Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Pengumuman


__ADS_3

Satu unit mobil Mewah Marcedez Benz e-class yang sudah di modifikasi dengan Ban ceper dan knalpot racing melesat dengan kecepatan tinggi membelah jalanan di siang itu menuju pintu keluar tol Cipularang yang kurang lebih 30 km lagi sampai ke pintu tol keluar.


Pemuda itu dengan sorot tajam menatap kearah depan jalan yang begitu panas di karenakan sinar matahari yang mengeluarkan kekuatan nya di hari itu. Sementara gadis cantik yang sedang duduk di samping nya kini ia tertidur pulas dalam perjalanan menuju kota Jakarta.


Karna sudah waktunya menyantap makan siang. Mobil Marcedez Benz e-class itu pun lalu berbelok kearah rest area yang ada di jalur tol Cipularang.


"Bil......... Bangun........ Bil....... Kita makan dulu." Ucap Awan menepuk nepuk lembut pipi gadis cantik di samping duduknya.


"Awwwwwwwww. Tidakkkkkkkkkkk.......


"Bugh.............! "Bugh...............!!


"Adaw........ Sakit........" Pekik Awan mendapatkan pukulan bertubi tubi kearah punggung tangan Awan.


"Maap......... Kak." Lirih Nabil. Mengelus ngelus punggung tangan yang terkena pukulan. Nabil barusan mimpi buruk tapi terasa nyata." Ucapnya.

__ADS_1


"Sudah........ Tak apa apa. Ayo kita keluar kita makan dulu." Ajak Awan.


"Iya Kak..........!! Lalu membuka pintu mobil nya. Awan pun keluar dari pintu mobil sebelah kanan.


Setelah mereka keluar dari mobil mewah dua sejoli itu lalu masuk kedalam restoran Padang yang ada di rest area kilometer Cipularang. Mereka bergandengan tangan layak nya sepasang kekasih.


"Tuan Muda. Nona Muda. Silahkan ini menu makanan." Ucap pelayan resto tersebut setelah mereka duduk di meja yang kosong.


"Terima Kasih. Buk.


Tentang seorang pemuda anak dari tokoh pemuka agama tapi sipat dan kelakuannya jauh berbeda dengan ayah dan ibunya serta adik satu satunya.


Terlahir dari Keluarga yang sangat religius dan berbau mistik. Jaya pemuda berusia 23 tahun yang sehari harinya hanya di habiskan dengan bertualang ke makam makam keramat.


Jaya Jaeludin anak dari pasangan pemuka agama di kampung yang ada di pesisir kota Sukabumi daerah yang menuju kearah pantai pelabuhan ratu.

__ADS_1


Ustadz Jaeludin mempunyai pondok kecil dan madrasah tempat anak anak yang ada di desa tersebut belajar menimba ilmu agama, terkadang dari luar desa lainnya juga ada yang belajar ilmu agama di seorang lelaki yang mempunyai anak dua.


Jaya Jaeludin adalah anak pertama dari pasangan Jaeludin dan Umi kulsum. Sementara anak kedua nya yaitu Siti Masitoh berusia 20 tahun dan sudah menikah dengan putra Kiayi yang ada di kampung sebelah tempat pemuda itu tinggal.


Siti Masitoh adik dari Jaya Jaeludin kini tinggal bersama suaminya bersama dengan Orang Tua nya Istrinya, membantu mengajar anak anak yang menimba ilmu agama.


Jaya sendiri sehari hari nya di habiskan dengan bertualang ke makam makam keramat dan tempat tempat yang penuh dengan cerita cerita mistik.


Jaya Jaeludin selalu bertentangan dengan ayahnya yang menjadi pemuka agama dan di segani di desa maupun di kecamatan tempat mereka tinggal.


Jaeludin selaku ayah dari Jaya suka berselisih dengan anaknya akibat kelakuan yang tak masuk akal dan di luar nalar sungguh jauh berbeda dengan kedudukan Orang Tua nya.


Ocehan Para tetangga dan kadang kadang Orang tua muridnya yang belajar menimba ilmu di pondok nya selalu terdengar menyakitkan di telinga Ayah nya kadang terdengar di telinga ibu dan adiknya serta suami dari Siti Masitoh.


Novel AKU BUKAN DUKUN CABUL bisa berkaitan dengan novel PEMUDA HEBAT SEPERTI DEWA.

__ADS_1



__ADS_2