
"Kriiiiing''....................." Kriiiiing''........................" Kriiiiing''................!
"Halo. Selamat siang Tuan Muda.." Kata seorang lelaki di sebrang telepon.
"Iya Halo.. Juga Jamil, ada informasi kah untuk kau sampaikan.?" jawab sang penerima telepon bertanya.
"Menjawab anda Tuan Muda.
"Bob Hidayat dan Nyonya Sulastri bersama orang orang yang di bawa oleh nya, kalah telak di tangan pemuda itu, posisi mereka terluka parah dan kondisinya sekarang berada di RSUD rakyat di kota kecil Jawa Barat.
"Apa kau tidak sedang bercanda dengan ku Jamil.." Bentak Firmansyah dalam sambungan telepon.
"Tuan Muda, saya serius... Kalau anda tidak percaya saya akan mengirim video kepada anda, tentang kondisi mereka saat ini." Kata Jamil.
"Coba kau kirim video mereka yang sedang berada di rsud... Kenapa bisa ceroboh mereka bergerak tanpa bertanya terlebih dahulu kepada saya." Keluh Firmansyah.
"Itulah yang saya sesali saat ini Tuan Muda." Jawab Jamil.
"Jamil dengan kata kata ku." Kata Firmansyah!
"Silahkan Tuan Muda Jamil mendengarkan." Ucap nya.
"Saat ini juga kau segera temui Ketua preman pasar induk dan para preman anak buah Haikal, untuk segera menjalankan rencana yang sudah di tetapkan bersama pemilik perusahaan Holding Company Group." Kata Firmansyah memberi perintah kepada Jamil.
"Untuk urusan Bob Hidayat kau jangan ambil pusing biarkan saja." Sambung Firmansyah.
"Siap Tuan Muda. Jamil akan melaksanakan tugas dari anda." Jawab Jamil, lalu mengakhiri panggilan telepon nya.
__ADS_1
**
"Aku harus segera menemui Tuan Safir dan memberitahukan tentang keadaan internal di bawah, atas insiden Bob Hidayat dan kawan kawan nya yang sudah berada dalam genggaman tangan pemuda yang menjadi perisai Nona Nabil Nur Fadillah." Ucap Firmansyah setelah panggilan telepon itu berakhir.
Pemuda berusia 23 tahun itu langsung keluar dari kamarnya dan turun melalui lift menghampiri sang ibu yang sedang santai bersama anak perawan di samping halaman Mansion.
Tak lama hanya beberapa menit. Firmansyah pun kini sudah berada di teras halaman samping Mansion.. Ia tampak melihat wanita paruh baya yang duduk di kursi menatap hamparan bunga bunga yang tumbuh di sekitaran nya bersama sang gadis berusia 20 tahun.
"Kondisinya semakin memburuk, setelah jatuh di kamar mandi." Gumam Firmansyah.
Tadinya kondisi Nyonya Agus Ferdiansyah sehat sehat saja, walaupun suaminya tertangkap oleh kepolisian dan di penjara, tapi seiring berjalannya waktu dan tekanan tekanan dari luar serta dari dunia maya, membuat ibu beranak dua itu menjadi banyak pikiran, dan malam itu ketika Ia bermimpi buruk tentang anak pertamanya Firmansyah mati di tangan seorang pemuda, ia pun terbangun dan langsung ke kamar mandi untuk sekedar buang air kecil, tak di sangka dan tak di duga ketika masuk ke dalam kamar mandi, posisi lantai licin hingga membuatnya Ia terjatuh dan langsung di bawa ke rumah sakit.
Dampak terjatuh nya malam itu, dan langsung di periksa oleh dokter ahli tulang, sang istri Agus Ferdiansyah pun di nyatakan struk dan tidak bisa berjalan kaki.
"Bersabarlah Bunda, tak akan lama lagi dendam ayah akan terbalaskan dan ayah pun akan bebas dari penjara." Ucap Firmansyah dalam hati melangkah menghampiri mereka berdua.
"Bunda... Adikku.... Begitu indah ya taman bunga ini, nuansa seperti ini ketika Bunda dan Ayah sedang asyik bercanda ria, berceloteh berdua hingga membuat hati anak anak mu waktu itu sangat iri akan kemesraan Bunda dan ayah." Kata Firmansyah yang tiba tiba datang tanpa mereka berdua sadari.
Sang adik sesaat menoleh kearah samping dan Ia tersenyum kepada pemuda yang terpaut tiga tahun itu, senyuman kepalsuan yang di berikan oleh adiknya.. Karna Kakak nya tahu bagaimana pun Ia menentang keras niat balas dendam yang kini sedang di rencanakan oleh nya.
"Kak..." Lirih adiknya..!
"Sabarlah dek, sebentar lagi, kita akan seperti dahulu berkumpul bersama ayah dan ibu juga akan sembuh dengan bebas nya ayah." Jawab Firmansyah.. Ia jongkok dan memegang kedua tangan ibu nya, yang tak ada senyum sedikitpun keluar dari bibirnya.
Hanya diam, mengacuhkan ucapan yang di keluarkan dari bibir anak pertamanya. Pikiran teringat akan mimpi malam itu.. Ia takut dan sangat takut setelah suaminya di penjara dan anaknya akan membalas kan dendam, walaupun waktu itu dirinya sangat mendukung, tetapi ketika dalam mimpi itu hadir sosok pemuda yang di bawah usia anaknya itu datang dan langsung membunuh Firmansyah di depan wajahnya.
"Bunda... Aku mau keluar dulu... Mungkin dua hari tidak akan pulang ke rumah karna ada urusan yang tidak bisa di tinggal kan begitu saja." Ucap sang Anak, walaupun ia tahu ibu nya tidak akan menjawab atau pun berkata satu kata pun.
__ADS_1
"Kak....!! Mau kemana." Sang adik yang berkata!
Ia tersenyum seraya mengedipkan sebelah matanya.. Lalu mengambil tangan sang ibu dan mencium tangan sebelum Ia bangkit dan beranjak pergi.
"Adikku.... Tolong jaga ya Bunda.! Kalau ada apa apa segera hubungi kakak." Pinta Firmansyah lalu pergi meninggalkan mereka berdua menuju mobil mewah yang terparkir di garasi Mansion.
#####################
Pukul 15:00 Wib.
Di salah satu restoran mewah di kota Jakarta yang tak jauh dari rumah sakit terkemuka dan terlengkap di daerah ibu kota, tampak seorang gadis berkulit putih dengan mata sipit sedang duduk bersama seorang lelaki berusia tiga puluh tahun dan posisi kedua matanya tidak jauh berbeda dengan sang wanita itu.
"Ko Ahong. Apakah pemilik perusahaan Anugrah Awan Sentosa itu jadi datang menjenguk ayah dan Bunda ku.?" Tanya gadis bermata sipit itu.
"Jadi Nona Muda.. Mungkin satu jam lagi dia sudah berada di Jakarta.. Kabar dari Bu Dewi Ayunda bahwa pemuda itu berangkat pukul 10 siang dan akan singgah terlebih dahulu di daerah puncak menemui seseorang." Jawab Ahong Asisten Tuan Tang Tang Dor.
"Apakah yakin pemuda itu mampu memenuhi harapan dari Ayah.?" Tanya Liem Tank Cie.
Sang Asisten hanya mengangguk dan tersenyum!!
"Seberapa yakin. Ko Ahong terhadap Muhammad Awan Pratama.. Apakah sudah melihatnya bahwa pemuda itu mengobati orang yang terkena guna guna.?" Tanya lagi Liem Tank Cie.
"Belum pernah melihatnya Nona Muda.. Tapi tersiar kabar dari para pegawai dan anak buah Tuan Besar bahwa pemilik perusahaan Anugrah Awan Sentosa di dampingi makhluk yang tak kasat mata." Terang Ahong.
Gadis sipit itu hanya manggut manggut saja, mendengarkan sang Asisten Ayah nya menceritakan seorang pemuda yang bekerjasama dengan perusahaan milik keluarganya itu.
Bersambung.
__ADS_1