Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Target Tiga sahabat Awan.


__ADS_3

......................Sementara kita tinggalkan dulu masalah keluarga pemilik perusahaan penyuplai makanan dan minuman itu....


Di salah satu kota dengan sebutan kota santri, tampak iring iringan mobil melintasi jalanan nasional labuan Cianjur menuju ke sebuah tempat pariwisata yang banyak di gemari ketika hari weekend tiba.


Iring iringan mobil berbagai tipe dan merk itu, mendapatkan kawalan extra ketat oleh pihak kepolisian hingga perjalanan mereka pun tidak mengalami kemacetan di waktu senja menuju malam.. Biasa nya bila waktu sore itu jalan dari arah puncak menuju jalur tol Jagorawi akan padat merayap dan kadang kala mobil tersebut berjalan seperti rayap perlahan lahan.


Hampir satu jam lebih lama nya, kini iring iringan mobil itu memasuki jalan tol Jagorawi dan mulai melesat menuju jalan lingkar luar Jakarta.


Setelah keluar dari pintu tol kini mobil yang secara beriringan pun memasuki area parkir gedung berlantai tiga yang tampak terlihat usang bila di lihat dari kejauhan. Sungguh tak akan percaya semua orang yang belum melihat masuk ke bangunan itu, karna dalam bangunan tersebut, tampak barang barang mewah dengan peralatan komputer yang sangat canggih, tak lupa beberapa senapan pun terpampang rapi dalam rak dinding di bangunan tersebut.


Sepuluh menit berselang setelah keluar dari pintu tol lingkar luar Jakarta, tampak lima mobil Xenia dan empat mobil bak terbuka saling beriringan masuk ke area parkir bangunan itu lalu berhenti.


Tak lama dari dalam mobil mobil yang baru masuk itu berkeluaran orang orang dengan tampang muka yang sangat dan bertato serta beberapa tampak terlihat badan yang berotot.


Salah satu dari puluhan orang orang yang keluar dari mobil mobil yang berplat nomor kota kecil itu, memberikan instruksi nya untuk segera masuk dan langsung menuju ruangan rapat yang sudah di tunggu oleh orang yang sudah terlebih dahulu datang


************


Di dalam ruangan bangunan berlantai tiga itu, seorang lelaki dengan perawakan tinggi besar dan hidung mancung serta ada janggut tipis di bawah dagu nya sedang duduk di kursi pemimpin dengan di kiri dan kanan berdiri dua pria memakai kaca mata hitam dan tatapan dingin tanpa ada senyum sedikit pun keluar dari mulut mereka berdua.

__ADS_1


Pria yang di apit dua bodyguard dan beberapa orang penting yang duduk di satu meja panjang menunggu kedatangan puluhan orang orang yang berasal dari kota kecil dan kedudukan nya pun sangat di takuti di kalangan jalanan.


Tak lama kemudian orang orang yang di tunggu pun datang dan langsung masuk ke ruangan tersebut..!


"Selamat datang Tuan Dayat sang penguasa preman pasar induk dan para anak buahnya." Kata sang pemimpin yang langsung bangkit menyambut preman tersebut.


"Terima Kasih Tuan Safir... Salam hormat buat Tuan Jamil dan Tuan Tuan lain nya tanpa saya sebutkan satu persatu, tidak mengurangi rasa hormat kami kepada kalian yang ada di ruangan ini." Kata Dayat sang ketua preman pasar itu membungkuk hormat di ikuti oleh anak buahnya.


"Anda terlalu sungkan dan rendah hati Tuan Dayat. Silahkan duduk kita akan membahas perencanaan yang kedua, setelah kabar dari anak buahnya almarhum Tuan Haikal, bahwa Bob Hidayat dan kawan kawan sudah tertangkap oleh pihak lawan." Kata Tuan Safir mempersilahkan.


"Terima Kasih Tuan Safir..! Ucap Dayat lalu duduk di kursi yang masih kosong berhadapan dengan Jamil orang kepercayaan dari Firmansyah. Sedangkan anak buahnya duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut tanpa ada meja di hadapannya.


"Tes..... Tes...... Tes.......! Tuan Safir mulai berkata.!


"Selamat sore semua nya, selamat datang di forum musyawarah pertemuan ini. Baiklah untuk mempersingkat waktu saya sebagai motor dalam pertemuan ini tidak akan bertele tele lagi dan langsung pada intinya.


"Mungkin kalian semua sudah tahu bahwa Bob Hidayat dan Holik Simatupang serta Sulastri dan dua orang pegawai CV Hansel Mandiri yaitu Dika dan Betmen sudah tertangkap dan kondisinya saat ini dalam pengawasan kepolisian." Kata Safir terdiam sejenak memperhatikan exfresi wajah mereka yang hadir.


"Karna tertangkap Bob Hidayat dan kawan kawan nya, maka saya sudah di beritahu oleh Tuan Jamil atas perintah dari Tuan Muda Firmansyah untuk segera melancarkan rencana yang kedua, yaitu menangkap orang orang yang berhubungan langsung dengan Muhammad Awan Pratama..

__ADS_1


"Baiklah untuk tugas ini saya akan serahkan kepada Ketua Preman pasar induk dan dua orang mantan narapidana yang berhasil saya bebaskan, dua orang itu sudah hadir di sini dan yang tahu selak beluk pemuda hebat seperti dewa itu.


"Untuk Kang Dayat dan Tuan Odeng serta Tuan Gundul pacul cul cul serta anak buah nya coba lihat ke layar yang sudah saya siapkan." Titah Safir lalu Ia memencet tombol remote dan tampak layar yang menempel di dinding itu ada tiga gadis berusia sama sedang tertawa terbahak bahak dengan seorang pemuda yang menjadi perisai Nabil Nur Fadillah dan Azzahra Masika Fatharani.


Ketua preman pasar induk dan dua orang yang di sebutkan oleh Tuan Safir pun langsung melihat kearah layar tancap yang menempel di dinding bangunan, sorot matanya begitu tajam tanpa berkedip.


"Tuan Dayat dan Tuan Odeng serta Tuan Gundul Pacul Cul Cul, saya tidak mau tahu esok atau pun lusa ketiga sahabat Muhammad Awan Pratama sudah berada dalam genggaman kalian bertiga, bagaimana pun cara nya.. Apakah kalian bertiga mampu melaksanakan tugas yang saya berikan." Kata Safir kepada mereka bertiga.


"Menjawab anda Tuan Safir.!


"Tuan Safir kalau untuk menangkap mereka bertiga itu hal yang mudah dan beberapa anak buah saya bisa melaksanakan tugas nya.. Tetapi informasi dan keseharian mereka bertiga yang menjadi sahabat pihak lawan kita, saya dan anak buah saya masih buta informasi." Kata Dayat.


"Tuan Dayat... Terima Kasih sudah bersedia dan akan melakukan tugas dari saya. Untuk informasi dan keberadaan mereka bertiga semuanya sudah berada dalam genggaman Tuan Odeng dan Tuan Gundul Pacul Cul Cul." Terang Safir.


"Bagus... Kalau semua informasi dan keberadaan mereka bertiga sudah berada dalam genggaman orang kita, akan sangat mudah untuk menangkap nya.. Lalu ketika kita kita sudah berhasil menculik mereka, akan di bawa kemana.?" Tanya Tuan Dayat.


"Pertanyaan yang bagus Tuan Dayat... Setelah mereka bertiga berhasil kalian culik.. Lalu bawa mereka ke sebuah Vila di kabupaten Sukabumi pesisir pantai selatan, orang orang dari Holding Company Group akan menunggu nya di sana." Terang Safir.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2