Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Permintaan Engkos Kosasih


__ADS_3

Tiga puluh menuju tengah malam seorang wanita muda dengan pakaian serba hitam bersama dua orang lelaki sedang mengintai pergerakan para preman yang di ketuai oleh Rantai Bumi dan Engkos Kosasih.!!


Tampak sorot matanya memerah, hatinya berdebar kencang setelah tampak oleh Lara wajah Engkos Kosasih dan Rantai Bumi yang tertawa terbahak bahak di sahung yang ada di pematang sawah itu.


Jalan yang menuju bangunan tempat para sandera di sekap harus melewati jalan setapak dengan di sisi kiri kanan nya sawah yang begitu luas. Sementara Lara yang bersama dengan Cecep dan Bahar dua murid Mama Sepuh sedang memantau dari tumpukan jerami yang tak jauh dari mereka.


Lara berbisik kepada mereka berdua. Apakah kita akan bergerak sekarang.! Kata Lara kepada mereka berdua.


"Teh tunggu lewat pukul 00 bila tidak ada pergerakan sama sekali, baru kita mulai menyerang." Jawab Cecep.


Lara mengangguk sudah tak sabar ingin merobek dan mencabik cabik seluruh tubuh Engkos Kosasih dan Rantai Bumi.


Sementara di dalam sahung yang ada di tengah tengah sawah. Engkos Kosasih yang sedang bercanda ria bersama yang lainnya sambil menunggu kedatangan Muhammad Awan Pratama dan Nabil serta Bu Dewi


"Brow Rantai Bumi. Loe mau nggak Bu Dewi. Walaupun usia nya sudah menginjak usia 40 tahun tapi bodi nya kaya gitar spanyol." Canda Engkos Kosasih.


"Justru bos Engkos Kosasih... Saya sedari tadi sedang memikirkan bagaimana cara nya agar bisa menikmati tubuh Direktur perusahaan Anugrah Awan Sentosa itu... Hahahaha......!! Rantai Bumi tertawa lepas.!!


"Dasar cabul.!! Pantes dari tadi loe melamun terus." Ledek Engkos Kosasih.


"Hehehehehe.!! Kan punya Bos nya juga cabul. Jadi anak buah itu tergantung junjungan nya... Hahahahahah." Timpal Kadir..


Sialan loe Dir." Sergah Engkos Kosasih.!!


"Bos terus yang perawan bagaimana.?" Tanya Rantai Bumi.


"Terserah loe aja.! Kasih aja ma anak buah mu.!! Gue nggak doyan sama anak bau kencur." Kata Engkos Kosasih.


"Sama bos seperti saya.!! Gue juga gak suka sama anak bau kencur... Rasa nya seperti berhubungan dengan anak sendiri." Sahut Engkos Kosasih...


"Betul sekali Taimi. Apalagi gue punya anak perawan.!! Aduh rasa nya..... Bagaimana gitu." Ucap Engkos Kosasih.

__ADS_1


"Siapa Bos. Taimi.?" Tanya Rantai Bumi penasaran.!!


"Hmmmmmmm.!! Taimi itu singkatan dari Rantai Bumi." Kata Engkos Kosasih meledek.


"Anjir aya Aya wae si Bos Engkos Kosasih." Timpal Rantai Bumi dengan tertawa mesem.


"Hahahaha........ Bos Engkos dan Ketua. Jadi yang perawan itu menjadi milikku." Tawa senang Kadir... Karena sebentar lagi akan membelah daging mentah milik anak Azzahra Masika Fatharani.


"Terserah loe aja Dirrrrr." Kata Engkos dan Taimi bersamaan.!!


Obrolan mereka terhenti ketika salah satu anak buahnya yang sedang berjaga di luar sahung mengabarkan bahwa target sedang berjalan kearah sahung.


"Bos Besar..... Ketua... Pak Imin sudah datang membawa tiga buruan kita." Lapor preman membungkuk hormat.


Mereka bertiga. Engkos Kosasih dan Taimi dan Kadir sedikit menengok keluar tampak terlihat dari kejauhan enam orang sedang berjalan menuju arah nya.!!


Ayo bersiap siap. Lumpuhkan pemuda itu. Terlebih dahulu." Titah Engkos Kosasih.!!


***


Lara dan Cecep serta Bahar yang mendengar dan mengetahui bahwa Tuan Muda Awan serta Nabil dan Bu Dewi sudah datang dengan di kawal ketat oleh anak buah Engkos Kosasih, sudah bersiap siap untuk melawan bila pemuda yang menjadi majikan nya memberikan kode.


"Teh Lara jangan sampai kebablasan." Pinta Cecep mengingat kan nya.!!


Tenang aja Kang Cecep.!! Aku sudah menguasai ilmu dari Abah Juned mendatangkan Sukma yang tidak haus darah.!!


"Baiklah... Walau bagaimana pun keselamatan majikan dan para sandera hal yang utama." Kata Cecep pasrah.!!


"Iyaa.. Kang.... Ketika pertarungan pecah tugas kang Cecep melindungi Nona Muda Nabil dan Bu Dewi." Kata Lara mengepal kan tangan nya.


"Siap.!! Teh.!!

__ADS_1


Tak lama setelah itu Awan dan Nabil beserta Bu Dewi yang di kawal oleh ketiga preman kini sudah sampai di hadapan Engkos Kosasih dan Rantai Bumi beserta anak buahnya.


"Selamat datang Muhammad Awan Pratama... Keponakan ku yang paling ganteng dan gagah berani." Kata Engkos Kosasih menyambut nya.!


Nabil dan Bu Dewi, menahan geram kepada lelaki itu. Tapi apa daya beberapa orang yang ada di pihak Engkos Kosasih, tak mungkin bisa melawannya. Sekilas dua wanita itu menatap kearah Awan... Tapi tidak terlihat ketakutan dalam dirinya malah tersenyum kecut kearah Engkos Kosasih dengan penyambutan itu.


"Terima Kasih Wa Engkos..!! Bagaimana keaadaan Uwa apakah sehat." Tanya Awan basa basi.


"Yaa..... Seperti kau lihat." Jawab Engkos Kosasih memutarkan badannya, seringai licik di bibirnya.!!


"Syukurlah. Uwa Engkos Kosasih sehat mah.!! Baiklah basa basi nya kita akhiri saja. Sekarang kita bahas tentang semua ini." Kata Awan.


"Hahahaha......... Hahahaha............ Saya suka gaya mu Awan...... Pantas kau di sebut Pemuda Hebat Seperti Dewa, karna keberanian mu dan berani bertanggung jawab kepada orang orang yang ada di sekitar mu." Tawa menggema di hamparan sawah malam itu.


"Sekarang katakan apa yang di inginkan oleh anda. Bos Ayam Kampung yang terhormat." Kata Awan dengan senyuman licik terukir di mulut pemuda tampan nan rupawan.


"Baiklah bila kau mendesak ku.....!! Aku ingin kau mencabut laporan tentang kejahatan ku dan tetangga mu yang bernama Ani beserta keluarga nya. Kedua sawah milik Nenek mu serahkan kepada saya...... Lalu yang terakhir aku meminta dua wanita yang di samping mu untuk menemani kedua anak buah ku malam ini." Kata Engkos Kosasih dengan senyuman licik nya dan permintaan yang tak masuk akal.


"Bajingan kau lelaki iblis...... Manusia laknat ku bunuh kau." Teriak Bu Dewi geram menahan amarahnya ketika permintaan dari Engkos Kosasih untuk menemani para preman malam ini.!!


"Hahahaha........... Membunuh ku....... Apakah kau bermimpi...... Ehk tunggu kamu sebentar lagi akan bermimpi yang sangat indah bersama anak buah saya dalam ranjang empuk berhiaskan intan permata." Tawa Engkos Kosasih, membuat Bu Dewi semakin geram di buatnya.


"Wa Engkos Kosasih. Untuk dua permintaan mu akan saya kabulkan. Tapi permintaan yang ketiga mohon maap, aku tidak bisa menyanggupi." Kata Awan mulai tersulut emosi tapi Ia tahan sebisa mungkin.


"Hmmmmmmmm.!! Bila aku memaksa.?" Tanya Engkos Kosasih tersenyum licik.


"Mohon maaf. Aku akan melawannya." Jawab Singkat Awan.!!


"Hahahaha......... Hahahaha.......... Hahahaha.......!! Bocah bau kencur mau melawan ku. Kau makan garam juga duluan saya, berani berani nya mau melawan ku." Ledek Engkos Kosasih tertawa terbahak bahak di ikuti oleh para preman yang berada di belakang majikannya.!!


"Kau jangan Jumawa Wa Engkos Kosasih. Tidak tahu tinggi nya langit dan dalam nya lautan... Walaupun kalian semua mempunya kartu As ku, dengan menyandera para pegawai ku. Tapi................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2