Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kedatangan Pengawal Ahli Holding Company Group


__ADS_3

"Dreet................ Dreet...............!!


"Assalamualaikum.!! Bu Dewi maap mengganggu. Kalau tidak sibuk tolong hubungi saya.!! Pesan pun terkirim dari ponsel Pak Arianto.......!!


Tak lama kemudian ponsel nya pun berdering. Pak Arianto pun langsung mengangkat telepon dari Bu Dewi.


"Halo. Pak Arianto. Ada apa.?" Tanya seorang wanita dari sebrang telepon.


"Halo juga Bu Dewi. Mohon maap mengganggu waktu sibuk anda bersama majikan dan para kerabat dari Tuan Muda" Kata Pak Arianto dalam sambungan telepon.


"Tidak pa pa. Pak.!! Emang ada hal penting apa, hingga Pak Arianto menyuruh untuk menghubungi bila tidak sibuk.?" Tanya Bu Dewi penasaran.


Begini Bu Dewi. Saya sedang bersama dengan Pak Subadra dan tim penyidik...... Tujuan. Saya menghubungi anda, untuk sekedar menanyakan kepada Bu Dewi. Apakah saudara Siti Lara siap bila di panggil untuk menjadi saksi pembunuhan suaminya, oleh para preman dengan dalangnya saudara Engkos Kosasih guna melakukan pengembangan kepada pihak pihak terkait peristiwa kelam malam itu.." Kata Lelaki yang menjabat menjadi Advokad perusahan Anugrah Awan Sentosa.


"Ohk....... Untuk urusan itu, Nak Lara sudah siap Pak.... Tinggal kita menunggu kedatangan Asep Sunandar dan Tarmin yang sedang menjemput, Ibu kandungnya Lara...." Kata Bu Dewi.


"Bagus............!! Satu permasalahan besar akan selesai dengan menyerah kan kasus ini kepada pihak kepolisian. Jadi Tuan Muda Awan tinggal pokus untuk melindungi Nyonya Azzahra dan anaknya." Kata Arianto, tersenyum dalam balik telepon.


"Betul....... Sekali Pak.!! Kalau begitu kita tunggu kedatangan mereka berdua. Sebaiknya anda bersama Kanit Reskrim Polsek Kota, datang ke perumahan Leles Residance, untuk menunggu kedatangan nya." Titah Bu Dewi memberi saran.


"Baiklah. Bu, semakin cepat semakin lebih baik.!! Kalau begitu saya akhiri obrolan telepon ini, dan akan segera menuju ke sana." Jawab Arianto..!!


"Silahkan... Pak.!! Saya tunggu.!! Kata Bu Dewi lalu mengakhiri panggilan telepon nya.!!

__ADS_1


Setelah selesai mengobrol dengan Bu Direktur utama perusahaan Anugrah Awan Sentosa. Pak Arianto pun langsung berjalan ke ruangan khusus dan memberi tahukan kepada sahabatnya yang menjadi Kanit Reskrim Polsek Kota.


"Bagaimana.? Tanya Subadra......... Ketika Arianto masuk ke ruangan nya.


"Beres.!! Tinggal nunggu Bu Tukiyem yang di jemput oleh Asep Sunandar dan Tarmin.. Sebaiknya kita menuju ke perumahan Elit Leles Residance, menunggu kedatangan nya.." Saran Arianto. Lalu Ia duduk di sopa ruangan itu.


"Ok." Siap. Tunggu berkas BAP. Di tanda tangani dulu sama kepala Polsek.... Baru kita berangkat bersama yang lainnya." Kata Subadra.


Selang sepuluh menit, surat pemanggilan atas nama Engkos Kosasih... Titin Kharisma...... dan Ai beserta keluarganya pun ikut di panggil oleh Kanit Reskrim dalam penyelidikan dan pengembangan kasus pembunuhan yang terjadi malam itu, Kasus lainnya rencana pembunuhan kepada seorang pemuda yang menjadi majikan Pak Arianto yang di rencanakan oleh saudara Engkos Kosasih dengan menyuruh para preman bayaran, ikut melibatkan keluarga Ai, tetangga nya korban..


Arianto... membaca tiga surat yang sudah di tanda tangani oleh kepala polisi Polsek Kota itu, sekilas Ia terheran heran ada tersangka baru dalam surat pemanggilan itu.......


"Brow.!! Siapa Ini Nama Ai Sulastri Ariawan.?" Tanya Arianto berkerut kening nya.


Lelaki setengah baya yang menjadi kuasa hukum perusahaan Anugrah Awan Sentosa manggut manggut mendengar keterangan dari sahabatnya Subadra.


"Baiklah kalau begitu kita langsung berangkat dan kita bisa bertanya kepada Nyonya Lisnawati tentang saudara Ai dan keluarganya.... Walau bagaimana pun dia bertetangga... Ajak Arianto.


"Siap.!! Sobat......... Subadra dan Arianto pun bangkit dari duduknya dan langsung beranjak keluar menuju area parkir Polsek Kota tersebut yang sudah di tunggu dua orang Kanit lain nya.!!


***


Bandara internasional Soekarno-Hatta. Telah mendarat sebuah pesawat jet pribadi milik sebuah perusahaan ternama di negara Piramida.

__ADS_1


Tak lama kemudian setelah melewati lorong VIP dan ruangan pemeriksaan, hampir dua puluh orang dengan mata yang begitu sipit dan wajah putih serta postur tubuh layaknya orang Asia berjalan' menghampiri dua pemuda kembar yang sedang di kawal oleh beberapa bodyguard.


Selamat datang di negara terbesar bagian Asia tenggara para anak buah yang setia kepada perusahaan Duo Holding Company Group." Kata salah satu dari dua pria kembar itu menyambut kedatangan mereka.!!


"Terima Kasih Tuan Muda Jabar dan Tuan Muda Rojak telah datang menyambut kedatangan kami selaku bawahan Anda, satu kehormatan bagi saya dan para pengikut ku yang selalu setia kepada anda berdua." Jawab pimpinan dari mereka. Lalu membungkuk hormat bersama.!!


"Sudah....... Sudah.......... Tidak usah membungkuk begitu. Walau bagaimana pun kita semua saudara." Kata Jabar menjilat ucapannya.


"Terima Kasih.!! Kata mereka serentak.!!


"Sebaiknya kita langsung menuju Vila yang ada di kawasan Jakarta Pusat. Bergabung dengan yang lainnya." Kata Jabar mengajak mereka yang baru tiba di negara dengan puluhan ribu pulau.


"Baik Tuan Muda... Silahkan berjalan terlebih dahulu." Jawab pimpinan itu.


Iring iringan mobil mewah pun bergerak meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta, membelah jalanan ibukota di sore menjelang senja, jalanan begitu ramai di sore itu, lalu lalang kendaraan begitu padat, karna banyak nya aktivitas orang orang yang pulang dari kantor. Tapi tak berarti buat mobil mobil mewah yang bergerak dari bandara tersebut, karna pengawalan dari para polisi yang mengawal iring iringan tersebut.


Hampir 70 menit perjalanan iring iringan mobil mewah pun sampai di salah satu vila mewah dengan halaman yang begitu luas, mereka telah di sambut oleh para petinggi jajaran perusahaan holding company group... Di antaranya Tuan Safir dan Tuan Abu Bakr, kedatangan mereka yang di jemput langsung oleh dua Tuan Muda sangat di andalkan pisan untuk melawan pemuda yang mempunyai ketrampilan khusus, dan beberapa para pengawal yang jago dalam seni beladiri.


Jelas kepintaran dan kecerdasan dari Tuan Muda Jabar, tidak menganggap enteng Pemuda Hebat Seperti Dewa, itu walau kabar terbaru yang mereka dapat saat ini pemuda itu masuk rumah sakit, tapi bagi Jabar Ia tidak mudah terkecoh sama sekali...


Tuan Muda Jabar selain mendatangkan puluhan orang orang ahli dalam segala bidang, Ia juga mendatangkan beberapa dukun dukun sakti dari belahan dunia yang mempunyai supranatural tingkat tinggi, yang di dapatkan dari selir selir nya Moch Ismail yaitu Ayah nya sendiri....


Benar benar Muhammad Awan Pratama mendapatkan musuh yang tak bisa di anggap enteng perjalanan nya kali ini, pemuda itu akan menghadapi lawan nya secara lahiriah dan batiniah...........!!

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2