Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Azzahra Sepenuhnya Percaya Kepada Awan


__ADS_3

"Dreet............!! Dreet.............!! Dret.............!!


"Assalamualaikum. Bos ada dua mobil sedang mengawasi. Terlihat dalam mobil mukanya sangar sangar. Mobil yang paling depan Suzuki Ertiga dengan plat nomor F 3322 WW dan Mobil satu lagi Xenia dengan plat nomor B 8567 BG. Pesan Wasttap di terima oleh Awan dari Sutisna bersama beberapa murid Mama Sepuh yang menjadi pengawal bayangan.


"WaallAikum Salam. Baik. Aku tahu itu mobil Engkos Kosasih. Ia berniat menyenggol dengan diriku. Segera perintahkan beberapa orang untuk datang kesini dan ikut bergabung dengan ku. Aku gak mau ada keributan di siang ini." Jawab Awan dalam pesan Wasttap.


"Siap. Bos. Akan saya perintahkan Akang, 1 dan 3, 4 ,5 serta 6 untuk menghampiri Bos Awan." Balas Sutisna.


"Sip. " Balas singkat Awan dalam pesan Wasttap.!!


"Anakku. Kok serius amat dari tadi tidak berhenti henti memegang ponsel.? Tanya Wanita setengah tua yang ada di kios warung tersebut.


"Biasa Bisnis. Bunda." Kekeh Awan.!!


"Hehehehe. Asyik. Komisi kebagian atuh." Timpal Wanita yang di panggil Bunda oleh pemuda itu.


"Bunda. Mau apa kalau bisnis Awan gol.?" Tanya pemuda tersebut dengan senyuman manis.


"Bunda ingin nyumbang genteng dan semen untuk masjid yang ada di belakang kontrakan yang di tempati oleh Bunda. Kan masjid itu sedang di renovasi menjadi Masjid Jami." Jawab Wanita setengah tua dengan senyuman.


"Siap. Bun. Sudah sampai tahap berapa renovasi nya bunda.?" Tanya Awan.


"Masih jauh dari kata selesai Nak. Paling sekitaran 50% lagi beres masjid tersebut." Kata Azzahra. Lesu.


"Yaa..... Sudah kita bantu bareng bareng ya Bun." Kata Pemuda itu.


"Anakku. Mau ikut nyumbang.?" Tanya Azzahra senyum mengembang di bibirnya.


"Insyaallah Bun. Nanti Awan kirim lewat rekening Bunda." Kata nya.


Tiba tiba lima lelaki seumuran yang sama datang menghampiri pemuda itu, ketika Awan dan Azzahra sedang asyik mengobrol.!


"Bos Muda. Aku akan berjaga. Ada dua mobil yang sedang menata matai bos yang sedang duduk di sini." Ucap satu lelaki yang datang berlima.


Awan mengangguk.! Azzahra terheran heran, tapi Awan memberi kode agar jangan terkejut dan kaget.!!

__ADS_1


"Bunda sebaiknya bikin kan kopi untuk lima akang akang yang datang kesini." Titah Awan.


"Ok." Anakku, dengan kedipan manja, mencoba untuk tenang dan tidak cemas. Awan pun tersenyum.!!


***


Sementara Engkos Kosasih yang berada dalam mobil bersama dengan Rantai Bumi, sudah di ketahui oleh pemuda itu bahwa Ia bersama dengan anak buah nya sedang mengawasinya.!!


"Rantai Bumi. Kamu tunggu di sini. Aku akan menghampiri pemuda sialan itu yang menjadi target mu dan anak buah mu. Aku akan mengajak nya untuk mengobrol." Titah Engkos Kosasih.


"Jangan Bos. Aku sudah mempunyai rencana yang lain. Anda tinggal serahkan tugas ini kepada saya dan lima anak buah saya." Protes Rantai Bumi tidak setuju dengan apa yang akan di lakukan bos nya itu.


"Apakah kau yakin dengan rencana mu itu.? Tanya Engkos.


"Sangat Yakin!


Engkos Kosasih menatap pandangan kearah pemuda yang tidak jauh dari mobil tempat nya berhenti! Sebenarnya ia ingin menemui pemuda itu dan mengajak ngobrol sambil mencuri pandang kepada pemilik warung itu janda beranak satu.


"Lagian bos, kita sedang di awasi oleh beberapa orang, tidak sederhana mungkin bila bos menghampiri nya dan mengajak mengobrol dengan pemuda itu. Lihat lah bos orang orang yang ada di samping pemuda itu, dan di samping jalan yang tak jauh dari mobil kita." Kata Rantai Bumi mengingat kan nya.


"Benar sekali.! Apa yang kamu katakan. Sebaiknya kita pulang terlebih dahulu." Ajak Engkos.


"Aman. Bos.!! Mereka sudah pergi apakah kita perlu membuntuti dua mobil tersebut." Pesan Sutisna melalui wasttap.


Sebrang jalan depan kios kecil milik Azzahra ponsel pemuda itu bergetar, lalu menyambarnya dan membuka pesan masuk tersebut.


Mengetik pesan.............!! Perintahkan dua orang yang bisa memantau pergerakan mereka. Aku ingin tahu rencana apa yang akan mereka lakukan kepadaku." Balas pesan dari Sutisna.


"Baik' Bos. Aku dan akang sembilan yang akan memantau pergerakan mereka. Sisanya membayangi bos dari kejauhan.


"Sip. Aku tidak mau kata gagal dalam menjalankan tugas yang saya berikan.! Pesan dari Awan.


"Siap Bos.!


Pemuda itu menatap wanita paruh baya yang sedang pokus menuliskan beberapa dagangannya yang sudah habis, berencana untuk membelinya ke pasar induk.

__ADS_1


"Bunda." Kata Awan memanggil wanita setengah tua itu.


"Hmmmmm. Iya Nak. Jawab nya matanya pokus pada tulisannya.


"Kalau bisa jangan dulu belanja barang barang yang sudah habis.


"Emang kenapa Anakku.?" Tanya Azzahra penasaran, kini pandangan mata nya kearah pemuda tersebut.


"Karna kedepannya. Bunda akan sibuk dengan permasalahan yang akan di hadapi. Awan merasa dari pihak kakak tiri Nabil punya niat yang tak baik." Tebak pemuda bernama Awan.


"Hehehehe. Azzahra tersenyum. Ia keluar dari warung nya, menghampiri pemuda itu seraya membawa beberapa bungkus rokok untuk di berikan kepada lima orang lelaki yang tadi datang.


"Akang. Akang. Cuma ada Rokok Kretek. Tidak apa apa kan." Kata Wanita setengah Tua itu tersenyum setelah duduk di samping pemuda tampan nan rupawan.


"Terima Kasih Nyonya Bos. Ini juga masih ada. Nyonya tidak usah sungkan." Jawab Akang dari lima lelaki itu.


"Tak apa apa.! Buat nanti aja.! Azzahra memberikan. Mereka berlima mengangguk.


"Anakku. Bunda ikut apa kata mu saja. Nabil sudah bercerita banyak tentang malam. Bu Dewi dan suaminya serta Pak Arianto dan yang lainnya. Tidak setuju dengan misi yang akan menjadi perisai di Bunda dan Nabil. Tapi kamu dengan pendirian dan keyakinan. Akan menjadi pelindung bagi kita berdua. Apakah kepercayaan tinggi yang kamu miliki. Bunda mengabaikan nya. Tidak Nak. Bunda dan Nabil akan mengikuti ucapan dan perkataan mu." Kata Azzahra seraya memegang erat tangan pemuda tersebut.


"Terima. Tiba tiba ponsel pemuda itu berdering, di saat obrolan dengan Azzahra, hingga ia tidak melanjutkan perkataannya.


"Kriiiiing''.................!! "Kriiiiing''................!!


"Sebentar Bun. Awan angkat dulu teleponnya.!! Azzahra mengangguk.


"Hmmmmmmm. Tuan Besar.! Gumam nya.! Lalu mengusap layar ponsel dari bawah keatas dan berkata.


"Halo. Tuan Besar. Awan siap menerima perintah."


"Muhammad Awan Pratama. Bisakah kita bertemu. Kebetulan saya sedang berada di kediaman yang ada di rumah kampung Maleber bersama dengan Tuan Aidil dan Tuan Ahmad." Kata seorang lelaki paruh baya di sebrang telepon.


"Ap.... Apa..... Tuan Besar sedang tidak bercanda. Bukan kah kita sudah berjanji untuk bertemu malam Minggu." Jawab Penerima telepon terbata bata dan wajah terlihat oleh Azzahra ke kakegatan.


"Tidak. Anakku. Tidak sedang bercanda. Sebaiknya kamu kesini terlebih dahulu. Untuk malam Minggu berbeda lagi. Saya bersama dua orang dari perusahaan ISMAIL GROUP ada yang mau di obrolkan terlebih dahulu untuk pengamanan nanti." Jawab Tedi Ferdiansyah.

__ADS_1


"Baik. Tuan Besar. Aku segera meluncur.!!


Bersambung.


__ADS_2