendengar pembicaraan dari penelepon itu, kalau bener itu penyakit panu apa susah nya tinggal mencari laja merah lalu gosok.
"Ayumi, apakah kau tidak sedang berbohong kepadaku lelaki laknat itu sedang menderita sakit yang amat dahsyat.? Tanya Evi kepada selir orang Jepang itu.
"Temanku Sulastri apa yang saya katakan, adalah apa yang saya lihat di istana Moch Ismail ini, Apa untung nya saya berbohong kepada anda." Jawab Ayumi dalam sambungan telepon.
"Baiklah, " Aku percaya kepada mu Ayumi, lebih baik anda segera pergi ke negara asalmu, atau kau ikut ke negara saya,! Kata Sulastri.
"Kenapa, Aku harus pergi dari sini? Tanya Ayumi.
"Karna Moch Ismail akan segera meninggal. Tut....... Tut....... Tut......... Telepon pun berakhir, karna pulsa tidak mencukupi....! Hihihi hihihihihi
Setelah kabar dari sesama selir di negara Piramida itu mengabarkan bahwa majikannya sekarang sedang sakit parah, dengan wajah yang sangat bahagia dan tertawa terbahak bahak.......!
Hahahaha Rasain kau Moch Ismail.......!
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung