Pemuda Hebat Seperti Dewa

Pemuda Hebat Seperti Dewa
Permintaan Dari Lara Kepada Kedua Orang Tua Tarmin


__ADS_3

Siti Lara anak dari Mbah Wongso dan Mbah Tukiyem, sudah selesai dengan meditasi nya, tinggal satu syarat lagi yang harus Ia lakukan, Yaitu Meminum darah seorang perempuan yang belum keluar darah kotor ( Mens ).


Kini wanita tersebut sudah berada dalam gubuk rumah Mbah Juned ayah dari seorang pemuda yang telah menolongnya.


"Nak. Silahkan di minum darah perawan yang di minta oleh seorang makhluk pemberi wangsit tersebut." Titah Abah Juned. Tersentak kaget wanita muda itu, setelah mendengar perkataan dari Ayah nya Tarmin, mengetahui syarat yang terakhir, tapi Ia tidak terlalu lama dalam kekagetan nya. Walau bagaimana pun Ia mengetahui Abah tersebut sangat sakti seperti ayahnya.


Tanpa di lama lama lagi. Lara pun meminum darah itu dengan bersemangat, tanpa ada rasa mual atau pun jijik. Ia meminum darah tersebut di ibaratkan sirup ABC yang di sukai nya.!


"Anakku. Siti Lara setiap malam selasa Kliwon kamu harus meminum darah perawan tiga tetes saja dalam kurun waktu satu tahun, dan jangan sampai kamu tidak meminumnya. Ingat setiap malam selasa kliwon." Kata lelaki itu mengingatkan nya.


"Baik. Abah Terima kasih semua kebaikan dari Abah, dan Umi serta Aa Tarmin. Lara tidak akan melupakan kebaikan kalian semua." Jawab Wanita muda itu, seraya mencium tangan Abah dan Umi.


"Kamu pergi lah ke pusat kota, Orang yang telah menghancurkan hidup mu dan membunuh suami mu, sedang mengincar seorang pemuda. Ikut lah membantu nya. Maka kehidupan mu akan lebih baik. Abah hanya berpesan kepadamu satu hal, mudah mudahan kau tidak melanggarnya." Kata lelaki paruh baya itu dengan sorot mata yang tajam.


"Silahkan Abah kemukakan. Agar Lara bisa menjaga dan tak melanggar nya.


"Anakku. Setelah kamu melakukan Tapa Geni selama tiga hari tiga malam, semua orang yang melihat dirimu, Tua maupun muda, lelaki atau pun wanita, akan terkesima dan takjub dengan kecantikan yang kau miliki, malahan sampai tergila gila menatap mu dan ingin mendapatkan dirimu serta menjadikan mu sebagai istri. Ingat pesan Abah bijak lah dalam memilih dan memilah. Ingat jangan sampai ada seorang pun terluka dalam hatinya. Jika kamu mampu menjaga dan tidak melanggar pantangan tersebut, Abah yakin hidup mu akan bahagia." Pesan lelaki paruh baya itu. Membuat Lara berpikir keras perkataan yang tidak di mengerti oleh Ayah nya Tarmin itu.


"Abah. Lara tidak mengerti.!!


Lelaki paruh baya tersenyum.! Ia mengusap rambut wanita muda itu seraya berkomat kamit membaca mantra dan mencium ubun ubun kepalanya.


"Nanti juga kau akan mengerti seiring dengan berjalannya waktu." Kata Abah tersenyum. Lara hanya bisa mengangguk.!


"Abah dan Umi. Apakah Lara boleh meminta sesuatu yang terakhir kalinya sebelum Lara berangkat pergi meninggalkan rumah ini." Kata wanita itu terasa berat permintaan kali ini untuk di ucapkan.


"Silahkan Nak, Apa yang di minta dari kami berdua, bila mampu akan di berikan." Jawab Lelaki paruh baya itu serta anggukan dari istrinya.

__ADS_1


"Lara hanya minta perjalanan hidup untuk membalas dendam kepada Engkos Kosasih dan para anak buahnya. Agar Aa Tarmin ikut dan menjaga ku." Lirih nya dengan suara yang sangat pelan.


"Untuk permintaan itu. Anakku kamu tinggal bicara langsung kepada jenisnya, yaitu Tarmin. Abah tidak bisa memberi jawaban. Karna itu semua tergantung Tarmin. Mau atau tidaknya menemani perjalanan hidupmu." Jawab Lelaki paruh baya itu bijak.


"Terima Kasih Abah dan Umi. Lara akan mencoba berbicara dengan Apa Tarmin. Setidaknya Lara sudah meminta ijin terlebih dahulu kepada kalian berdua." Ucap Nya dengan senyuman manis. Mereka berdua mengangguk.!!


Lara pun meminta ijin kepada Orang Tua nya Tarmin. Untuk mengobrol empat mata dengan anaknya, yang sedang menyiapkan segala sesuatu keperluan dirinya untuk pergi ke kota.


Anggukan yang di berikan oleh sepasang suami istri paruh baya itu menandakan silahkan dan mengingatkan untuk berbicara secara pelan pelan kepada Tarmin anaknya yang sudah mengetahui sipat dan karakternya.


*************


Sementara Di kantor besar Future Nugraha Company Group, pagi itu pukul 09:00. Tepatnya di salah satu ruangan Direktur, seorang pemuda tampan berusia 25 tahun sedang mempersiapkan beberapa berkas berkas untuk meninjau lahan yang akan di bangun pusat perbelanjaan di kota kecil wilayah Jawa Barat.


Tak lama ketukan pintu dari luar ruangan Direktur pun terdengar oleh pemuda yang ada di dalamnya.


Seorang lelaki yang menjadi Asisten ayahnya masuk di ikuti oleh tiga orang memakai pakaian berjas dan seorang wanita berusia 30 tahun menghampiri pemuda yang menjadi majikannya itu.


"Tuan Muda. Semua sudah di persiapkan." Kata Lelaki itu membungkuk hormat.


"Bagus..!! Kalau begitu kita berangkat." Jawab Pemuda itu yang di panggil Tuan Muda.


"Mari Tuan Muda. Ucapnya. Pemuda itu melangkah berjalan keluar terlebih dahulu di ikuti oleh Asisten ayahnya dan beberapa staf lainya.


Sesampainya di area parkir kantor Future Nugraha Company Group, mereka langsung masuk kedalam mobil Toyota Alphard dan mulai bergerak meninggalkan area parkir tersebut.


"Kak. Robi apakah pihak kantor cabang Future Nugraha Company Group sudah di hubungi tentang kedatangan kita untuk meninjau lahan tersebut.?" Tanya Pemuda itu dalam mobil yang sedang melaju.

__ADS_1


"Menjawab Anda Tuan Muda. Direktur cabang Future Nugraha Company yang bernama Tuan Handoko sudah terlebih dahulu berangkat dari kota Bandung kemungkinan mereka akan tiba sebelum kita. Tuan Handoko berangkat bersama dengan kontraktor yang sudah bekerjasama dengan perusahaan pusat.


"Bagus..., Bu Risma. Apakah dananya sudah di siapkan untuk membeli lahan tersebut.?" Tanya Tuan Muda.


"Sudah Tuan Muda,. sesuai permintaan anda." Jawab nya. Pemuda itu mengangguk.!! Tiba tiba ponsel nya berdering di sela obrolan di dalam mobil mewah tersebut.


"Kriiiiing''...........!!


"Kriiiiing''............!!


Pemuda itu lalu mengambil ponsel yang ia simpan dalam saku celananya, dan melihat layar ponsel nya, senyuman terukir di bibir pemuda tampan tersebut.


"Halo. Adikku. Muhammad Awan Pratama." Jawab Pemuda itu setelah layar bawah ia usap ke atas.


"Halo. Juga Kak. Bagaimana keaadaan mu saat ini.?" Tanya basa basi seseorang dari sebrang telepon.


"Alhamdulillah. Awan.. Kakak baik. Sebaliknya kamu sendiri.?" Tanya balik pemuda yang di panggil kakak' tersebut.


"Sama. Kak. Awan juga baik. Apakah kakak' Jadi meninjau lahan yang akan di jadikan proyek pembangunan Pusat perbelanjaan terbesar di kota ku.?" Tanya Awan dari sambungan telepon.


"Jadi Awan. Ini kakak' udah berangkat sama Robi dan Direktur keuangan serta staf lainya. Kamu tunggu saja nanti bila kakak sudah sampai di kota mu. Kakak akan menghubungi mu." Jawab Tuan muda Excel.


"Baik Kak. Awan tunggu. Kalau begitu, Awan tidak menggangu dahulu perjalanan dari kakak' dan yang lainnya." Ucap nya.


"Ok. Awan.!!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2