Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Kepulangan Muhammad Awan Pratama


__ADS_3

Apakah kau mengerti Ahmad? Tanya Tuan Besar menatap kepada Asisten nya.


"Saya Mengerti dan paham maksud anda.!Jawab Ahmad.


"Bagus lah kalau begitu segera kau temui advokat bersama notaris untuk segera di buatkan Surat wasiat. " Kata Tuan Besar.


"Baiklah. Tuan Besar segera saya laksanakan dan mohon ijin untuk segera menemui seorang Advokad perusahan dan memberi tahukan kepadanya apa yang di perintahkan oleh Tuan Besar. " Kata Ahmad seraya beranjak dan membungkuk hormat kepada majikannya.


Setelah asisten Tuan besar itu keluar dari kamar mewah majikan nya, dia langsung menghampiri para pengawal yang sedang berjaga di lokasi sekitaran istana tersebut.


"Kalian semua dengarkan perintahku. Bila terjadi sesuatu kepada Tuan Besar segera beritahu saya langsung, aku akan pergi ke kantor terlebih dahulu." Kata Ahmad memberi perintah.


"Siap Tuan. " Serentak para pengawal yang sedang berbaris menjawabnya.


Sang Asisten Moch Ismail pun mulai masuk kedalam mobil mewah sport dan dengan kecepatan tinggi melesat membelah jalanan di kota Kairo tersebut.


Hanya satu jam lama nya kini lelaki setengah tua itu masuk kedalam kantor yang menjulang tinggi dan megah, beberapa para penjaga kantor itu berbaris menyambut kedatangan kaki tangan pemilik perusahaan terbesar nomor 10 di dunia.


Setelah sampai di ruangan asisten yang berada di lantai paling atas, lalu dia mengeluarkan ponsel untuk mengirim pesan chat kepada Advokad perusahan untuk segera datang ke ruangan nya saat ini juga.


Tidak lama setelah itu satu lelaki berusia masih muda sekitaran 35 tahun dengan di dampingi dua ajudan nya datang kedalam ruangan sang asisten Tuan Besar Moch Ismail.


"Tuan Asisten saya menghadap." Kata Advokad itu seraya membungkuk hormat kepada nya.


"Silahkan duduk Ishaq ada yang mau saya bahas hari ini juga. " Titah nya. Hingga Advokad itu duduk di sopa bersama dua ajudan nya itu.


Setelah Ishaq dan dua ajudan nya itu duduk di sopa yang tersedia di ruangan asisten Tuan Besar itu, Ahmad pun menghampiri nya dengan membawa beberapa dokumen penting untuk segera di buatkan Surat wasiat dari majikannya.

__ADS_1


"Ishaq hari ini juga kau buatkan Surat wasiat untuk ketiga putra dan putri nya dari Tuan Besar Moch Ismail, dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara ini." Titah Ahmad seraya menyerahkan dokumen dokumen penting milik Tuan Besar.


"Ishaq menjawab Tuan Asisten.


Sedangkan satu orang putri dari Nyonya Besar Azzahra Masika Fatharani, tidak tahu keberadaan nya apakah mereka masih hidup atau mereka sudah meninggal, anda juga mengetahuinya sesudah lima tahun dia meninggal kan Mansion milik Tuan besar kita tidak mengetahui keberadaan sampai sekarang.


"Itu menjadi tanggung jawab saya dan beberapa orang untuk mencari keberadaan mereka berdua, menurut kabar mereka kini tinggal di negara Indonesia untuk tempat dan kota saya belum mengetahui nya." Kata Asisten itu.


"Baik.........! Tuan Ahmad kalau sudah begitu, saat ini juga saya akan membuatkan surat wasiat tersebut dengan di saksikan beberapa kuasa hukum lainnya untuk memperkuat ke depannya bila salah satu dari mereka bertiga menuntut." Kata Ishaq dengan yakin.


"Silakan, kau atur sebaik mungkin jangan sampai kedepan nya terjadi permusuhan antar saudara.! Jawab Ahmad.


**************************


Rumah megah milik Perusahaan Future Nugraha Company.


Kak, Excel mungkin malam ini Awan akan pulang, tapi tidak untuk ke Cianjur melainkan mau ke daerah puncak Bogor ke rumah Abah Aden Haruman. " Kata Awan di sela obrolan sore bersama anak pertama Tedi Ferdiansyah itu.


"Ahk.......! Tak usah Kak....! Awan mau naik bus aja." Tolak nya halus pemuda tampan itu.


"Hmmmm." Kenapa.! Tanya Excel......!


"Takut ngerepotin Kak, karna besok pagi mau ngantar Kak Excel ke bandara." Awan memberikan alasan kepada pria yang baru tiga hari dia kenal.


"Ok." Deh kalau dah begitu, Akak tak bisa memaksa." Keluh Excel tersenyum kecut.


"Terima Kasih banyak Kak, atas pengertian nya.! Kak Excel.....! Hati hati jalan di depan banyak duri yang akan di lalui. " Pesan Awan kepada anak pertama lelaki tua yang di tolong malam itu.

__ADS_1


"Bisa di perjelas ucapan nya, adik angkat ku." Pinta Excel penasaran.


"Ikuti arus air aja yang mengalir Kak Excel....! Bila mereka jual yaa kita beli......! Ucap nya Awan singkat.


"Tapi bila kita yang jual duluan bagaimana? Tanya Excel.......!


"Yaaa........! Nanti rugi lah Kak, karna tidak tahu harga pasarannya." Kekeh Awan cekikikan, hingga membuat Excel berkerut kening.


"Akak serius Awan.......! Rengek Excel....!


"Kak hidup di dunia ini simpel, jangan menghina bila kita tidak mau di hina, jangan berbohong bila kita tidak mau di bohongi. jangan menindas bila kita tidak mau di tindas. Ikuti arus air saja jangan melawan arus air, karna Kak Excel melawan arus air nanti tenggelam dan akan terombang ambing di lautan." Awan memberi wejangan kepada pemuda berusia 25 tahun masih jomblo akut.


Excel bergeming mencerna setiap kosa kata yang keluar dari mulut pemuda yang berusia jauh dari diri nya, perbedaan 10 tahun usia nya, tetapi pola pikir dan penempatan setiap obrolan nya mampu melebihi IQ di atas rata rata orang dewasa. Bener umur itu tidak menjadi jaminan buat seseorang mengatakan bahwa kau masih belum cukup umur, kau masih kecil, kau masih belum dewasa, tetapi nyata nya usia pemuda itu baru 15 tahun tapi sudah bisa menempatkan kedewasaan nya di setiap pergaulan dan perjalanan hidup nya.


"Baik Akak mengerti dan akan di ingat serta di jalankan petuah dan nasehat dari mu.!!" Jawab Excel yakin.


Senja pun kini tampak di langit yang tadi nya bersinar terang dengan awan awan yang membetuk lingkaran dan langit yang begitu biru kini telah berubah dengan gelap, Terdengar lantunan adzan magrib di Masjid yang tidak jauh dari Rumah megah tersebut.


Pemuda berusia lima belas tahun kini sudah bersiap siap untuk pergi dari rumah mewah nan megah itu di antar oleh Excel dan beberapa pengawal menuju terminal kampung rambutan.


****************************************************


Sementara di kaki puncak Gunung Gede Pangrango malam itu pukul 21:00 seorang lelaki paruh baya berusia 65 tahun sedang berada di kamar khusus nya. Lelaki itu sedang bersila sambil memusatkan mata batin nya untuk menembus alam gaib.


Dia adalah Abah Aden Haruman orang orang menyebut atau pun memanggil nya, konon cerita dari masyarakat bahwa Aden Haruman turunan dari Ki Aden Haruman sang penguasa alam gaib.


"Wuszzzz...............! Suara angin menghembus di ruangan khusus yang seorang lelaki paruh baya itu bersila untuk memusatkan batiniahnya menembus alam gaib tersebut.

__ADS_1


!!! Warning sesudah baca wajib like dan komen serta bila para pembaca menyukai karya receh Author tambahkan Favorit dan beri lah vote dan hadiah nya.!!


Bersambung.


__ADS_2