Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Mati nya Zaenudin. Terbalas nya dendam Bob


__ADS_3

Keesokan harinya tersiar kabar jika Pak Zaenudin sudah meninggal di rumah sakit. Semua warga desa terkejut mendengar berita kematian Zaenudin karena malam nya beliau masih sehat dan sempat mengobrol di pangkalan ojeg sebelum pulang kerumahnya.


Ir Hardiansyah dan beberapakali staf PT Bina Sakinah Group juga merasa kaget dan heran atas kabar duka yang ia dapatkan dari Betmen yang secara langsung mengabarkan dari rumah sakit.


Sementara Bob Hidayat dan Holik Simatupang yang mengetahuinya jika Pak Zaenudin sudah meninggal sangat senang dan mereka berdua tertawa terbahak bahak karena tujuan mereka terlaksana, dan dukun yang bernama Mbah Sardjito benar benar sakti mandraguna.


Kabar kematian Zaenudin kini sampai di telinga CV Hansel Mandiri dan langsung bergegas untuk datang ke rumah duka bersama beberapa staf dan Manajer secara bersama sama dengan direktur Sutarman CV Hansel Mandiri tersebut.


Di salah satu perumahan elit nomor tiga tepat nya di jln jeruk nomor 32 dengan perumahan tipe 54 di dalam rumah itu seorang wanita berusia 30 tahun sangat kaget dan rasa tak percaya kabar dari suaminya bahwa Zaenudin telah meninggal.


"Apakah benar Zaenudin di santet oleh suaminya, kenapa sekarang aku merasakan kehilangan sosok yang baru dua Minggu itu hadir, bukan kah kabar kematian Zaenudin itu sungguh menggembirakan untukku." Ucap nya dengan diri sendiri.


Wanita bernama Pipit itu gelisah mondar mandir di dalam rumahnya saat itu, dan dia langsung memutuskan untuk pergi dan melihat langsung ke rumah Zaenudin.


***


Sementara di kontrakan juragan batako tepat dimna Bob Hidayat sedang bersama dengan Holik Simatupang saat ini mereka berdua sangat bahagia.


"Bob ngomong ngomong loe nggak pergi melayat kerumah nya Zaenudin.?" Tanya Holik cekikikan.


"Sialan loe, mana mungkin gue menginjakkan kaki ku di rumahnya si bangsat kelamin itu." Jawab Bob.

__ADS_1


Tidak lama kemudian suara sirine ambulans yang membawa jenazah Zaenudin pulang kerumahnya. Terlihat wajah bahagia dari Bob Hidayat dan Holik Simatupang melihat mobil ambulans melewati rumah yang ia kontrak beberapa hari itu.


"Brow....... Kini aku merasa lega, karna rasa sakit dan dendam ku kepada Zaenudin kini sudah di bayar lunas dengan mati nya dia." Ucap Bob setelah mobil ambulans itu berbelok kearah jalan yang menuju halaman rumah Zaenudin.


"Aku ikut senang mendengar nya, tapi aku mau bertanya sesuatu kepada dirimu saat ini.?" Tanya Holik.


"Silahkan brow, ada apa aku akan menjawab nya." Ucapnya.


"Dendam loe kan sudah terbalas, bagaimana tentang rumah tangga mu, apakah kau akan mempertahankan nya atau justru akan menceraikan istri mu itu.? Tanya Holik penasaran.


"Aku rasa aku akan menceraikan istriku, dan anak anak aku akan titipkan kepada kedua Orang Tua ku." Jawab Bob dengan nada serius.


"Kenapa Bob, bukan kah duri dalam rumah tangga mu sudah meninggal dan harga dirimu sudah di balaskan.?" Tanya Holik yang penasaran dengan jalan pikiran lelaki di hadapannya itu.


Holik pun langsung menerima ponsel Bob Hidayat dan langsung memencet tombol rekaman itu dengan begitu kaget dan tidak menyangka bahwa sosok istri nya sendiri yang membocorkan rahasia tentang pembunuhan Andri Setiawan dan hilang nya Tedi Ferdiansyah pemilik perusahaan Future Nugraha Company kepada Zaenudin, lebih parah lagi terdengar dalam rekaman tersebut, mereka berdua akan melakukan pembunuhan berencana kepada Bob Hidayat tepat di hari Minggu esok.


"Bob sumpah demi pocong, gue benar benar kaget tentang rekaman ini, saya benar benar tidak menyangka dengan Istri loe yang begitu alim dan taat beribadah sampai berani curang di belakang mu.? Kata Holik tidak bisa menyembunyikan ke kagetan nya saat itu.


"Jangan dirimu brow, gue juga yang hampir 10 tahun hidup bersama istri gue tak menyangka istri gue sampai begitu, makanya gue buru buru meminta antar sama loe, pergi ke dukun sakti itu." Jawab Bob dengan wajah yang berkaca-kaca.


***

__ADS_1


Sementara di rumah duka para warga berdatangan kerumah Pak Zaenudin, semua keluarga Pak Zaenudin menangis sedih terutama istri dan kedua anak laki laki nya yang berusia 13 tahun dan tujuh tahun. Mereka masih belum bisa menerima bahwa sosok lelaki yang bertanggung jawab dan ayah bagi mereka berdua belum bisa menerima kepergian nya itu.


Sutarman dan Haji Epen beserta Ir Hardiansyah dan beberapa staf perusahaan PT Bina Sakinah Group datang melayat ketika memasuki rumah duka nampak salah satu pegawai PT Bina Sakinah Group yang biasa di sebut dengan sebutan Ayah Ude merasakan aura ghaib yang kental di sana. tapi dia tidak bisa mencari tahu darimana asal aura ghaib itu karena di sana sedang keaadaan berduka.


Mungkin malam ini saya akan mencoba untuk meminta petunjuk kepada sang pemilik alam semesta ini, karna ada rasa kejanggalan dalam kematian Ustadz Jay teman kantor nya itu." Ucap ayah Ude dalam hati.


Lalu Ayah Ude berbicara kepada Ir Hardiansyah dengan cara berbisik.


"Tuan aku merasakan hal ghaib di rumah ini dan aku merasakan bahwa kematian Zaenudin ada yang tidak beres kemungkinan kematian ada pihak orang lain yang mengirim guna guna." Bisik sesepuh yang ada di kantor PT Bina Sakinah Group.


"Hmmmmm." Jangan suka berburuk sangka." Balas bisikan dari Ir Hardiansyah kepada ayah Ude. Walaupun Ia sendiri merasakan ada kejanggalan pas kabar meninggal nya Zaenudin.


Tak lama setelah itu salah satu tokoh atau sesepuh di kampung itu membantu mengurusi jenazah Zaenudin dan melihat tanda aneh yang di katakan bapa bapa yang membantu memandikan jenazah nya. Mereka berkata jika jenazah Pak Zaenudin terus menerus mengeluarkan Air mata meski udah di usap bersih Air mata nya terus mengalir dari kedua matanya.


Ada apa dengan jenazah ini, jiwa nya seakan menolak untuk mati hari ini, atau kah Pak Zaenudin meninggal nya karna di paksa, bukan karna sudah ketentuan yang maha kuasa, atau kah almarhum meninggal karna terkena kiriman santet." Ucap sesepuh di kampung yang ikut mengurusi jenazah Zaenudin tersebut.


Nanti saja saya akan tanyakan langsung kepada istrinya lebih baik sekarang cepat cepat membereskan jenazah Zaenudin." Ucap nya lagi dalam hati.


Kemudian sesepuh yang sudah beres mengurusi jenazah meminta para warga segera membawa jenazah untuk segera di bawa ke masjid untuk di solat kan serta langsung di bawa ke tempat peristirahatan yang terakhir.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2